Konten dari Pengguna

Arti Hybrid pada Mobil dan Keunggulannya

H

Hendra Mahesa Wardana

Peminat otomotif yang hobi menulis dan traveling.

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Hendra Mahesa Wardana tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Mobil Hybrid, Foto:Unsplash/Getty Images
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Mobil Hybrid, Foto:Unsplash/Getty Images

Arti hybrid pada mobil bukan sekadar tren baru dalam dunia otomotif, melainkan cerminan dari perubahan besar dalam cara manusia memandang teknologi transportasi.

Perkembangan ini muncul seiring meningkatnya kesadaran akan pentingnya efisiensi energi dan upaya mengurangi dampak lingkungan.

Di berbagai negara, konsep kendaraan hybrid mulai mendapat tempat istimewa karena dianggap mampu menjawab tantangan zaman yang semakin kompleks.

Arti Hybrid pada Mobil

Ilustrasi Mobil Hybrid, Foto:Unsplash/Markus Spiske

Arti hybrid pada mobil mengacu pada kendaraan yang menggunakan dua sistem penggerak utama, yaitu mesin pembakaran internal dan motor listrik, namun tetap hanya memerlukan bensin sebagai bahan bakarnya.

Meskipun terdapat varian berbahan bakar diesel, jenis ini lebih banyak digunakan untuk kendaraan berat seperti lokomotif dan alat industri skala besar.

Dikutip dari laman caranddriver.com, mengungkapkan bahwa mobil hybrid memiliki baterai kecil bertegangan tinggi untuk menggerakkan motor listrik, dan baterai tersebut tidak perlu diisi ulang melalui sambungan listrik eksternal.

Listrik yang digunakan pada motor listrik dihasilkan melalui proses regenerative braking atau pengereman regeneratif.

Ketika kendaraan melambat atau berhenti, energi kinetik yang biasanya terbuang akan diubah menjadi energi listrik dan disimpan kembali di dalam baterai.

Teknologi ini mirip dengan Kinetic Energy Recovery System (KERS) yang digunakan dalam balap Formula 1. Energi yang tersimpan kemudian digunakan untuk membantu akselerasi saat mobil mulai bergerak, sehingga memperlambat aktifnya mesin bensin.

Dalam kondisi lalu lintas kota, sistem ini secara signifikan meningkatkan efisiensi bahan bakar dibandingkan mobil non-hybrid.

Regenerative braking bekerja berdasarkan prinsip dasar motor listrik. Saat diberi arus listrik, motor menggerakkan mobil.

Namun ketika mobil melaju dan terjadi perlambatan, motor berfungsi sebagai generator yang memproduksi listrik dari energi gerak.

Proses ini juga membantu memperlambat kendaraan secara alami. Komputer dalam sistem mobil akan menyesuaikan kapan pengereman regeneratif aktif, terutama saat pedal rem ditekan atau saat mobil menuruni jalan.

Ukuran baterai mobil hybrid biasanya sangat kecil, hanya sekitar 1 kilowatt-jam (kWh), atau sekitar 1 hingga 2 persen dari kapasitas baterai pada mobil listrik murni.

Karena itu, mobil hybrid tidak mendukung fitur seperti one-pedal driving yang umum pada kendaraan listrik penuh.

Jenis hybrid yang paling umum adalah parallel hybrid, di mana mobil dapat bergerak menggunakan motor listrik saja, mesin bensin saja, atau kombinasi keduanya.

Sistem ini memungkinkan efisiensi optimal di kecepatan rendah dan stabilitas tenaga di kecepatan tinggi. Teknologi ini telah diadopsi oleh berbagai produsen otomotif seperti Toyota, Lexus, Honda, Kia, dan Ford.

Dengan memahami lebih dalam, arti hybrid pada mobil tidak hanya mencerminkan perpaduan teknologi, tetapi juga langkah menuju efisiensi dan keberlanjutan dalam dunia transportasi modern. (ARIF)

Baca juga: Biaya Cat Mobil Full Body, Mulai dari yang Murah hingga Premium