6 Penyebab Busi Basah Oli pada Motor yang Bikin Mesin Sulit Dinyalakan
Peminat otomotif yang hobi menulis dan traveling.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Hendra Mahesa Wardana tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Penyebab busi basah oli pada motor sering kali menimbulkan gejala yang tidak disadari pengendara hingga performa mesin mulai terganggu.
Permasalahan ini dapat memicu pembakaran yang tidak sempurna dan berdampak pada komponen mesin lainnya bila dibiarkan terlalu lama.
Untuk memahami seberapa serius dampaknya, penting mengetahui berbagai sumber kebocoran oli yang bisa membuat busi terkontaminasi.
Penyebab Busi Basah Oli Pada Motor
Penyebab busi basah oli pada motor bisa berasal dari beberapa komponen yang sudah mengalami keausan atau kerusakan akibat usia pemakaian maupun tekanan kerja mesin yang tinggi.
Masuknya oli ke area busi, terutama ujung elektroda, dapat menandakan kerusakan internal yang berpotensi fatal bagi mesin.
Dikutip dari autonationmobileservice.com, berikut adalah beberapa penyebab umum yang harus diperhatikan secara serius karena bisa mengarah pada perbaikan besar.
1. Gasket Penutup Kepala Silinder yang Bocor
Gasket ini berfungsi menyegel sambungan antara penutup kepala silinder dan blok mesin agar oli tidak keluar ke luar jalur pelumasan.
Seiring waktu, gasket bisa menjadi getas dan retak akibat panas mesin yang terus menerus, sehingga oli dapat merembes ke dalam lubang busi.
Ketika oli menggenang di area sumur busi, pengapian akan terganggu dan mesin bisa mengalami misfire atau getaran tidak wajar saat dinyalakan.
Jika kebocoran berasal dari gasket ini, maka proses perbaikan harus segera dilakukan sebelum kerusakan merambat ke sistem pembakaran lainnya.
2. Seal Tabung Busi atau O-ring yang Sudah Aus
Seal ini terletak di bagian atas lubang tabung tempat busi dipasang dan berfungsi mencegah oli masuk ke ruang tersebut.
Jika seal mengalami keretakan atau kehilangan elastisitas, maka oli dari kepala silinder akan mengalir ke area sekitar busi secara perlahan.
Keberadaan oli di sekitar ulir busi dapat menimbulkan gejala pengapian tidak sempurna, khususnya saat mesin sedang dingin.
Penggantian o-ring biasanya cukup mudah, namun harus disertai pembersihan menyeluruh agar sisa oli tidak mengganggu kinerja busi baru.
3. Ring Piston yang Aus atau Macet
Ring piston berfungsi mengatur pelumasan dan mencegah oli masuk ke ruang pembakaran tempat busi bekerja.
Jika ring mengalami keausan atau menempel karena karbon, maka oli akan lolos ke ruang bakar dan membasahi elektroda busi. Situasi ini biasanya disertai peningkatan konsumsi oli serta asap kebiruan dari knalpot yang menandakan pembakaran oli.
Solusinya adalah membongkar mesin dan mengganti seluruh ring piston yang bermasalah agar proses kompresi dan pelumasan kembali normal.
4. Head Gasket yang Rusak
Head gasket bertugas memisahkan saluran oli, air pendingin, dan ruang pembakaran secara rapat agar tidak terjadi percampuran cairan.
Jika gasket ini pecah atau terbakar, maka oli bisa masuk ke ruang bakar dan meninggalkan residu di ujung busi dalam bentuk basah dan berjelaga.
Masalah ini sangat serius karena bisa menyebabkan mesin cepat panas, kehilangan tenaga, dan kerusakan menyeluruh pada silinder.
Langkah perbaikannya melibatkan pembongkaran kepala silinder dan penggantian gasket dengan komponen baru yang sesuai spesifikasi.
5. Sistem Ventilasi Crankcase yang Tersumbat
Sistem ventilasi atau PCV bertugas mengeluarkan gas sisa pembakaran dari ruang engkol agar tekanan dalam mesin tetap stabil.
Jika saluran ini tersumbat, tekanan dalam crankcase akan meningkat dan mendorong oli keluar melalui celah kecil seperti gasket atau seal tabung busi.
Tekanan berlebih ini lama-kelamaan akan merusak segel mesin dan membuat oli menyusup ke bagian yang seharusnya kering.
Pembersihan atau penggantian PCV valve secara berkala akan membantu menjaga tekanan internal mesin tetap seimbang dan optimal.
6. Volume Oli Mesin yang Terlalu Banyak
Mengisi oli secara berlebihan dapat menyebabkan tekanan tinggi dalam ruang mesin, memaksa pelumas keluar melalui gasket atau celah sempit.
Oli yang keluar secara paksa ini bisa masuk ke sumur busi maupun ke ruang bakar dan menimbulkan gangguan pada proses pengapian.
Sebaliknya, volume oli yang terlalu sedikit juga dapat membuat komponen logam cepat aus, mempercepat kebocoran dari dalam silinder.
Pengisian oli harus selalu mengacu pada batas maksimum yang tertera pada stik pengukur untuk mencegah tekanan internal yang tidak wajar.
Secara keseluruhan, penyebab busi basah oli pada motor tidak boleh dianggap sepele karena berisiko menimbulkan kerusakan mesin yang jauh lebih mahal bila tidak segera ditangani.
Langkah terbaik untuk mencegahnya adalah melakukan pemeriksaan berkala dan mengganti komponen penting sesuai usia pakai. (Khoirul)
Baca Juga: 6 Penyebab Rem Cakram Depan Seret dan Cara Mengatasinya