Konten dari Pengguna

Ciri-Ciri Piston Mobil Rusak yang Wajib Diwaspadai

H

Hendra Mahesa Wardana

Peminat otomotif yang hobi menulis dan traveling.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Hendra Mahesa Wardana tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Ciri-ciri Piston Mobil Rusak. Foto: Pixabay.com/jarmoluk
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Ciri-ciri Piston Mobil Rusak. Foto: Pixabay.com/jarmoluk

Ciri-ciri piston mobil rusak dapat dikenali dari berbagai gejala yang memengaruhi kinerja mesin secara keseluruhan.

Kerusakan pada komponen ini bisa berdampak serius terhadap performa kendaraan apabila tidak segera diatasi.

Oleh karenanya, identifikasi dini terhadap kerusakan piston sangat penting untuk mencegah kerusakan yang lebih parah pada sistem mesin.

Ciri-Ciri Piston Mobil Rusak

Ilustrasi Ciri-ciri Piston Mobil Rusak. Foto: Pixabay.com/Fotorech

Ciri-ciri piston mobil rusak biasanya ditandai dengan beberapa gejala yang berkaitan langsung dengan tekanan mesin dan konsumsi oli.

Berikut adalah tanda-tanda kerusakan piston pada mesin kendaraan yang perlu diketahui, dikutip dari autotrainingcentre.com.

1. Asap Putih atau Abu-abu Keluar dari Knalpot

Asap putih atau abu-abu yang keluar dari knalpot sering menandakan adanya pembakaran oli di dalam ruang bakar akibat kerusakan piston.

Gejala ini biasanya muncul ketika oli mesin masuk ke ruang pembakaran karena retakan atau celah pada piston. Oli yang terbakar tersebut menghasilkan asap dengan warna mencolok yang tidak normal saat kendaraan beroperasi.

Jika kondisi ini dibiarkan dapat menyebabkan kerusakan lanjutan pada sistem emisi dan komponen lainnya.

2. Performa Mesin Menurun Drastis

Penurunan performa mesin merupakan indikasi umum dari kerusakan piston karena tekanan di dalam silinder tidak dapat dipertahankan secara optimal.

Piston yang retak atau aus tidak mampu menciptakan kompresi maksimal, sehingga tenaga untuk akselerasi berkurang signifikan. Kondisi ini dapat dirasakan ketika kendaraan terasa berat saat melaju atau tidak responsif saat pedal gas diinjak.

Dalam jangka panjang, mesin akan kesulitan bekerja pada beban normal dan akhirnya bisa mati mendadak.

3. Konsumsi Oli Menjadi Sangat Boros

Peningkatan konsumsi oli yang tidak wajar bisa menunjukkan adanya kebocoran oli melalui celah piston yang rusak.

Ketika piston mengalami keausan, cincin piston kehilangan kemampuannya untuk menyegel oli di dalam ruang silinder.

Akibatnya, oli masuk ke ruang pembakaran dan habis lebih cepat daripada biasanya. Pengisian oli yang terlalu sering dalam waktu singkat bisa menjadi tanda bahwa piston tidak lagi berfungsi dengan baik.

4. Terdengar Bunyi Ketukan dari Dalam Mesin

Bunyi ketukan atau dentingan dari dalam mesin biasanya berasal dari piston yang tidak pas di dalam silinder akibat keausan atau retakan. Suara ini terdengar jelas saat mesin pertama kali dinyalakan atau saat kendaraan dipacu pada putaran tinggi.

Getaran yang disebabkan oleh gerakan piston yang tidak stabil dapat merusak bagian mesin lainnya.

Pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk memastikan apakah suara tersebut berasal dari piston atau komponen mesin lain yang bermasalah.

5. Hasil Uji Kompresi Menunjukkan Tekanan Rendah

Tekanan rendah pada satu atau beberapa silinder dalam uji kompresi bisa mengindikasikan kerusakan pada piston. Kerusakan ini dapat berupa piston retak, aus, atau ring piston yang tidak lagi mampu menahan tekanan.

Hasil uji ini menunjukkan bahwa tekanan di dalam silinder tidak cukup kuat untuk menghasilkan tenaga yang dibutuhkan.

Jika gejala ini ditemukan, perbaikan atau penggantian piston harus segera dilakukan agar mesin dapat berfungsi kembali secara normal.

Ciri-ciri piston mobil rusak harus dikenali agar tidak menimbulkan kerusakan lanjutan pada mesin dan sistem pembakaran. (Khoirul)

Baca Juga: Apakah Jok Motor bisa Dicuci? Ini Jawabannya