Konten dari Pengguna

Apakah Aki Mobil Bisa Diservice? Ini Faktanya untuk Pemilik Kendaraan

H

Hendra Mahesa Wardana

Peminat otomotif yang hobi menulis dan traveling.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Hendra Mahesa Wardana tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Apakah aki mobil bisa diservice. Foto: Pixabay.com/Tama66
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Apakah aki mobil bisa diservice. Foto: Pixabay.com/Tama66

Apakah aki mobil bisa diservice merupakan pertanyaan penting yang sering muncul saat kendaraan mengalami masalah kelistrikan mendadak.

Banyak pengguna kendaraan belum memahami bahwa komponen ini sebenarnya tidak selalu harus diganti jika terjadi kerusakan ringan.

Perawatan aki dengan langkah yang tepat bisa memperpanjang umur pakainya dan mencegah gangguan lebih serius di masa depan.

Apakah Aki Mobil Bisa Diservice

Ilustrasi Apakah aki mobil bisa diservice. Foto: Pixabay.com/jarmoluk

Apakah aki mobil bisa diservice? Jawabannya adalah bisa, selama jenis aki tersebut bukan tipe tertutup penuh atau rusak total secara fisik dan fungsional.

Mengutip dari tyreplus-me.com, aki basah konvensional merupakan jenis yang paling memungkinkan untuk dilakukan perawatan.

Perawatan tersebut dilakukan dengan cara membersihkan terminal, mengisi ulang cairan elektrolit jika volumenya menurun, dan mengecek tegangan dayanya secara berkala.

Bahkan aki yang dilabeli “maintenance free” pun tetap memerlukan pemeriksaan fisik, terutama jika muncul tanda-tanda korosi di bagian kepala terminal atau penurunan performa dalam menyuplai daya.

Proses servis bisa mencakup pengecekan voltase menggunakan multimeter, pemberian trickle charge untuk mengembalikan kestabilan arus, serta pengencangan konektor yang longgar.

Perawatan seperti pembersihan terminal sangat krusial karena kerak dan karat bisa menghambat aliran listrik antara aki dan sistem kendaraan.

Jika dibiarkan, hambatan ini menyebabkan listrik tidak mengalir optimal dan bisa memicu kegagalan fungsi starter atau sistem pengisian daya dari alternator ke aki.

Pembersihan cukup dilakukan menggunakan air hangat yang dicampur baking soda, kemudian dikeringkan dengan kain bersih agar tidak meninggalkan kelembaban yang bisa mempercepat korosi.

Terminal yang bersih akan menjaga kestabilan suplai daya listrik setiap kali mesin dinyalakan.

Pemeriksaan kabel dan sambungan juga menjadi bagian penting dari proses servis aki, karena gangguan kecil di area ini bisa menyebabkan kerusakan serius pada sistem kelistrikan.

Kabel yang sudah retak, terkelupas, atau longgar berpotensi memicu korsleting dan memperpendek usia aki.

Oleh sebab itu, teknisi biasanya akan memeriksa kelenturan kabel dan kekencangan baut pengikat untuk memastikan koneksi berjalan baik tanpa hambatan.

Penggantian kabel dengan jenis yang sesuai dapat mencegah kerusakan lanjutan tanpa harus mengganti seluruh unit aki.

Pengukuran voltase menjadi indikator utama dalam menentukan apakah kondisi aki masih baik atau perlu tindakan lebih lanjut.

Voltase normal aki dalam kondisi mati berada di kisaran 12,4 hingga 12,7 volt, sedangkan bila turun di bawah angka tersebut, berarti aki kehilangan daya dan memerlukan pengisian ulang.

Trickle charging bisa digunakan sebagai metode pengisian perlahan untuk mengembalikan voltase ke titik ideal tanpa merusak struktur sel di dalamnya.

Proses ini hanya bisa dilakukan jika aki belum mengalami kerusakan sel permanen atau kebocoran cairan yang parah.

Apakah aki mobil bisa diservice sudah terjawab dengan jelas bahwa langkah perawatan bisa dilakukan selama kondisi fisiknya masih memungkinkan.

Pemahaman ini penting agar penggantian aki tidak dilakukan terlalu dini dan dapat membantu menjaga efisiensi biaya pemilik kendaraan. (Khoirul)

Baca Juga: 4 Penyebab Motor Matic Tidak Bisa Distarter Tangan dan Solusinya