3 Penyebab Setir Mobil Berat dan Cara Mengatasinya
Peminat otomotif yang hobi menulis dan traveling.
ยทwaktu baca 3 menit
Tulisan dari Hendra Mahesa Wardana tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Setir mobil yang terasa berat dapat mengurangi kenyamanan dan mengganggu kendali, terutama saat bermanuver. Kondisi ini mengharuskan pengemudi mengenali penyebab setir mobil berat yang umumnya terjadi.
Pasalnya, sistem kemudi terdiri dari berbagai komponen mekanis dan hidraulis yang saling berkaitan. Gangguan kecil sekalipun dapat memengaruhi kinerja setir secara signifikan, sehingga perlu wawasan teknis untuk mencegahnya.
Penyebab Setir Mobil Berat
Kondisi setir yang berat sering kali menandakan gangguan pada sistem kemudi. Dikutip dari laman ptagarages.co.uk dan reliancegeneral.co.in, berikut adalah tiga penyebab setir mobil berat beserta cara mengatasinya:
1. Tekanan Ban & Kesejajaran Roda Tidak Tepat
Tekanan ban yang terlalu rendah akan mengubah bidang kontak ban dengan permukaan jalan, sehingga hambatan gulir meningkat dan kemudi terasa berat. Efek ini paling terasa ketika mobil berjalan pelan atau melakukan manuver sempit.
Selain itu, tekanan ban yang tidak sesuai juga memengaruhi kesejajaran roda. Wheel alignment yang melenceng akan membuat ban aus tidak merata, kendaraan menarik ke satu sisi, dan pengemudi harus sering mengoreksi setir.
Oleh karena itu, memeriksa tekanan ban dengan alat ukur akurat dan melakukan spooring berkala menjadi langkah penting. Tindakan ini menjaga geometri roda tetap seimbang, sehingga setir terasa ringan dan nyaman dikendalikan.
2. Masalah pada Cairan Power Steering
Cairan power steering berperan penting dalam menyalurkan tenaga hidraulis agar putaran setir terasa ringan. Namun, jika volumenya berkurang akibat kebocoran, tekanan sistem akan menurun sehingga kemudi menjadi berat.
Lebih lanjut, kualitas cairan yang menurun juga dapat memicu masalah. Endapan kotoran membuat cairan mengental, menghambat aliran fluida, serta mengurangi pelumasan, sehingga kemudi menjadi kaku dan komponen cepat aus.
Untuk itu, pemeriksaan rutin terhadap level cairan perlu dilakukan. Selain itu, mengganti cairan sesuai jadwal dan memperbaiki kebocoran sejak awal akan memulihkan kerja hidraulis, membuat putaran setir kembali ringan.
3. Kerusakan Komponen Sistem Kemudi
Pompa power steering bertugas menjaga aliran cairan menuju rack-and-pinion dengan tekanan optimal. Apabila pompa mengalami kerusakan, distribusi tekanan akan terganggu dan setir memerlukan tenaga ekstra untuk dibelokkan.
Tidak hanya itu, kerusakan pada rack steering juga berdampak besar. Keausan pada gigi, sambungan universal, atau bushing dapat mengurangi presisi kemudi, menimbulkan getaran, dan memperberat pergerakan setir selama berkendara.
Karenanya, inspeksi menyeluruh pada sistem kemudi di bengkel terpercaya sangat dianjurkan.
Mengganti komponen yang aus atau rusak akan mengembalikan kelincahan kemudi sekaligus meningkatkan keamanan saat mengemudi.
Itulah sejumlah penyebab setir mobil berat yang patut diwaspadai. Perawatan rutin dan pemeriksaan menyeluruh dapat membantu mencegah masalah ini, sehingga pengalaman berkendara menjadi lebih aman dan menyenangkan. (Nida)
Baca juga: 5 Penyebab Mobil Matic Tidak Bisa Distarter yang Sering Diabaikan