Konten dari Pengguna

4 Ciri-Ciri Motor Turun Mesin, Ketahui agar Bisa Segera Diatasi

H

Hendra Mahesa Wardana

Peminat otomotif yang hobi menulis dan traveling.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Hendra Mahesa Wardana tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ciri-Ciri Motor Turun Mesin, Gambar Hanya Ilustrasi, Foto: Pixabay/antriksh
zoom-in-whitePerbesar
Ciri-Ciri Motor Turun Mesin, Gambar Hanya Ilustrasi, Foto: Pixabay/antriksh

Turun mesin adalah proses pembongkaran dan perbaikan menyeluruh yang dibutuhkan saat motor atau mobil mengalami masalah yang tak bisa diatasi dengan perbaikan biasa. Dengan mengenali ciri-ciri motor turun mesin, pengendara bisa segera mengatasinya.

Dikutip dari Dosen UMM Bagi Tips Merawat Mesin Mobil dan Motor, Perempuan Bisa Praktikkan, oleh Humas (2023), dalam situs umm.ac.id, perawatan mobil dan motor memang berbeda, tetapi pada dasarnya sama.

Contohnya, mesin kendaraan sebaiknya dipanaskan terlebih dahulu sebelum digunakan, lalu jangan langsung dikendarai dan ditekan gasnya.

4 Ciri-Ciri Motor Turun Mesin

Ilustrasi Motor, Foto: Pixabay/Pexels

Dikutip dari situs diazmotorcycles.com, inilah ciri-ciri motor turun mesin yang wajib diwaspadai.

1. Suara yang Tidak Biasa

Suara-suara aneh dari mesin motor dapat mengindikasikan berbagai masalah. Suara ketukan menandakan adanya masalah pada bearing, sedangkan suara tik-tik mengindikasikan adanya masalah pada katup.

Selain itu, suara-suara yang tidak biasa bisa menjadi tanda transmisi sepeda motor yang rusak, jadi periksalah secara berkala.

Jika terdengar suara-suara yang tak normal dari mesin motor, maka segera periksakan motor pada mekanik yang berkualifikasi. Dengan begitu, penyebabnya bisa segera diidentifikasi dan diatasi.

2. Getaran Berlebihan

Getaran yang berlebihan juga perlu diwaspadai. Hal ini umumnya disebabkan oleh komponen yang tidak seimbang atau komponen yang longgar. Masalah-masalah ini perlu mendapat perhatian lebih dari mekanik sepeda motor.

3. Panas Berlebihan dan Kebocoran Oli

Panas berlebih dapat menyebabkan mesin macet, sedangkan kebocoran oli dapat menyebabkan kerusakan mesin yang fatal.

Selain itu, berkendara dengan masalah mesin dapat meningkatkan risiko kecelakaan. Diagnostik sepeda motor yang tepat waktu dapat mencegah konsekuensi yang mahal dan berbahaya ini.

Mengabaikan masalah mesin dapat mengakibatkan konsekuensi yang serius. Masalah kecil dapat dengan cepat berkembang menjadi masalah yang besar.

4. Konsumsi Minyak Berlebihan

Jika terjadi peningkatan konsumsi oli secara tiba-tiba, maka hal ini bisa mengindikasikan adanya masalah internal mesin.

Kebocoran seal, ring piston yang aus, atau kerusakan pada pemandu katup dapat menyebabkan masalah pada konsumsi oli. Selain itu, jika melihat asap biru dari knalpot saat akselerasi, itu juga menandakan oli terbakar di dalam ruang bakar.

Maka dari itu, gunakan oli yang tepat agar motor dapat berfungsi dengan lancar dan mencegah keausan antarkomponen yang bergerak.

Cara Merawat Motor agar Terhindar dari Turun Mesin

Ilustrasi Motor, Pexels/Pixabay

Dikutip dari situs bikemart.sg, perawatan mesin sepeda motor yang tepat berikut ini sangat penting untuk mencegahnya motor turun mesin.

1. Periksa dan Ganti Oli Mesin secara Teratur

Oli mesin harus diperiksa dan diganti secara teratur. Dengan oli mesin yang baik, komponen yang bergerak dapat terlumasi dengan baik, gesekan akan berkurang, dan panas berlebih pun dapat diminimalkan.

2. Periksa Filter Udara

Filter yang tersumbat dapat menghambat aliran udara, sehingga mengganggu performa mesin. Jadi, periksa juga filter udara secara berkala.

3. Perhatikan Busi

Busi bertugas untuk membakar campuran udara-bahan bakar. Dengan demikian, busi yang aus dapat menyebabkan akselerasi dan efisiensi bahan bakar yang buruk.

Pastikan untuk membersihkan atau mengganti komponen-komponen ini sesuai kebutuhan agar mesin sepeda motor tetap prima.

Itulah ciri-ciri motor turun mesin dan cara merawatnya sebagai tindakan pencegahan. Namun, jika mesin sepeda motor sudah menunjukkan ciri-ciri di atas, maka segera bawa motor ke bengkel tepercaya untuk melakukan turun mesin. (IF)

Baca juga: Fungsi Stang Seher Motor dan Cara Kerjanya