Apakah Busi Motor Perlu Diganti? Cek Fakta dan Penjelasannya di Sini
Peminat otomotif yang hobi menulis dan traveling.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Hendra Mahesa Wardana tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Apakah busi motor perlu diganti? Banyak pengendara yang masih bingung perihal mesin pemantik ini. Selama motor menyala dan terasa normal, sebagian orang memilih untuk tidak ambil pusing. Tapi, benarkah itu aman?
Busi sering dianggap remeh karena bentuknya kecil dan jarang terlihat secara langsung. Namun, ada kalanya komponen kecil justru memegang peranan besar. Bisa jadi, kerusakan motor bermula dari busi yang diabaikan.
Karena itu, penting bagi pengendara untuk mengetahui dasar-dasar pengetahuan tentang busi—baik itu umur busi, fungsi, dan lainnya. Hal ini berguna agar kendaraan roda dua tetap responsif, irit, serta nyaman dikendarai.
Apakah Busi Motor Perlu Diganti?
Berdasarkan laman lexhaminsurance.co.uk dan shunbike.com, jawaban atas “apakah busi motor perlu diganti” adalah ya. Tindakan ini perlu dilakukan secara berkala, dengan memperhatikan umur pakai, tanda-tanda, dan risikonya.
1. Batas Umur Busi Harus Diganti
Busi motor tidak dirancang untuk digunakan selamanya. Setiap jenis spark plug ini memiliki batas umur berbeda tergantung bahan penyusunnya. Untuk menjaga performa mesin, perhatikan estimasi jarak tempuh berikut ini.
Copper (tembaga): umur pakai paling pendek, sekitar 10.000–20.000 km.
Platinum: lebih awet, rata-rata mencapai 30.000–50.000 km.
Iridium: umur pakai tertinggi, bisa mencapai 80.000–100.000 km, tergantung pemakaian.
Batas ini dapat bervariasi tergantung kondisi berkendara, kualitas bahan bakar, dan perawatan mesin.
2. Ciri Busi yang Harus Diganti
Selain memperhatikan jarak tempuh, busi juga harus diganti jika menunjukkan tanda-tanda kerusakan. Kondisi fisik dan performa motor bisa jadi indikator penting dalam hal ini. Adapun beberapa ciri-cirinya adalah sebagai berikut ini.
Kondisi fisik rusak: ujung busi terbakar, berkarat, atau patah.
Mesin sering misfire: mesin tersendat saat dinyalakan.
Bau bensin dari knalpot: bahan bakar tidak terbakar sempurna.
Terjadi backfire: terdengar letupan dari knalpot.
Sulit distarter: mesin lama menyala atau harus distarter berulang.
Percikan api lemah: saat diuji, percikan tidak stabil atau tidak muncul.
Gejala tersebut bisa berbeda pada setiap motor, tergantung kebiasaan berkendara, mutu bahan bakar, dan tingkat pemeliharaan mesin.
3. Alasan Busi Harus Diganti
Penggantian busi bukan sekadar rutinitas tahunan, tapi juga merupakan bagian penting dari perawatan sistem pengapian. Bila diabaikan, dampaknya bisa menjalar ke bagian lain kendaraan. Inilah beberapa alasan utamanya.
Menjaga efisiensi pembakaran: spark lemah membuat campuran bahan bakar dan udara tidak terbakar sempurna.
Mencegah kerusakan mesin: busi aus bisa memicu misfire dan overheat.
Stabilkan performa kendaraan: motor terasa lebih ringan dan responsif bila busi optimal.
Menghindari emisi berlebih: busi buruk menyebabkan sisa pembakaran jadi lebih kotor dan berasap.
Mencegah mogok mendadak: busi mati total dapat membuat motor tidak bisa menyala sama sekali.
Selain poin tersebut, masih banyak alasan mengapa busi harus diganti, yang jika diabaikan dapat menurunkan performa sekaligus meningkatkan risiko kerusakan serius.
Itulah fakta dan penjelasan mengenai pertanyaan apakah busi motor perlu diganti. Untuk mengetahui detail dari setiap poin pembahasan di atas, silakan simak penjelasan pada laman tertera atau akses laman otomotif lainnya. (NF)
Baca juga: Cara Memperbaiki Lubang Busi Motor yang Dol dengan Mudah