Konten dari Pengguna

Apakah Radiator Motor Bisa Pakai Air Biasa? Ini Jawabannya

Peminat otomotif yang hobi menulis dan traveling.
27 Juli 2025 9:07 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kiriman Pengguna
Apakah Radiator Motor Bisa Pakai Air Biasa? Ini Jawabannya
Apakah radiator motor bisa pakai air biasa? Simak jawabannya di sini.
Hendra Mahesa Wardana
Tulisan dari Hendra Mahesa Wardana tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi apakah radiator motor bisa pakai air biasa?. Foto: Unsplash/ Austin Neill
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi apakah radiator motor bisa pakai air biasa?. Foto: Unsplash/ Austin Neill
ADVERTISEMENT
Apakah radiator motor bisa pakai air biasa? Pertanyaan ini sering diajukan oleh para pengguna sepeda motor, terutama yang memakai sistem pendingin cair.
ADVERTISEMENT
Radiator sendiri memiliki peran penting untuk menjaga suhu mesin tetap stabil saat berkendara. Jika suhu mesin tidak terkendali, risiko overheat sangat tinggi dan dapat merusak komponen vital seperti piston, silinder, hingga head silinder.
Itulah sebabnya, cairan yang digunakan dalam radiator harus benar-benar tepat dan tidak sembarangan.

Apakah Radiator Motor Bisa Pakai Air Biasa?

Ilustrasi apakah radiator motor bisa pakai air biasa?. Foto: Unsplash/ Roland Suciu
Apakah radiator motor bisa pakai air biasa? Jawabannya bisa iya, tetapi hanya dalam kondisi darurat.
Dikutip dari laman pttlubricants.pttor.com, penggunaan air biasa seperti air keran tidak disarankan secara rutin karena mengandung mineral yang dapat memicu kerak dan korosi di dalam sistem pendingin.
Selain itu, air biasa tidak memiliki titik didih dan titik beku yang stabil serta tidak mengandung zat aditif seperti anti karat dan pelumas khusus, sehingga tidak mampu melindungi komponen secara menyeluruh.
ADVERTISEMENT
Penggunaan air biasa dalam jangka panjang dapat menyebabkan saluran radiator tersumbat oleh kerak atau endapan mineral. Ketika aliran pendingin terganggu, proses penurunan suhu mesin menjadi tidak optimal.
Mesin akan lebih cepat panas, performa menurun, dan komponen dalam sistem pendingin dapat mengalami kerusakan permanen. Akibat lainnya, biaya perbaikan bisa jauh lebih mahal dibanding penggantian cairan radiator secara rutin.
Keunggulan coolant dibanding air biasa adalah coolant dibuat khusus untuk radiator dengan campuran zat kimia yang mampu menjaga suhu mesin tetap stabil dalam berbagai kondisi.
Selain memiliki titik didih tinggi dan titik beku rendah, coolant juga mengandung zat anti karat dan pelumas yang berfungsi menjaga keawetan pompa air, saluran pendingin, dan dinding blok mesin.
ADVERTISEMENT
Warna khas dari coolant juga memudahkan deteksi jika terjadi kebocoran.
Penggunaan coolant tidak hanya menjaga suhu mesin tetap stabil, tetapi juga mencegah kerusakan dini pada sistem pendingin. Perawatan radiator secara berkala akan membuat kinerja mesin lebih optimal dan lebih tahan lama. (Arf)