Konten dari Pengguna

Cara Memperbaiki Aki Basah yang Tidak Bisa Menyimpan Setrum

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Hendra Mahesa Wardana tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi cara memperbaiki aki basah yang tidak bisa menyimpan setrum. Foto: Pixabay.com/Ralphs_Fotos
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi cara memperbaiki aki basah yang tidak bisa menyimpan setrum. Foto: Pixabay.com/Ralphs_Fotos

Cara memperbaiki aki basah yang tidak bisa menyimpan setrum sering menjadi topik penting bagi pemilik kendaraan, terutama ketika performa listrik mulai menurun.

Kondisi ini dapat terjadi akibat beberapa faktor, mulai dari masalah pada komponen internal hingga kebiasaan perawatan yang kurang tepat.

Memahami faktor penyebab dan langkah penanganan yang tepat akan membantu mengembalikan fungsi aki secara optimal.

Cara Memperbaiki Aki Basah yang Tidak Bisa Menyimpan Setrum

Ilustrasi cara memperbaiki aki basah yang tidak bisa menyimpan setrum. Foto: Pixabay.com/Ralphs_Fotos

Berikut adalah cara memperbaiki aki basah yang tidak bisa menyimpan setrum dengan langkah yang tepat agar usia pakai lebih panjang, dikutip dari toolsense.io dan telletire.com.

1. Bersihkan Terminal Aki dari Korosi

Korosi pada terminal aki dapat menghambat aliran listrik sehingga proses pengisian menjadi tidak maksimal.

Pembersihan dilakukan dengan mencabut kabel aki, lalu menggunakan sikat kawat atau sikat gigi bekas yang telah dibasahi larutan air dan baking soda.

Pastikan seluruh kerak berwarna putih atau kehijauan terangkat sepenuhnya sebelum terminal dipasang kembali. Setelah bersih, berikan lapisan tipis pelindung seperti grease atau spray anti karat untuk mencegah korosi kembali muncul.

2. Periksa dan Isi Ulang Air Aki

Untuk dapat berfungsi secara maksimal, aki basah harus memiliki jumlah dan konsentrasi cairan elektrolit yang sesuai standar.

Periksa setiap sel aki dan pastikan ketinggian air berada di antara batas maksimum dan minimum yang tertera pada wadah. Jika kurang, tambahkan air aki murni atau air suling hingga mencapai level yang dianjurkan.

Hindari menggunakan air keran karena kandungan mineralnya dapat merusak pelat aki dan memperpendek usia pakai.

3. Lakukan Pengisian Ulang dengan Charger Aki

Pengisian ulang menggunakan charger aki yang sesuai dapat membantu memulihkan daya simpan. Pilih mode pengisian lambat untuk menghindari panas berlebih yang bisa merusak pelat timah di dalam aki.

Proses ini biasanya memakan waktu beberapa jam hingga tegangan mencapai level normal. Selama pengisian, pantau indikator tegangan untuk mencegah overcharge yang justru bisa memperparah kerusakan.

4. Jalankan Proses Equalizing Charge

Equalizing charge adalah metode pengisian daya secara berkala dengan tegangan sedikit lebih tinggi dari normal. Tujuannya adalah untuk menghilangkan penumpukan sulfat pada pelat aki dan menyeimbangkan tegangan antar sel.

Proses ini sebaiknya dilakukan setiap beberapa bulan sekali, khususnya jika kendaraan jarang digunakan. Lakukan langkah ini dengan hati-hati sesuai panduan agar tidak menimbulkan panas berlebih.

5. Periksa Alternator dan Sistem Pengisian Kendaraan

Aki yang cepat habis bisa disebabkan oleh sistem pengisian kendaraan yang tidak bekerja dengan baik. Gunakan multimeter untuk memeriksa tegangan output alternator saat mesin hidup.

Tegangan yang normal biasanya berada di kisaran 13,8–14,4 volt. Jika hasilnya di luar rentang tersebut, perbaikan atau penggantian alternator mungkin diperlukan agar aki dapat terisi secara optimal saat kendaraan digunakan.

Perawatan rutin dan pengecekan berkala sangat penting untuk mencegah masalah berulang.

Dengan menerapkan cara memperbaiki aki basah yang tidak bisa menyimpan setrum secara benar, performa listrik kendaraan akan tetap stabil dan umur aki dapat diperpanjang secara signifikan. (Khoirul)

Baca Juga: Apakah Aki Kering Bisa Dicas? Ini Penjelasan dan Cara Aman untuk Melakukannya