Konten dari Pengguna

Ganti Oli Berapa Lama? Ini Jawaban & Tips Perawatannya

H

Hendra Mahesa Wardana

Peminat otomotif yang hobi menulis dan traveling.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Hendra Mahesa Wardana tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi ganti oli berapa lama?. Foto: Unsplash/ Tim Mossholder
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ganti oli berapa lama?. Foto: Unsplash/ Tim Mossholder

Ganti oli berapa lama? Pertanyaan ini sering muncul di kalangan pemilik kendaraan, baik motor maupun mobil.

Oli berfungsi sebagai pelumas yang menjaga agar komponen mesin tidak cepat aus akibat gesekan, sekaligus membantu mendinginkan suhu mesin.

Seiring penggunaan, kualitas oli akan menurun karena terpapar panas, kotoran, dan sisa pembakaran. Itulah sebabnya mengganti oli secara rutin sangat penting untuk menjaga performa dan umur mesin kendaraan.

Ganti Oli Berapa Lama?

Ilustrasi ganti oli berapa lama?. Foto: Unsplash/ set.sj

Ganti oli berapa lama? Jawabannya tergantung pada jenis kendaraan, spesifikasi oli, dan intensitas pemakaian.

Untuk motor, umumnya oli perlu diganti setiap 2.000–3.000 km atau sekitar 1–2 bulan sekali jika digunakan setiap hari. Sedangkan untuk mobil, interval penggantian oli biasanya setiap 5.000–10.000 km atau 4–6 bulan sekali.

Faktor seperti kondisi jalan yang sering macet, kebiasaan berkendara, hingga usia mesin dapat mempengaruhi seberapa cepat oli harus diganti.

Tips Perawatan Oli Agar Lebih Awet

Ilustrasi ganti oli berapa lama?. Foto: Unsplash/Rinald Rolle

Berikut adalah beberapa langkah yang bisa dilakukan agar oli kendaraan bertahan lebih awet dan tetap berkualitas mengutip dari laman armorlubricants.com.

1. Gunakan oli sesuai rekomendasi pabrikan

Pilih oli dengan spesifikasi API atau ILSAC rating dan tingkat kekentalan yang sesuai buku manual kendaraan. Menggunakan oli yang tepat memastikan pelumasan dan perlindungan maksimal.

2. Ganti filter oli setiap penggantian oli

Filter yang bersih mencegah partikel kotoran kembali bersirkulasi di mesin. Filter yang tersumbat akan menurunkan efektivitas oli.

3. Periksa level oli di permukaan datar

Lakukan setelah mesin dipanaskan sebentar untuk menghindari kesalahan pengisian. Level oli yang begitu rendah atau malah berlebih akan menimbulkan risiko yang sama.

4. Gunakan oli sintetis untuk kondisi ekstrem

Oli sintetis lebih tahan terhadap oksidasi, degradasi, dan perubahan suhu, sehingga cocok untuk mesin performa tinggi atau iklim ekstrem.

5. Perhatikan kondisi pemakaian

Kendaraan dengan perjalanan pendek atau sering terjebak macet perlu ganti oli lebih sering dibanding kendaraan yang menempuh jarak jauh secara konstan.

Itulah beberapa tips merawat oli agar lebih awet. Dengan perawatan tepat, performa mesin tetap optimal, umur komponen lebih panjang, dan risiko kerusakan akibat pelumasan buruk bisa diminimalkan. (Arif)

Baca juga: 5 Oli Terbaik untuk Moge demi Performa yang Maksimal