Konten dari Pengguna

Alumni SMA Malahayati Peduli Cianjur

Hendra Fokker

Hendra Fokker

Pegiat Sosial

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Hendra Fokker tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Alumni SMA Malahayati berbagi (dokpri)
zoom-in-whitePerbesar
Alumni SMA Malahayati berbagi (dokpri)

Cianjur - Telah beberapa pekan gempa bumi yang meluluhlantakkan Cianjur kini masih dalam proses pemulihan. Berbagai sektor terlihat tengah diperbaiki secara bertahap oleh satuan terkait. Pun juga para relawan yang telah hadir sejak hari pertama gempa terjadi.

Banyak aspek yang menjadi problematika selama masa pemulihan. Dalam hal ini tentu yang utama adalah infrastruktur. Tetapi juga dengan pemulihan psikologis para korban yang terdampak. Baik masyarakat ataupun anak-anak yang saat ini tengah bangkit melalui sekolah-sekolah darurat yang didirikan.

Terlihat diantara beberapa relawan lain yang hadir ada beberapa mahasiswa alumni SMA Malahayati Jakarta Timur. Berlatar dari jurusan yang berbeda, mereka terlihat aktif dalam beberapa aksi kemanusiaan disana.

Hanum, yang berasal dari Kampus Poltekkes Kemenkes Banten pun terlibat secara langsung dengan warga penyintas gempa. Dengan konsep door to door bersama tim dari Tagana, ia menyambangi langsung warga-warga yang diinformasikan membutuhkan penangangan kesehatan.

Bersama Tagana di warga terdampak (dokpri)

"Mungkin ini yang bisa aku berikan untuk mereka yang terdampak bencana disini", ungkapnya.

Senada dengan Rafly, yang berasal dari Kampus Uhamka. Aktivitasnya dengan anak-anak di sekolah darurat pun terlihat diliputi suasana bahagia. "Setidaknya untuk sementara aktivitas fun edutainment ini dapat membuat mereka tertawa bersama-sama".

"Aksi kemanusiaan ini tentu tidak akan dapat terlaksana bila tidak ada dukungan dari para alumni SMA Malahayati. Kami ucapkan terimakasih", ungkapnya.

Secara berdampingan, aktivitas mereka ini berkolaborasi dengan Tim Misi Kemanusiaan, yang fokus dalam konsep trauma healing bagi anak-anak penyintas gempa. Kak Rully Onzo menuturkan, "kegiatan ini adalah bagian dari aksi-aksi Tim Misi Kemanusiaan yang bekolaborasi bersama Tim Tagana, semoga menginspirasi", tutupnya.

Walaupun masa tanggap bencana sudai dicabut, ada harapan bagi kami untuk dapat terus memberi arti bagi anak-anak disini. Karena, sampai saat ini kebutuhan terhadap pelayanan pendidikan dan kesehatan darurat tetap menjadi prioritas yang patut diperhatikan secara bersama-sama.

Sesi bersama anak-anak penyintas gempa (dokpri)