Bagaimana Kios Pangan Membantu Meningkatkan Akses Pangan Masyarakat di DIY

Mahasiswa Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat UGM
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Henrico Roberta Veonardo tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ketahanan pangan merupakan kondisi terpenuhinya pangan yang cukup, baik jumlah maupun mutunya, aman, merata, dan terjangkau bagi masyarakat.
Salah satu aspek penting mewujudkan ketahanan pangan ialah aksesibilitas pangan, yaitu kemampuan sertiap orang dalam memperoleh pangan secara ekonomi, fisik, dan sosial.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) masih terdapat 8,27% masyarakat mengalami keterbatasan dalam memenuhi kebutuhan pangan dan prevalensi kerawanan pangan sedang atau berat mencapai 4,02%. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa akses pangan masyarakat Indonesia belum tercapai secara merata di seluruh wilayah.
Pada tingkat daerah, Daerah Istimewa Yogyakarta menghadapi kesenjangan kondisi ekonomi antarwilayah yang berpotensi memengaruhi akses pangan masyarakat.Persentase penduduk miskin Sleman (6,71%) dan Kota Yogyakarta (6,14%) berada di bawah rata-rata DIY, sedangkan persentase penduduk miskin Kulonprogo (14,53%), Gunungkidul (14,15%), dan Bantul (11,54%) berada di atas rata-rata DIY.
Oleh karena itu, salah satu upaya yang dilakukan Pemerintah DIY melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) ialah penyelenggaraan Kios Pangan. Tujuan khusus dari Kios Pangan ialah menyediakan bahan pangan yang berkualitas dengan harga terjangkau sekaligus menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan pokok strategis.
Ragam Komoditas Pangan yang Didistribusikan Kios Pangan DPKP DIY pada Bazar Pangan Murah.jpg
Lalu pertanyaannya, bagaimana kontribusi Kios Pangan DIY mampu meningkatkan akses pangan masyarakat?
Kios Pangan DIY memiliki kegiatan utama menjual komoditas pangan dengan harga terjangkau. Lokasi utama penjualan Kios Pangan berada di lingkungan kantor DPKP DIY.
Seluruh masyarakat bisa mengakses Kios Pangan untuk membeli berbagai kebutuhan pangan dengan harga yang relatif terjangkau. Beberapa komoditas yang tersedia, diantaranya beras, telur ayam, minyak goreng, gula, bawang merah, bawang putih, bumbu dapur, dan masih banyak lagi.
Tidak hanya itu, Kios Pangan ini juga seringkali mengadakan banyak kegiatan di luar sehingga dapat menjangkau masyarakat luas. Pasar Tani dan Bazar Pangan Murah menjadi beberapa kegiatan yang rutin dilakukan tiap minggunya.
Pasar Tani biasanya diselenggarakan di halaman kantor DPKP DIY setiap hari Kamis dan Jumat dari pagi hingga siang hari. Kegiatan ini menjangkau lebih banyak orang karena juga terdapat banyak stand-stand lainnya.
Bazar Pangan Murah biasanya dilakukan beberapa kali dalam seminggu ke kalurahan-kalurahan yang ada di DIY. Kegiatan ini biasanya dilakukan di area kantor kaluruhan yang dapat menjangkau masyarakat setempat.
Baik saat membuka kios di kantor DPKP DIY maupun saat kegiatan diluar, harga komoditas pangan tetap sama. Hal ini tentunya menarik minat masyarakat untuk berbelanja kebutuhan pangan di Kios Pangan.
Beberapa komoditas seperti beras, telur, dan minyak goreng terkadang mengalami kehabisan stok. Hal ini mungkin menunjukkan minat masyarakat yang tinggi untuk berbelanja di Kios Pangan.
Untuk mengatasi stok yang sering habis, seringkali Kios Pangan melakukan pembatasan pembelian komoditas pangan maksimal sebanyak dua pcs per orang. Hal ini untuk tetap mewujudkan aksesbilitas pangan pada masyarakat secara merata.
Berdasarkan beberapa fakta-fakta yang ada tersebut tentu Kios Pangan memiliki peran penting dalam menyediakan kebutuhan pangan dengan harga terjangkau. Dengan demikian, kehadiran Kios Pangan berpotensi memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan akses pangan masyarakat di DIY.
Tidak hanya itu, kehadiran Kios Pangan juga diharapkan mampu menjaga stabilisasi harga konsumen. Hal ini sejalan dengan harapan Badan Pangan Nasional yang ingin memastikan berbagai instrumen stabilisasi pangan berjalan efektif salah satunya melalui Kios Pangan.
