Konten dari Pengguna
Apakah Radiator Coolant Boleh Dicampur? Ini Penjelasannya
27 Juli 2025 9:08 WIB
·
waktu baca 2 menit
Kiriman Pengguna
Apakah Radiator Coolant Boleh Dicampur? Ini Penjelasannya
Apakah radiator coolant boleh dicampur? Simak penjelasannya di sini.Hendra Mahesa Wardana
Tulisan dari Hendra Mahesa Wardana tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ADVERTISEMENT
Apakah radiator coolant boleh dicampur? Pertanyaan ini sering muncul saat pemilik motor atau mobil ingin menambah cairan pendingin, namun tidak memiliki coolant dengan merek atau warna yang sama.
ADVERTISEMENT
Dalam beberapa kasus, mencampur dua jenis coolant dianggap praktis dan ekonomis, terutama jika coolant lama belum habis. Namun, penting untuk memahami bahwa sistem pendingin sangat sensitif terhadap jenis cairan yang digunakan.
Pencampuran coolant secara sembarangan justru bisa menimbulkan risiko yang tidak terlihat langsung, tetapi berdampak pada performa mesin dalam jangka panjang.
Apakah Radiator Coolant Boleh Dicampur?
Apakah radiator coolant boleh dicampur? Jawabannya tergantung pada jenis dan kandungan kimia dari masing-masing coolant yang akan dicampur.
Dikutip dari laman pttlubricants.pttor.com, mencampur coolant berbeda warna atau formula dapat menyebabkan reaksi kimia yang menghasilkan endapan atau lumpur di dalam radiator.
Reaksi ini bisa menyumbat saluran pendingin, mengganggu sirkulasi cairan, hingga menurunkan kemampuan coolant dalam menyerap panas.
ADVERTISEMENT
Oleh sebab itu, mencampur coolant sebaiknya dilakukan dengan sangat hati-hati dan berdasarkan spesifikasi yang sama.
Pencampuran coolant berbasis etilen glikol dengan coolant berbahan propilen glikol, atau coolant organik dengan coolant konvensional, bisa menimbulkan lumpur atau kerak.
Campuran yang tidak kompatibel juga bisa merusak pelapis antikarat dalam saluran pendingin. Akibatnya, sistem pendingin tidak bekerja secara maksimal, suhu mesin naik drastis, dan risiko overheat meningkat.
Jika sudah begini, komponen seperti thermostat, pompa air, bahkan silinder head bisa terkena dampaknya.
Mengapa harus konsisten menggunakan satu jenis coolant? Coolant yang baik memiliki sifat tahan panas, anti karat, dan mampu menjaga kestabilan suhu mesin.
Penggunaan satu jenis coolant secara konsisten memastikan kestabilan kandungan kimia dan perlindungan optimal terhadap sistem pendingin. Mencampur dua coolant yang kompatibel sekalipun tetap berisiko menurunkan efektivitas bahan aditif di dalamnya.
ADVERTISEMENT
Hindari mencampur coolant berbeda warna, merek, atau kandungan kimia karena dapat menyebabkan endapan dan menurunkan kinerja sistem pendingin.
Untuk menjaga kesehatan mesin dan radiator, gunakan satu jenis coolant yang direkomendasikan oleh pabrikan dan lakukan penggantian secara rutin sesuai jadwal servis. (Arf)
