Apakah setelah Turun Mesin Motor Tidak Boleh Jalan Jauh? Ini Informasinya
Peminat otomotif yang hobi menulis dan traveling.
ยทwaktu baca 3 menit
Tulisan dari Hendra Mahesa Wardana tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Apakah setelah turun mesin motor tidak boleh jalan jauh penting diketahui oleh pemilik kendaraan yang mengalami turun mesin. Sebab, usai kendaraan mengalami turun mesin, terdapat sejumlah hal yang perlu diperhatikan demi keamanan saat berkendara.
Turun mesin adalah perbaikan kendaraan yang melibatkan pembongkaran seluruh bagian mesin.
Motor yang mengalami turun mesin biasanya terjadi akibat adanya kerusakan berat, sebagaimana dikutip dari buku Panduan Praktis Merawat dan Memperbaiki Sepeda Motor, Ir. Hartoto Soedarmo. SE, (2008:1).
Apakah Setelah Turun Mesin Motor Tidak Boleh Jalan Jauh?
Saat motor selesai diperbaiki usai turun mesin, maka ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh pemilik kendaraan. Lantas, apakah setelah turun mesin motor tidak boleh jalan jauh? Berikut adalah informasi selengkapnya untuk diketahui.
Saat motor yang baru turun mesin, maka harus melewati masa inreyen terlebih dahulu. Inreyen adalah penyesuaian kendaraan baru sebelum digunakan secara optimal. Hal ini membuat kendaraan harus dijalankan dengan hati-hati selama masa penyesuaian tersebut.
Biasanya masa inreyen untuk motor yang baru turun mesin adalah sekitar 1 bulan. Jadi selama waktu tersebut, motor hanya bisa digunakan untuk jarak dekat. Inreyen wajib dilakukan agar komponen pada mesin yang baru diganti bisa melakukan adaptasi.
Selain tidak bisa digunakan untuk jarak jauh, ada juga beberapa hal lain yang perlu diperhatikan pada motor yang selesai turun mesin. Adapun beberapa hal yang perlu diperhatikan tersebut antara lain adalah sebagai berikut.
1. Ganti Oli secara Rutin
Sama seperti kendaraan lain, sepeda motor yang selesai turun mesin juga perlu dilakukan penggantian oli secara rutin. Pastikan untuk mengganti oli tepat waktu, agar gesekan antar komponen dalam mesin bisa bekerja dengan baik.
2. Gunakan Kendaraan dengan Normal
Hal penting dalam berkendara menggunakan motor yang telah dilakukan turun mesin adalah menggunakannya dengan normal. Misalnya dengan mengendarai sepeda motor dengan pelan-pelan dan jika ingin menaikkan kecepatan, maka dilakukan secara bertahap.
3. Hindari Memutar Gas Terlalu Penuh
Saat berkendara, maka sebaiknya hindari memutar gas terlalu penuh, seperti berkendara dengan kecepatan tinggi atau melakukan rem mendadak. Sebab, seluruh bagian motor perlu mengalami adaptasi, termasuk bagian luar seperti pengereman dan ban.
4. Jangan Mengendarai dengan Kecepatan Penuh
Pada motor yang baru turun mesin dan masih dalam masa inreyen, maka jangan mengendarai motor tersebut dengan kecepatan penuh. Motor tidak boleh dibawa ngebut untuk menghindari adanya kerusakan kembali pada mesin.
5. Istirahatkan Kendaraan
Jika motor digunakan terlalu lama, maka sebaiknya istirahatkan kendaraan. Biasanya motor bisa diistirahatkan setiap setengah jam sekali, agar mesin tidak terlalu panas yang nantinya bisa menyebabkan kerusakan.
Jadi bagi sepeda motor yang baru mengalami turun mesin, maka tidak diperbolehkan untuk bepergian jarak jauh. Ada baiknya melewati masa inreyen terlebih dahulu, agar motor bisa menyesuaikan dengan mesin yang baru dan bisa dikendarai dengan aman serta nyaman.
Itu dia informasi mengenai apakah setelah turun mesin motor tidak boleh jalan jauh yang perlu diketahui oleh pemilik kendaraan bermotor.
Pastikan untuk selalu merawat kendaraan dengan baik, agar bisa terhindar dari kerusakan parah yang bisa mengakibatkan turun mesin kendaraan. (Prima)
Baca juga: Apakah Motor Turun Mesin Bisa Kembali Normal? Ini Penjelasannya