5 Penyebab Oli Mesin Sering Berkurang dan Dampaknya bagi Performa Kendaraan
Peminat otomotif yang hobi menulis dan traveling.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Hendra Mahesa Wardana tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Penyebab oli mesin sering berkurang merupakan salah satu permasalahan umum pada kendaraan yang bisa berakibat fatal bila dibiarkan tanpa penanganan.
Situasi ini menandakan adanya masalah internal dalam sistem pelumasan atau proses pembakaran mesin yang sudah tidak lagi berjalan sebagaimana mestinya.
Perlu pemahaman menyeluruh mengenai berbagai kemungkinan yang menyebabkan berkurangnya oli agar kerusakan mesin yang lebih besar dapat dicegah sejak dini.
Penyebab Oli Mesin Sering Berkurang
Penyebab oli mesin sering berkurang tidak bisa dianggap sebagai hal yang sepele karena berhubungan langsung dengan keselamatan dan umur mesin kendaraan.
Jika kondisi ini terus berlangsung tanpa penanganan, maka risiko kerusakan akibat gesekan logam tanpa pelumasan akan semakin meningkat.
Dikutip dari olympiasubaru.com, berikut adalah beberapa faktor utama yang sering menjadi alasan mengapa oli mesin mengalami pengurangan volume secara terus-menerus.
1. Kebocoran pada Bak Oli (Oil Pan Leak)
Letak bak oli yang berada di bagian bawah mesin membuatnya rentan terkena benturan dari benda asing di jalan.
Benturan semacam ini dapat menyebabkan retak pada permukaan bak oli atau merusak gasket penutup yang menahan oli agar tidak merembes keluar.
Kebocoran ini biasanya ditandai dengan munculnya noda hitam di lantai tempat kendaraan diparkir, terutama setelah digunakan dalam perjalanan panjang.
Meski tampak sederhana, kebocoran bak oli harus segera ditangani karena dapat menyebabkan kehilangan oli dalam jumlah besar dalam waktu singkat.
2. Kebocoran dari Komponen Mesin Lain
Selain bak oli, oli bisa merembes dari titik-titik lain di mesin seperti seal kruk as belakang, paking kepala silinder, atau sambungan gasket lainnya.
Kebocoran ini tidak selalu terlihat secara kasat mata karena bisa terjadi perlahan dan hanya meninggalkan sedikit jejak di sekitar mesin.
Pemeriksaan rutin sangat penting untuk mendeteksi titik-titik rembesan kecil sebelum menjadi kebocoran besar yang mengganggu kinerja mesin.
Penyebab ini biasanya terkait usia komponen yang sudah menua atau pemasangan yang tidak lagi rapat akibat getaran dan panas mesin.
3. Kerusakan pada Katup PCV (Positive Crankcase Ventilation)
Katup PCV berfungsi mengatur tekanan di dalam ruang engkol agar tidak terlalu tinggi akibat gas sisa pembakaran yang masuk kembali ke mesin.
Jika katup ini rusak atau tersumbat, maka oli bisa ikut tersedot ke ruang bakar dan habis karena terbakar bersama bahan bakar.
Gejala umum dari kerusakan ini adalah konsumsi oli yang meningkat tanpa tanda-tanda kebocoran dari luar mesin.
Penggantian katup PCV umumnya cukup sederhana dan biayanya tidak terlalu tinggi, tetapi dampaknya sangat signifikan terhadap kestabilan konsumsi oli.
4. Kerusakan pada Katup dan Pemandunya
Katup mesin berfungsi membuka dan menutup ruang bakar untuk mengatur aliran udara dan gas buang selama proses pembakaran berlangsung.
Seiring waktu, pelumasan yang tidak optimal dan suhu tinggi bisa menyebabkan keausan pada katup dan pemandunya sehingga oli ikut masuk ke ruang pembakaran.
Masalah ini membuat mesin membakar oli secara internal yang ditandai dengan asap knalpot berwarna biru serta penurunan volume oli tanpa kebocoran.
Perbaikan masalah ini umumnya memerlukan pembongkaran silinder kepala dan penggantian komponen, yang tergolong prosedur teknis cukup berat.
5. Keausan Piston dan Ring Piston
Piston yang bergerak naik-turun dalam silinder dilengkapi ring yang berfungsi menyegel dan mencegah oli masuk ke ruang pembakaran.
Ketika ring piston aus, oli dari ruang engkol dapat lolos ke ruang bakar dan terbakar bersama campuran bahan bakar.
Gejala paling umum adalah penurunan tajam volume oli tanpa bekas bocor serta munculnya asap biru dari knalpot saat mesin hidup.
Kerusakan ini termasuk kategori berat dan memerlukan pembongkaran penuh bagian bawah mesin untuk penggantian piston dan ring piston baru.
Kerusakan pada komponen internal atau eksternal mesin dapat menjadi penyebab oli mesin sering berkurang tanpa disadari secara langsung oleh pemilik kendaraan.
Pemeriksaan rutin dan deteksi dini sangat penting untuk menjaga agar sistem pelumasan mesin tetap optimal dalam jangka panjang. (Khoirul)
Baca Juga: Apakah Oli Mesin Motor 2 Tak dan 4 Tak Sama? Cek Perbedaannya di Sini