Biaya Turun Mesin Motor dan Penyebabnya yang Perlu Diketahui Pemilik Kendaraan
Peminat otomotif yang hobi menulis dan traveling.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Hendra Mahesa Wardana tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Biaya turun mesin motor kerap jadi salah satu hal yang dipertanyakan oleh pemilik kendaraan bermotor.
Apalagi jika terdapat masalah pada kendaraan dan perlu melakukan turun mesin motor untuk mengatasi masalah tersebut. Turun mesin termasuk ke dalam jenis perbaikan berat.
Dikutip dari buku Pengelolaan Bengkel Sepeda Motor SMK/MAK Kelas XII, Z. Furqon, S.T., (2021:116), perbaikan berat pada motor terjadi apabila ada kerusakan yang besar, seperti masalah pengapian hingga komponen pada kendaraan yang sudah tidak sesuai standar.
Biaya Turun Mesin Motor yang Perlu Diketahui
Saat terjadi masalah pada sepeda motor dan diperlukan turun mesin, maka pemilik kendaraan perlu menyiapkan sejumlah dana. Diketahui biaya turun mesin motor terdapat perbedaan dengan nominal yang sangat bervariasi.
Beda lokasi daerah maupun bengkel dapat memengaruhi besaran biaya untuk turun mesin.
Di beberapa lokasi turun mesin bisa dikenakan biaya mulai dari Rp1.500.000 hingga Rp5.000.000. Bahkan, ada juga yang biayanya berkisar antara Rp2.000.000 hingga Rp5.000.000.
Perbedaan biaya tersebut tergantung dengan tingkat kerusakan yang dialami kendaraan serta lokasi.
Untuk memastikan biaya tepatnya, pemilik kendaraan bisa datang ke lokasi bengkel terdekat untuk mengecek kendaraan terlebih dahulu dan mengetahui besaran biaya yang perlu dikeluarkan.
Penyebab Turun Mesin pada Sepeda Motor
Agar terhindar dari turun mesin, maka pemilik kendaraan perlu mengetahui penyebab terjadinya turun mesin pada sepeda motor. Adapun beberapa penyebab yang bisa diketahui antara lain adalah sebagai berikut.
1. Faktor Usia
Penyebab utama sepeda motor mengalami turun mesin adalah faktor usia. Sepeda motor yang umurnya sudah tua, maka mesin di dalamnya pun juga akan berkurang performanya.
Jika terjadi hal tersebut, maka perlu diganti yang baru agar sepeda motor tetap bisa digunakan dengan nyaman.
2. Jarang Melakukan Servis Kendaraan
Servis rutin wajib dilakukan oleh para pemilik kendaraan untuk menjaga sepeda motor agar awet. Oleh karena itu, jika jarang melakukan servis kendaraan maka bisa menyebabkan kerusakan pada kendaraan, sehingga nantinya dibutuhkan turun mesin.
3. Ganti Oli yang Terlambat
Mengganti oli secara rutin jadi salah satu cara membuat kendaraan tetap awet dan nyaman digunakan. Apabila jarang atau kerap terlambat dalam mengganti oli, maka bisa menjadi penyebab terjadinya turun mesin.
Komponen mesin dalam kendaraan membutuhkan oli sebagai pelumas agar gesekan antar komponen tidak menimbulkan kerusakan. Jika oli jarang diganti, maka bisa membuat komponen tersebut menjadi rusak.
4. Kebiasaan Mengemudikan Kendaraan yang Buruk
Mengemudikan kendaraan dengan buruk jadi salah satu penyebab sepeda motor bisa turun mesin. Beberapa contoh mengemudi dengan buruk adalah kerap menggeber kendaraan atau memacu dalam kecepatan yang lebih dari batas aman.
5. Kerap Melewati Banjir
Penyebab lainnya adalah terjadinya kerusakan pada komponen mesin akibat melewati banjir. Apabila terjadi banjir dengan ketinggian air yang tinggi, maka sebaiknya hindari menerobos banjir tersebut.
Sebab, menerobos banjir dapat membuat air masuk ke mesin dan membuat mesin menjadi rusak. Jika terlalu sering, maka kerusakan akan semakin parah dan membuat kendaraan bisa turun mesin.
Itu dia informasi seputar biaya turun mesin motor yang perlu diketahui oleh pemilik kendaraan bermotor.
Perlu diingat bahwa nominal biaya bisa lebih besar maupun lebih kecil, tergantung lokasi masing-masing serta tingkat dan jenis kerusakan pada sepeda motor. (Prima)
Baca juga: Biaya Servis CVT Berapa? Ini Penjelasannya