Konten dari Pengguna

5 Penyebab Motor Matic Digas Berat dan Solusinya

H

Hendra Mahesa Wardana

Peminat otomotif yang hobi menulis dan traveling.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Hendra Mahesa Wardana tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi penyebab motor matic digas berat. Foto:Unsplash/ Deski Jayantoro
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi penyebab motor matic digas berat. Foto:Unsplash/ Deski Jayantoro

Penyebab motor matic digas berat sering kali membuat pengendara merasa tidak nyaman, apalagi saat melewati tanjakan atau ingin menyalip kendaraan lain.

Kondisi ini bisa menandakan adanya masalah pada sistem mesin atau komponen pendukung lainnya. Banyak pengguna yang mengira ini hal sepele, padahal jika dibiarkan terus-menerus dapat merusak performa mesin secara keseluruhan.

Penyebab Motor Matic Digas Berat

ILustrasi penyebab motor matic digas berat. Foto: Unsplash/ Markus Winkler

Penyebab motor matic digas berat tidak hanya datang dari satu faktor saja, melainkan bisa berasal dari beberapa masalah sekaligus.

Dikutip dari laman motorcycleninja.com, salah satu penyebab motor tidak merespons gas dengan baik bisa berasal dari masalah pada sistem bahan bakar, saringan udara, atau karburator yang tidak terkalibrasi dengan benar.

Oleh karena itu, sangat penting untuk memahami setiap penyebab dan mencari solusi yang tepat agar motor kembali ringan saat dikendarai.

1. Filter Udara Kotor

Filter udara berfungsi menyaring debu dan kotoran agar tidak masuk ke ruang pembakaran. Jika filter ini tersumbat, suplai udara menjadi tidak maksimal sehingga pembakaran tidak sempurna dan tenaga motor menurun.

Bersihkan filter udara setiap 4.000–6.000 km atau ganti jika sudah tidak layak pakai. Gunakan filter berkualitas agar aliran udara tetap optimal.

2. CVT Bermasalah

Sistem transmisi CVT (Continuously Variable Transmission) pada motor matic memegang peranan penting dalam kelancaran akselerasi. Komponen seperti v-belt, roller, dan kampas ganda bisa mengalami keausan atau kotor, yang menyebabkan tarikan menjadi berat.

Servis CVT secara rutin setiap 8.000–10.000 km. Periksa kondisi v-belt dan roller, serta bersihkan area CVT dari debu dan oli berlebih.

3. Busi Melemah

Busi yang sudah aus atau kotor bisa mengakibatkan pembakaran tidak sempurna. Hal ini menyebabkan mesin sulit menghasilkan tenaga optimal, dan motor jadi terasa berat saat digas.

Ganti busi setiap 8.000 km atau sesuai petunjuk pabrikan. Pastikan menggunakan busi yang sesuai dengan spesifikasi motor.

4. Saringan Bahan Bakar Tersumbat

Kotoran yang terbawa dari tangki bensin bisa menumpuk di saringan bahan bakar. Jika tersumbat, suplai bensin ke ruang bakar jadi terhambat dan motor kehilangan tenaga.

Periksa dan bersihkan saringan bahan bakar secara rutin, terutama jika motor sering menggunakan bahan bakar dari tempat yang kualitasnya diragukan.

5. Tekanan Angin Ban Kurang

Ban yang kurang angin membuat permukaan gesekan dengan aspal menjadi lebih besar, sehingga mesin harus bekerja lebih keras. Akibatnya, tarikan motor terasa berat dan boros bahan bakar.

Cek tekanan angin ban minimal seminggu sekali. Gunakan tekanan angin sesuai standar pabrikan (biasanya 29 psi untuk ban depan dan 33 psi untuk ban belakang).

Itulah lima penyebab motor matic digas berat dan solusinya yang bisa kamu periksa secara rutin agar tetap nyaman. (Arf)

Baca juga: Penyebab Busi Motor Matic Cepat Mati yang Harus Diwaspadai sejak Dini