5 Ciri Shockbreaker Harus Diganti, Jangan Tunggu sampai Mobil Oleng
Peminat otomotif yang hobi menulis dan traveling.
ยทwaktu baca 3 menit
Tulisan dari Hendra Mahesa Wardana tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ciri shockbreaker harus diganti sering kali diabaikan oleh pemilik kendaraan hingga akhirnya menimbulkan masalah yang lebih serius saat berkendara.
Komponen ini memang tidak terlihat secara langsung seperti ban atau bodi mobil, namun perannya sangat vital dalam menjaga kenyamanan dan kestabilan kendaraan di berbagai kondisi jalan.
Ketika shockbreaker mulai melemah, gejala awalnya mungkin tidak terlalu terasa, tetapi lambat laun bisa memengaruhi performa mobil secara keseluruhan.
Ciri Shockbreaker Harus Diganti
Dikutip dari laman firestonecompleteautocare.com, ciri shockbreaker harus diganti merupakan hal yang perlu diperhatikan oleh setiap pemilik kendaraan.
Shockbreaker atau peredam kejut memiliki fungsi penting untuk menyerap getaran dan menjaga kestabilan mobil saat melaju di berbagai kondisi jalan.
Jika komponen ini rusak atau aus, maka kenyamanan dan keselamatan berkendara bisa terganggu. Sayangnya, banyak pengemudi baru menyadari kerusakan shockbreaker setelah mobil mulai terasa oleng.
Padahal, ada beberapa tanda awal yang bisa dikenali sebelum kondisi menjadi semakin parah. Berikut ciri shockbreaker harus diganti yang sebaiknya tidak diabaikan:
1. Mobil Terasa Limbung Saat Menikung
Salah satu ciri utama shockbreaker bermasalah adalah mobil terasa limbung saat berbelok. Gejala ini menunjukkan bahwa sistem suspensi tidak mampu menahan gaya dorong dari samping dengan baik.
Jika dibiarkan, hal ini bisa membahayakan, terutama saat melaju dengan kecepatan tinggi atau di tikungan tajam.
2. Bocornya Oli pada Shockbreaker
Shockbreaker yang baik seharusnya tidak mengeluarkan cairan. Bila terlihat ada rembesan atau tetesan oli di sekitar komponen ini, maka bisa dipastikan ada kerusakan pada seal-nya. Kebocoran ini membuat daya redam shockbreaker berkurang drastis.
3. Ban Aus Tidak Merata
Ciri shockbreaker harus diganti juga bisa dikenali dari kondisi ban. Jika permukaan ban terlihat aus di satu sisi saja, kemungkinan besar itu disebabkan oleh suspensi yang tidak bekerja optimal. Ini terjadi karena tekanan ban tidak tersebar merata saat kendaraan berjalan.
4. Muncul Suara Ketukan saat Melewati Jalan Rusak
Shockbreaker yang sudah melemah atau rusak akan menimbulkan suara ketukan atau berdecit saat melewati jalan berlubang atau bergelombang. Suara ini merupakan tanda adanya keausan pada komponen dalam shockbreaker.
5. Mobil Mengayun Berlebihan Setelah Melewati Polisi Tidur
Jika mobil terasa terus mengayun atau memantul lebih dari satu kali setelah melewati polisi tidur, berarti shockbreaker tidak mampu meredam hentakan dengan baik. Ini menjadi pertanda jelas bahwa shockbreaker perlu diganti.
Memperhatikan ciri shockbreaker harus diganti sejak awal dapat mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan saat berkendara.
Pemeriksaan berkala dan perawatan suspensi secara rutin adalah langkah bijak untuk menjaga performa kendaraan tetap optimal dan aman di jalan. (KIKI)
Baca juga: Cara Parkir Paralel Mobil Matic Keyless dengan Teknik yang Tepat