Konten dari Pengguna

5 Tips Merawat Mobil Matic yang Jarang Diketahui Padahal Sangat Penting

H

Hendra Mahesa Wardana

Peminat otomotif yang hobi menulis dan traveling.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Hendra Mahesa Wardana tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ilustrasi tips merawat mobil matic. Unsplash/Tabea Schimpf
zoom-in-whitePerbesar
ilustrasi tips merawat mobil matic. Unsplash/Tabea Schimpf

Tips merawat mobil matic di awal menjadi perhatian penting bagi siapa saja yang ingin menjaga performa kendaraan tetap optimal dalam jangka panjang.

Mobil bertransmisi otomatis memang dikenal praktis, tetapi perawatannya tetap tidak boleh diabaikan.

Banyak pemilik mobil matic yang hanya fokus pada kenyamanan berkendara tanpa memperhatikan langkah-langkah sederhana untuk merawat sistem transmisinya.

Tips Merawat Mobil Matic

ilustrasi tips merawat mobil matic. Unsplash/Andrew Pons

Dikutip dari laman mistertransmission.com, tips merawat mobil matic menjadi hal penting yang tidak boleh diabaikan demi menjaga performa dan kenyamanan kendaraan.

Meski mobil bertransmisi otomatis menawarkan kemudahan dalam berkendara, perawatannya tetap membutuhkan perhatian khusus.

Sayangnya, masih banyak pemilik mobil matic yang belum mengetahui beberapa hal penting yang justru berdampak besar terhadap keawetan kendaraan.

1. Panaskan Mesin Tanpa Menginjak Pedal Gas

Memanaskan mesin tanpa langsung menginjak pedal gas memungkinkan oli bersirkulasi secara merata ke seluruh bagian mesin dan transmisi.

Langkah sederhana ini membantu melindungi komponen vital dari keausan dini, terutama saat mobil akan digunakan setelah lama tidak dinyalakan.

2. Jangan Memindahkan Tuas Transmisi Saat Mobil Belum Benar-benar Berhenti

Kebiasaan memindahkan tuas transmisi dari posisi D (Drive) ke R (Reverse) atau sebaliknya tanpa menghentikan mobil terlebih dahulu dapat merusak sistem transmisi secara perlahan. Pastikan roda mobil benar-benar berhenti sebelum melakukan perpindahan tuas.

3. Hindari Penggunaan Gigi “L” atau “2” Secara Berlebihan

Penggunaan gigi rendah seperti “L” atau “2” memang diperlukan saat menanjak curam.

Namun, jika terlalu sering digunakan di kondisi jalan yang tidak menuntut, hal ini justru membebani transmisi dan mempercepat penurunan kualitasnya.

4. Ganti Oli Transmisi secara Berkala Meski Tidak Ada Keluhan

Kondisi oli transmisi yang sudah kotor atau menurun kualitasnya tidak selalu disertai gejala langsung.

Oleh karena itu, penggantian oli transmisi tetap harus dilakukan sesuai rekomendasi pabrikan, yaitu antara 20.000–40.000 km tergantung jenis kendaraan.

5. Cek Kondisi Engine Mounting secara Rutin

Engine mounting memiliki peran penting dalam meredam getaran dari mesin ke bodi kendaraan. Jika aus atau rusak, gejala seperti perpindahan gigi yang kasar dan getaran berlebih bisa muncul.

Pemeriksaan secara berkala sangat disarankan agar tidak berdampak pada kenyamanan berkendara.

Dengan memahami dan menerapkan tips merawat mobil matic secara konsisten, risiko kerusakan serius pada transmisi maupun mesin dapat diminimalisir.

Tips merawat mobil matic bukan hanya tentang menjaga keawetan kendaraan, tetapi juga menjaga efisiensi dan keselamatan berkendara dalam jangka panjang. (KIKI)

Baca juga: Penyebab Mobil HR-V Matic Tidak Bisa Distarter dan Cara Mengatasinya