Konten dari Pengguna

Perbatasan Unik Dominican Republic – Haiti

Hendra Noviantara

Hendra Noviantara

Alumni Teknik Geodesi Universitas Gadjah Mada

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Hendra Noviantara tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Peta Hispaniola menunjukkan perbatasan antara Republik Dominika dan Haiti. Foto: Milenioscuro (https://en.wikipedia.org/)
zoom-in-whitePerbesar
Peta Hispaniola menunjukkan perbatasan antara Republik Dominika dan Haiti. Foto: Milenioscuro (https://en.wikipedia.org/)

Perbatasan negara menjadi hal yang penting dilakukan bagi sebuah negara untuk membangun dan melihat seberapa besar wilayah kekuasaan serta kekayaan alam yang dimilikinya. Namun, tahukah kalian, di balik itu semua, ada perbatasan antarnegara yang unik lho, salah satunya adalah perbatasan Dominican Republic – Haiti yang dipisahkan oleh lahan gundul dan lebatnya hutan.

Perbatasan Dominican Republic – Haiti

Batas 395 km antara Republik Dominika dan Haiti yang membelah pulau Karibia Hispaniola mengikuti kenampakan bentang sungai, garis punggungan, garis lurus, hutan, dan jalan.

Republik Dominika dan Haiti membatasi perbatasan secara detail setelah kemerdekaan dalam Perjanjian 1929 dan sekitar 80% dari perbatasan kemudian dibatasi.

Ketidaksepakatan atas demarkasi yang tersisa 20% perbatasan diselesaikan dalam Perjanjian 1935 dan 1936 Protocol. Di banyak daerah perbatasan terlihat jelas pada citra satelit karena praktik pertanian yang berbeda dan deforestasi yang signifikan di sisi Haiti (sovereignlimits.com).

Tingkat deforestasi perbatasan antara Republik Dominika dan Haiti. Foto: Craig Palsson @ Market Power (www.thefitzwilliam.com)

Border Wall

Selain berbeda dalam kondisi alam, perbatasan Republik Dominika–Haiti juga mencerminkan kontras dalam pembangunan dan kondisi sosial kedua negara. Di sisi Republik Dominika, wilayah tampak lebih hijau dan tertata, sedangkan di Haiti, deforestasi membuat banyak area gundul. Hal ini bukan sekadar soal lingkungan, tapi juga terkait dengan kebijakan pengelolaan lahan, tingkat kesejahteraan, dan kebutuhan masyarakat.

Untuk memperkuat kontrol wilayah, pemerintah Republik Dominika bahkan membangun border wall (tembok perbatasan) di beberapa segmen sepanjang garis batas. Tembok ini bertujuan membatasi pergerakan ilegal, seperti penyelundupan barang dan migrasi tanpa izin.

Namun, pembangunan tembok ini juga menimbulkan pro dan kontra.

Pihak yang mendukung berpendapat bahwa tembok membantu menjaga kedaulatan negara, mengurangi kejahatan lintas batas, serta melindungi sumber daya alam.

Pihak yang menentang menilai bahwa tembok hanya akan memperlebar kesenjangan antarnegara dan menyulitkan interaksi masyarakat lokal yang secara budaya maupun ekonomi sudah lama saling terhubung.

Border Wall. Foto: Dominican Today

Perbatasan Republik Dominika dan Haiti bukan hanya sekadar garis pemisah, tetapi juga sebuah cermin yang menunjukkan bagaimana dua negara yang berbagi satu pulau bisa memiliki wajah yang sangat berbeda. Dari tembok perbatasan hingga citra satelit yang kontras, semua itu mengingatkan kita bahwa kebijakan ruang dan pengelolaan alam punya dampak nyata bagi kehidupan masyarakat dan masa depan sebuah bangsa.

Daftar Pustaka

Reuters Staff, CTV News, February 21, 2022

The Fitzwilliam, Jul 24, 2022