Jarak Tempuh Sepeda Listrik Berdasarkan Kapasitas Baterai
Peminat otomotif yang hobi menulis dan traveling.
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Hendra Mahesa Wardana tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Jarak tempuh sepeda listrik sering jadi pertanyaan utama bagi banyak orang yang ingin beralih ke kendaraan ramah lingkungan ini. Setiap pengguna tentu ingin tahu seberapa jauh sepeda listrik bisa digunakan dalam sekali isi daya.
Apakah cukup untuk pulang-pergi ke kantor? Atau hanya cocok untuk bersepeda santai di sekitar rumah?
Faktanya, jarak tempuh sepeda listrik tidak hanya ditentukan oleh baterai saja, tapi juga dipengaruhi oleh banyak hal lain, seperti medan jalan, berat pengendara, dan gaya berkendara.
Jarak Tempuh Sepeda Listrik
Jarak tempuh sepeda listrik memang sangat dipengaruhi oleh kapasitas baterai, tapi itu bukan satu-satunya faktor.
Kapasitas baterai merupakan faktor utama yang menentukan seberapa jauh sepeda listrik bisa melaju dalam sekali pengisian daya.
Umumnya, kapasitas ini diukur dalam satuan watt-jam (Wh), yang mencerminkan seberapa banyak energi yang dapat disimpan oleh baterai.
Dikutip dari laman reallygoodebikes.com, baterai berkapasitas 500 Wh biasanya mampu menempuh jarak sekitar 48 hingga 80 kilometer dalam kondisi ideal.
Sementara itu, baterai dengan kapasitas dua kali lipatnya, yaitu 1.000 Wh, bisa membawa pengendara hingga 160 kilometer lebih.
Selain itu, kapasitas juga sering dinyatakan dalam ampere-jam (Ah). Di pasaran, banyak sepeda listrik hadir dengan baterai berkisar antara 10 hingga 25 Ah. Semakin besar nilai Ah-nya, biasanya semakin panjang pula jarak tempuh yang bisa dicapai.
Meski kapasitas baterai berperan besar, kenyataannya ada banyak faktor lain yang juga memengaruhi performa sepeda listrik.
Produsen sepeda listrik sendiri menyarankan pengguna untuk menggunakan kalkulator jarak tempuh agar estimasi yang didapat lebih akurat dan tidak hanya mengandalkan angka ideal dari pabrik.
Medan jalan seperti tanjakan, permukaan kasar, atau pasir bisa membuat daya baterai terkuras lebih cepat. Begitu juga dengan cuaca ekstrem seperti angin kencang atau udara dingin, yang berpotensi mengurangi efisiensi energi.
Menggunakan kalkulator jangkauan dengan data yang sesuai dengan rute dan kebiasaan pengguna sehari-hari akan jauh lebih membantu daripada hanya mengandalkan angka dari brosur.
Dengan begitu, pengguna bisa merencanakan perjalanan tanpa khawatir kehabisan daya di tengah jalan. (Arif)
Baca juga: 5 Sepeda Listrik di Bawah 7 Juta yang Cocok untuk Harian