Cara Amplas Busi Motor agar Kinerja Mesin Tetap Optimal dan Tahan Lama
Peminat otomotif yang hobi menulis dan traveling.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Hendra Mahesa Wardana tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Cara amplas busi motor menjadi salah satu langkah perawatan penting untuk menjaga kinerja sistem pengapian sepeda motor tetap optimal dalam jangka waktu panjang.
Busi yang kotor, berkarbon, atau berkerak bisa menyebabkan pembakaran tidak sempurna dan performa mesin menurun drastis.
Proses pengamplasan bertujuan menghilangkan kerak tanpa merusak bagian penting dari busi agar tetap dapat menghantarkan percikan api secara stabil.
Cara Amplas Busi Motor
Cara amplas busi motor wajib mengikuti langkah-langkah sistematis agar kinerja pembakaran tetap maksimal dan tidak merusak permukaan elektroda.
Dikutip dari motorcyclecruiser.com, berikut adalah langkah-langkah yang perlu diperhatikan saat melakukan pengamplasan busi motor agar hasilnya efektif tanpa merusak komponen penting.
1. Lepas Busi dari Mesin Motor Secara Hati-hati
Busi harus dilepas satu per satu dari mesin agar tidak tertukar posisinya ketika dipasang kembali ke ruang bakar. Gunakan kunci busi sesuai ukuran dan putar perlahan sampai busi terangkat sepenuhnya tanpa paksa.
Perhatikan kondisi fisik busi, termasuk apakah ada retakan pada isolator atau keausan ekstrem di elektroda. Hindari menjatuhkan busi ke permukaan keras karena insulator keramik sangat rentan retak.
2. Bersihkan Bagian Luar Busi dari Debu dan Oli
Sebelum masuk ke tahap pengamplasan, bagian luar busi sebaiknya dibersihkan lebih dulu dari endapan oli atau tanah. Gunakan kain lap bersih dan kering untuk mengelap kotoran yang menempel pada bodi logam busi.
Bila ada kerak keras, gunakan sedikit cairan pembersih karburator agar lebih mudah terangkat tanpa harus digosok terlalu keras.
Membersihkan bagian luar akan membantu saat mengamplas agar serpihan tidak masuk ke ulir atau celah elektroda.
3. Amplas Elektroda dengan Amplas Halus Secara Perlahan
Gunakan amplas halus nomor 220 untuk mengamplas elektroda busi yang terdapat kerak hitam. Letakkan amplas di celah antara elektroda tengah dan elektroda ground, kemudian gerakkan perlahan maju-mundur.
Hindari tekanan berlebih yang dapat mengikis lapisan logam dan memperpendek usia pakai busi. Bila kerak membandel, bisa ditambahkan sedikit gerakan memutar menggunakan amplas kering untuk mempercepat proses.
Hindari penggunaan amplas kasar karena dapat merusak bentuk dan jarak celah elektroda.
4. Bersihkan Ulir dan Pastikan Busi Dalam Kondisi Kering
Setelah elektroda bersih, gunakan sikat kawat untuk mengangkat sisa debu dari ulir busi agar tidak ada kotoran yang tertinggal saat dipasang kembali.
Lap seluruh permukaan busi dengan kain bersih dan pastikan tidak ada kelembapan atau sisa cairan.
Jangan biarkan busi basah karena bisa memicu korsleting saat dialiri arus listrik dari koil. Proses pengeringan juga penting sebelum busi diuji dengan pengukur percikan api.
5. Pasang Kembali Busi dan Periksa Percikan Api Sebelum Digunakan
Setelah seluruh proses selesai, pasang kembali busi ke mesin dan kencangkan sesuai torsi standar pabrikan. Lakukan pengecekan percikan api dengan menempelkan ulir busi ke bagian logam mesin dan hidupkan starter.
Bila terlihat percikan berwarna biru terang dan stabil, berarti busi siap digunakan kembali. Bila percikan tidak terlihat atau hanya kecil dan oranye, ulangi proses pengamplasan atau pertimbangkan mengganti busi dengan yang baru.
Cara amplas busi motor dapat meningkatkan efisiensi pembakaran jika dilakukan dengan benar dan rutin sesuai kondisi penggunaan motor. (Khoirul)
Baca Juga: Cara Mencuci Motor Matic Injeksi yang Benar agar Mesin Awet dan Tidak Rusak