Konten dari Pengguna

Cara Memasang Roller yang Benar agar Performa CVT Motor Tetap Maksimal

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Hendra Mahesa Wardana tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi cara memasang roller yang benar. Foto: Pixabay.com/SplitShire
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi cara memasang roller yang benar. Foto: Pixabay.com/SplitShire

Cara memasang roller yang benar pada motor sangat penting untuk diperhatikan. Kesalahan kecil dalam proses pemasangan ini bisa menimbulkan kerusakan permanen pada komponen CVT motor.

Roller memiliki peran besar dalam menentukan akselerasi, top speed, serta efisiensi mesin secara keseluruhan.

Apabila tidak dipasang dengan benar, dampaknya tidak hanya pada kinerja motor yang menurun, tetapi juga menimbulkan bunyi aneh dan kerusakan serius.

Cara Memasang Roller yang Benar pada Motor

Ilustrasi mengendarai sepeda motor. Foto: Pixabay.com/Shutter_Speed

Dikutip dari drpulley.co, berikut adalah cara memasang roller yang benar agar tidak terjadi kesalahan fatal pada komponen CVT dan performa kendaraan tetap maksimal.

1. Ketahui Arah Rotasi Variator Sebelum Memasang Roller

Langkah paling awal sebelum memasang roller adalah dengan menentukan arah rotasi variator, karena dari sinilah orientasi pemasangan bisa disesuaikan.

Bagian roller yang terbuka harus menghadap ke arah yang sama dengan putaran variator. Hal ini dikarenakan gaya inersia akan mendorongnya ke sisi tersebut saat mesin berakselerasi.

Jika bagian terbuka dipasang secara berlawanan, maka logam di dalam roller bisa terlepas. Akibatnya, terjadi gesekan berlebih di dalam rumah roller.

Kerusakan ini juga bisa menyebabkan getaran saat berkendara dan ausnya rumah variator dalam waktu singkat.

2. Kenali Sisi Penahan dan Sisi Terbuka pada Setiap Roller

Setiap roller mempunyai dua sisi yang berbeda, yaitu sisi penahan yang biasanya lebih tebal dan sisi terbuka yang tampak lebih kosong atau memiliki celah lebih besar.

Sisi penahan harus selalu menghadap berlawanan arah dengan putaran variator agar mampu menahan gaya dorong saat mesin bekerja.

Jika posisi ini terbalik, roller akan mudah tergeser dan sisipan logam di dalamnya bisa merusak permukaan ramp plate. Kondisi ini biasanya ditandai dengan suara kasar atau bunyi ‘ketuk-ketuk’ saat CVT bekerja.

3. Gunakan Panduan Posisi sesuai Sisi Transmisi Kendaraan

Motor dengan transmisi di sisi kiri memiliki arah putaran variator yang berbeda dibandingkan motor dengan transmisi di kanan.

Untuk motor dengan transmisi di kiri, roller harus dipasang dengan sisi penahan menghadap searah jarum jam, mengikuti arah rotasi variator.

Kesalahan dalam membaca arah transmisi bisa membuat semua roller dipasang terbalik dan menghasilkan kerusakan dalam waktu cepat.

Memahami letak transmisi bisa membantu dalam menentukan orientasi pemasangan yang tepat tanpa harus membongkar komponen berkali-kali.

4. Periksa Ulang Semua Roller Sebelum Menutup Kembali CVT

Sebelum menutup rumah CVT, pastikan semua roller telah terpasang pada posisi yang tepat, tidak terbalik, dan terletak secara simetris dalam jalurnya.

Pemasangan yang tidak rata atau ada satu roller terbalik bisa membuat motor kehilangan keseimbangan saat berakselerasi.

Roller yang tidak sesuai arah akan lebih cepat aus dan serpihannya bisa merusak komponen lain.

Pengecekan akhir sangat penting agar proses pemasangan tidak sia-sia dan performa motor tetap optimal dalam jangka panjang.

Cara memasang roller yang benar harus dilakukan secara teliti agar tidak menimbulkan masalah pada sistem transmisi otomatis. Memastikan setiap roller berada dalam orientasi yang tepat akan menjaga umur pakai CVT tetap panjang. (Shofia)

Baca Juga: Apakah Jok Motor bisa Dicuci? Ini Jawabannya