Ayam KUB, Inovasi untuk Negeri

Humas Balitbangtan BRMP Jawa Tengah, Unit Pelaksana Teknis Kementerian Pertanian Republik Indonesia
Tulisan dari Hendril Heirul Riza tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ayam Kampung Unggul Balitbangtan atau dikenal dengan ayam KUB merupakan ayam kampung yang saat ini menjadi primadona para peternak ayam di Indonesia.

Ayam yang dikenal dengan produksi telurnya yang masif ini menjadi incaran para peternak ayam setelah info ayam KUB ini booming di media sosial.
Tidak sekedar isapan jempol, peternak ayam yang telah mencoba membudidayakan ayam KUB mengakui bahwa produksi telur dan juga daging dari ayam inovasi Badan Litbang Pertanian ini memang berbeda dengan ayam-ayam yang mereka pernah budidayakan sebelumnya.
Ayam KUB telah dilepas melalui SK Menteri Pertanian Nomor 274/Kpts/SR.120/2/2014 mengenai pelepasan galur ayam bulan februari 2014, diberi nama Ayam KUB-1. Merupakan hasil pemuliaan ayam kampung yang berasal dari daerah cianjur, depok, majalengka dan bogor dimulai dari tahun 1997-2010. Karakteristik kualitatif dengan sebagian besar berwarna bulu hitam (64%), warna paruh kuning sampai hitam, warna shank sebagian besar berwarna abu-abu (74%), bentuk jengger tunggal (74%) sebagian kecil bentuk pea (29%). Karakteristik kuantitatif dengan puncak produksi telur hen day 65 - 70%, produksi telur 160-180 butir/tahun. (Ayam KUB-1, http://www.litbang.pertanian.go.id/)
Kementerian Pertanian melalui Badan Litbang Pertanian terus menderaskan hilirisasi inovasi teknologi (inotek) ayam KUB ke seluruh penjuru negeri. Unit pelaksana teknis di daerah yang mendapatkan kesempatan untuk menyebarkan ayam KUB ini ada 7 titik lokasi, salah satunya ada di Jawa Tengah.
Peran Badan Litbang Pertanian dalam Hilirisasi Inovasi Teknologi
Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) mempunyai kedudukan di setiap provinsi di seluruh Indonesia. Khusus ayam KUB, UPT Badan Litbang Pertanian yang paling masif menyebarkan adalah BPTP Jawa Tengah. Sebagai UPT Badan Litbang Pertanian, BPTP Jawa Tengah bertugas menyebarkan inotek ini sebagai strata 1 selain balai penelitian.
BPTP yang berkedudukan di Kabupaten Semarang ini mempunyai wilayah kerja yaitu seluruh Jawa Tengah, namun tidak tertutup kemungkinan diseminasi inotek ini dapat lebih luas skala penyebarannya ke seluruh penjuru tanah air.
Dalam catatan dari Tim UPBS (Unit Penyedia Benih Sumber) Ayam KUB BPTP Jawa Tengah, ayam KUB mulai masuk pada tahun 2018. Hingga saat ini atau bulan Februari 2021, jumlah produksi ayam KUB mencapai total 164.094 DOC (day old chick) atau ayam umur 1 hari, dan 90 persennya telah tersebar keberbagai pelosok daerah di Indonesia.
Manfaat ayam KUB bagi peternak swadaya
Ayam KUB merupakan hasil seleksi 6 (enam) generasi yang mempunyai sifat mengeram yang telah direduksi sehingga menghasilkan telur hingga 180 butir per ekor per tahun. Banyaknya jumlah telur ini tentunya sangat menarik minat para peternak, terlebih ini adalah ayam kampung yang selalui mempunyai nilai yang lebih tinggi dari jenis ayam yang lain.
Pengelolaan manajemen pakan, kandang, serta kesehatan yang mudah menjadikan ayam KUB lebih kuat dari serangan penyakit dan bobot badan yang tinggi. Ini merupakan point bagi peternak yang sangat menggiurkan, karena ayam KUB selain penghasil telur tinggi juga pemasok karkas yang sangat baik.
Opsi yang dimiliki oleh ayam KUB ini, terus menerus didiseminasikan kepada para peternak baik dalam kesempatan pertemuan ataupun melalui media online maupun media sosial. Hasilnya tidak mengecewakan, lebih dari 146 ribu DOC telah terdistribusi dengan sebaran yang tidak hanya dilingkup Jawa Tengah saja, namun hingga keluar provinsi bahkan keluar pulau Jawa.
Para Peternak Sebagai Mitra Kerja
BPTP Jawa Tengah menyadari bahwa akan sangat sulit jika menjalani semua ini sendiri. Ketersediaan produksi DOC yang terbatas hingga permintaan yang semakin lama semakin banyak membuat BPTP Jawa Tengah mulai membina peternak-peternak yang telah membudidayakan ayam KUB yang bibitnya berasal dari UPBS BPTP Jawa Tengah sehingga menjadi peternak strata 2, yang dapat membantu pemenuhan DOC untuk peternak yang lain.
Kerja sama ini dilakukan dengan konsep simbiosis mutualisme. Disatu sisi BPTP Jawa Tengah tidak kekurangan suplai DOC untuk terus disebarkan ke seluruh pelosok daerah, sementara untuk para peternak tidak akan kesulitan pemasaran atau penyaluran DOC karena akan selalu dibutuhkan tidak hanya oleh BPTP namun juga untuk peternak yang lain.
Untuk tetap menjaga mutu dan kualitas dari ayam KUB, pembinaan BPTP kepada para peternak terus dilakukan. Koordinasi dan konsolidasi rutin digelar untuk mengetahui kesulitan apa yang dialami oleh para peternak dan solusi apa yang dapat diambil secara bersama-sama.
