Ketulusan, Benefit, dan Sense of Belonging

Education Bureau at Universitas Pembangunan Jaya
Tulisan dari Hendra tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sedari kecil kita diajarkan oleh orang tua untuk tumbuh menjadi anak yang peduli terhadap sesama, dan bisa menolong jika ada orang lain yang membutuhkan pertolongan.
Rasa empati pun akan muncul seiring dengan pengaplikasian nasihat atau wejangan dari orang tua yang terus kita pakai. Berbicara tentang sebuah ketulusan jika kita kaitkan kedalam konteks menjadi seorang pegawai tentunya akan berjalan beriringan dengan kenyamanan di lingkungan kerja.
Dilansir dari beritasatu.com Ketulusan dalam berkarier berarti banyak hal, menjadi tulus dalam karier bermakna bahwa Kita melakukan pekerjaan dalam level terbaik.
Pasalnya, sebagai karyawan kita harus melihat apakah saat melakukan pekerjaan, Kita tulus dan menyukainya. Jika Kita merasa pekerjaan begitu membebani, mulailah bertanya pada diri sendiri. Sebelum Kita menyalahkan pihak lain.
Mengutip video dari Youtube channel @MerryRiana “Tidak lebih dari 50% hidup kita dihabiskan untuk bekerja, kalau bekerja hanya sebagai cara untuk mencari makan maka kamu akan merasa banyak pikiran dan tekanan. Tapi kalau pekerjaan itu kamu lakukan dengan sepenuh hati walaupun harus menguras energi kamupun akan merasa ada kepuasaan tersendiri”.
Penulis ingin mengajak pembaca untuk berjalan menapaki dengan kondisi keadaan yang mungkin satu orang di antara kita pernah mengalami ini.
Pernah ada diposisi saat effort tak dihargai, lelah menghampiri, dan ingin mengakhiri perjuangan yang sudah dirintis? Atau dari usaha yang dilakukan hanya mendapatkan kata terima kasih mas/mba?
Mewakili perasaan dari pembaca, penulis paham kalian pasti ingin berkata “Wahai stake holder, kemarilah buka hati, mata, dan telinga”. Secara pengalaman memang kita akan kaya dan bisa jadi bekal yang sangat berharga, tapi diluar itu semua ada hal yang tak bisa ditukar dengan pengalaman atau bahkan dengan rasa terima kasih mas/mba.
Kita boleh saja mengutarakan dan mengeluh, tapi ingat harus dibarengi juga dengan hasil output produktivitas yang dikerjakan. Kalau mengeluh dengan hasil nihil sama saja berbicara untuk menasehati diri sendiri.
Setelah usaha sudah dilakukan dengan tulus dan menghasilkan buah-buah yang manis, tentunya ada hasrat untuk mendapatkan benefit, bukan hanya berupa materi tapi benefit yang bisa untuk menaikan skill level dan tentunya diberikan perusahaan untuk menaikan kompetensi Sumber Daya Manusia di dalam perusahaan tersebut. Maka secara otomatis faktor sense of belonging dari pegawai pun akan akan tumbuh dengan baik.
Dilansir broadwayshr.com, Sense of belonging adalah salah satu faktor yang harus ada dalam diri karyawan di perusahaan. Dengan mempunyai rasa memiliki dan merasa telah menjadi bagian dari perusahaan, tentunya kinerja dan produktivitas karyawan akan meningkat.
Bisa dikatakan sense of belonging adalah salah satu faktor pendorong terciptanya kenyamanan bekerja yang dirasakan oleh pegawai, yaitu disaat mereka merasa bahwa mereka telah dianggap, dilibatkan, dan menjadi bagian penting dari sebuah organisasi atau perusahaan.
