Motor Bunyi Cit-Cit saat Jalan: Penyebab dan Cara Mengatasinya
Peminat otomotif yang hobi menulis dan traveling.
·waktu baca 5 menit
Tulisan dari Hendra Mahesa Wardana tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Motor bunyi cit-cit saat jalan menjadi masalah yang cukup sering dialami oleh pengendara.
Suara ini tidak hanya mengganggu kenyamanan berkendara, tetapi juga bisa menjadi tanda adanya kerusakan pada bagian penting motor.
Mengenali penyebab dan cara mengatasi bunyi tersebut sangat diperlukan agar motor tetap dalam kondisi prima dan aman digunakan.
Motor Bunyi Cit-cit saat Jalan
Motor bunyi cit-cit saat jalan bisa disebabkan oleh beberapa faktor. Ketahui penyebabnya agar segera mendapatkan penanganannya tepat dan efektif. Berikut ini penyebab umum yang sering menimbulkan suara tersebut, dikutip dari national.co.uk.
1. Kampas Rem yang Sudah Aus
Kampas rem yang sudah menipis akibat pemakaian berulang akan kehilangan kemampuan untuk meredam gesekan secara optimal antara kampas dan cakram.
Akibatnya, bagian logam dari kampas langsung bergesekan dengan cakram dan menimbulkan suara berisik seperti cit-cit.
Kondisi ini juga berisiko menurunkan performa pengereman, sehingga keselamatan berkendara bisa terganggu jika tidak segera ditangani.
Oleh sebab itu, mengetahui tanda-tanda keausan kampas rem dan menggantinya tepat waktu sangat penting untuk menjaga fungsi rem tetap maksimal.
2. Kotoran atau Debu Menempel pada Rem
Saat partikel seperti debu dan pasir masuk ke area pengereman, hal ini bisa menyebabkan permukaan rem menjadi tidak rata sehingga menimbulkan suara berisik saat motor berjalan.
Kotoran yang menempel di antara kampas dan cakram rem dapat membuat permukaannya menjadi tidak rata. Akibatnya, saat kampas bergesekan dengan cakram, timbul bunyi "cit-cit" yang kasar.
Kurangnya perawatan dan pembersihan membuat tumpukan kotoran semakin menumpuk akan mempercepat kerusakan komponen rem sekaligus mengurangi performa pengereman secara keseluruhan.
3. Kurangnya Pelumasan pada Komponen Bergerak
Komponen-komponen yang bergerak seperti engsel rem, as roda, atau bearing memerlukan pelumasan agar tidak terjadi gesekan langsung antar logam yang bisa menghasilkan suara cit-cit.
Jika pelumas berkurang atau hilang, gesekan antar bagian tersebut akan menjadi kasar dan menimbulkan bunyi berisik yang mudah terdengar ketika motor melaju.
Rutin memberikan pelumas pada bagian-bagian ini dapat memperpanjang usia komponen serta membuat motor lebih nyaman digunakan tanpa gangguan suara.
4. Tekanan Rem yang Tidak Seimbang atau Berlebihan
Tekanan rem yang terlalu kuat atau tidak terdistribusi dengan baik akan menyebabkan kampas rem menekan cakram secara berlebihan, sehingga gesekan menjadi tidak normal dan menghasilkan suara cit-cit yang nyaring.
Kondisi ini juga berpotensi membuat bagian rem cepat panas dan aus lebih cepat, sehingga performa pengereman menurun drastis.
Penyetelan tekanan rem yang tepat sesuai standar pabrikan sangat dianjurkan agar suara berisik hilang dan pengereman tetap optimal.
5. Komponen Rem atau Roda Longgar
Bagian rem atau roda yang tidak terpasang dengan kencang dapat bergerak dan menimbulkan getaran atau gesekan yang menimbulkan bunyi cit-cit saat motor berjalan.
Ketidakstabilan komponen tersebut tidak hanya menimbulkan suara yang mengganggu, tetapi juga dapat mengurangi keamanan dan kenyamanan saat berkendara.
Melakukan pemeriksaan dan pengencangan komponen secara berkala menjadi langkah penting untuk mencegah masalah ini terjadi.
Cara Mengatasi Motor yang Bunyi Cit-cit
Berikut adalah beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mengatasi motor yang bunyi cit-cit saat jalan agar suara tersebut hilang dan motor kembali nyaman digunakan.
1. Ganti Kampas Rem yang Sudah Aus
Mengganti kampas rem yang sudah tipis dengan yang baru adalah langkah utama untuk menghilangkan bunyi cit-cit akibat gesekan logam.
Kampas rem baru akan memastikan gesekan terjadi secara tepat dengan cakram, sehingga pengereman menjadi lebih efektif dan suara berisik hilang.
Selain itu, penggantian tepat waktu mencegah kerusakan lebih lanjut pada cakram yang bisa memerlukan biaya perbaikan lebih besar.
2. Bersihkan Bagian Rem dari Kotoran
Melakukan pembersihan secara rutin pada cakram dan kampas rem dengan cairan pembersih khusus dapat menghilangkan debu, pasir, dan kotoran yang menyebabkan gesekan tidak merata.
Pembersihan ini tidak hanya menghilangkan suara cit-cit, tetapi juga menjaga performa pengereman agar tetap responsif dan aman digunakan.
Proses pembersihan harus dilakukan dengan teliti agar seluruh bagian rem bebas dari kontaminan yang menempel.
3. Oleskan Pelumas pada Bagian Bergerak
Memberikan pelumas pada engsel rem, as roda, dan bearing dapat mengurangi gesekan logam yang menyebabkan bunyi cit-cit.
Penggunaan pelumas yang tepat dan diaplikasikan secara merata akan membuat pergerakan komponen menjadi halus dan mengurangi potensi keausan.
Perawatan ini sebaiknya dilakukan secara berkala agar fungsi komponen tetap optimal dan menghindari suara berisik yang mengganggu.
4. Atur Tekanan Rem agar Seimbang
Mengatur tekanan rem sesuai dengan standar pabrik membantu mengurangi gesekan berlebih yang terjadi ketika kampas terlalu kuat menekan cakram, sehingga suara berisik dapat dihilangkan.
Penyesuaian ini tidak hanya menghilangkan bunyi cit-cit, tetapi juga memastikan pengereman menjadi lebih nyaman dan responsif. Proses penyetelan sebaiknya dilakukan oleh teknisi berpengalaman agar hasilnya maksimal dan aman.
5. Periksa dan Kencangkan Komponen Rem dan Roda
Memastikan semua komponen rem dan roda terpasang dengan kencang sangat penting untuk mencegah getaran dan suara berisik saat motor berjalan.
Pengencangan yang tepat juga menjaga stabilitas dan keamanan komponen sehingga tidak mudah bergeser atau longgar. Pemeriksaan berkala akan membantu mendeteksi masalah lebih awal dan menghindari kerusakan yang lebih parah.
Penanganan tepat terhadap motor bunyi cit-cit saat jalan sangat penting agar kenyamanan dan keselamatan berkendara tetap terjaga.
Perawatan rutin dan pemeriksaan komponen menjadi langkah utama dalam menghindari suara yang mengganggu tersebut. (Khoirul)
Baca Juga: MPX 2 untuk Motor Apa? Ini Penjelasan Lengkapnya