2 Perbedaan Minyak Rem DOT 3 dan DOT 4, Jangan Asal Campur
Peminat otomotif yang hobi menulis dan traveling.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Hendra Mahesa Wardana tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Minyak rem adalah sebuah cairan minuak khusus yang berguna untuk menggerakkan sistem rem pada kendaraan. Bagi pengendara motor, penting memahami perbedaan minyak rem DOT 3 dan DOT 4 agar tidak sembarangan mencampurnya.
Dikutip dari situs eprints.pktj.ac.id, kualitas minyak rem dipengaruhi oleh beberapa faktor salah satunya temperature karena minyak rem memiliki sifat higroskopis.
Suhu yang terlalu panas bisa membuat cairan rem menguap dan menghasilkan gelembung udara, kondisi ini dikenal dengan istilah vapour lock.
Perbedaan Minyak Rem DOT 3 dan DOT 4
Mengutip dari situs advicsaftermarket.com, inilah perbedaan minyak rem DOT 3 dan DOT 4 yang penting diketahui agar tidak asal campur:
1. Penyerapan Airnya
Minyak rem DOT 3 biasanya menyerap lebih sedikit air dari udara dalam sistem pengereman dibandingkan DOT 4 seiring waktu. Penggunaan cairan rem DOT 3 biasanya tidak memerlukan penggantian sesering cairan rem DOT 4.
2. Titik Didih
Jenis cairan rem DOT 4 mampu bertahan pada temperatur yang lebih tinggi dibandingkan DOT 3, baik saat kondisi kering maupun ketika menyerap kelembapan.
Sebab sifat khususnya, DOT 4 lebih cocok digunakan pada sistem pengereman yang menghadapi kondisi suhu ekstrem, misalnya pada mobil dengan performa tinggi.
Semua minyak rem diciptakan untuk membantu menghentikan kendaraan, setiap produsen mungkin memproduksi minyak rem yang mengandung senyawa atau bahan kimia yang berbeda.
Singkatnya, perbedaan utama antara kedua formula tersebut adalah kemampuannya menangani penyerapan panas dan air dalam sistem pengereman.
Sekilas Tentang Minyak Rem
Setiap kendaraan memiliki persyaratan khusus untuk formula minyak rem, jadi penting untuk memastikannya saat melakukan pemeriksaan awal sistem pengereman kendaraan.
Dikutip dari situs advicsaftermarket.com, harap diingat, formula minyak rem yang berbeda (DOT 3, DOT 4, dan lain-lain) tidak boleh dicampur, karena dapat menyebabkan sistem pengereman tidak berfungsi akibat masalah kompatibilitas.
Minyak rem melakukan beberapa fungsi penting di dalam sistem hidrolik. Minyak rem disimpan di dalam master silinder, yang kemudian dialirkan melalui saluran rem dan masuk ke kaliper saat pedal rem ditekan.
Minyak rem berperan penting dalam menggerakkan kaliper agar menekan bantalan rem ke piringan.
Tekanan pada pedal rem menentukan hasilnya semakin kuat ditekan, laju kendaraan akan semakin berkurang hingga akhirnya bisa berhenti sepenuhnya.
Minyak rem juga membantu melumasi semua komponen yang bergerak di dalam sistem pengereman serta melindungi dari karat dan korosif lainnya.
Itulah informasi tentang perbedaan minyak rem DOT 3 dan DOT 4. Pengendara juga perlu memahami hal-hal mendasar mengenai cairan rem, karena penggunaannya tidak bisa sembarangan dicampur. (IF)
Baca juga: Cara Merawat Rem Cakram Motor yang Harus Diketahui Pemula