Konten dari Pengguna

Kolaborasi Bersama Bangkitkan Potensi Besar Kacang Hijau

Hendril Heirul Riza

Hendril Heirul Riza

Humas Balitbangtan BRMP Jawa Tengah, Unit Pelaksana Teknis Kementerian Pertanian Republik Indonesia

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Hendril Heirul Riza tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kacang hijau memainkan peranan penting bagi keluarga petani kecil di Indonesia meskipun kacang hijau selama ini dianggap sebagai tanaman sekunder dibandingkan padi dan jagung.

Secara umum kacang hijau ditanam pada saat off season yang memberikan tambahan penghasilan bagi petani, makanan nutrisi tinggi yang terjangkau dan yang tidak kalah penting adalah membantu kesuburan tanah bagi keluarga petani.

Kacang hijau di lahan kering
zoom-in-whitePerbesar
Kacang hijau di lahan kering

Kecenderungan keluarga petani yang membudidayakan kacang hijau berada di garis kemiskinan karena lokasi lahan kacang hijau berada di lokasi yang lebih kering dengan kurangnya akses terhadap air sehingga membatasi pilihan tanaman petani. Terlebih selama ini mayoritas petani kacang hijau menggunakan benih simpanan dan curah tradisional serta memiliki akses terbatas terhadap benih berkualitas dan Good Agricultural Practices (GAP) yang merupakan panduan cara budidaya yang baik, benar, ramah lingkungan dan aman dikonsumsi. Kondisi diperparah lagi dengan terbatasnya akses terhadap produsen benih bersertifikat, terbatasnya akses pada potensi pasar kacang hijau dan masih kurangnya produksi dan distribusi dari benih sumber berkualitas.

salah satu varietas kacang hijau yang telah dilepas Kementan (http://balitkabi.litbang.pertanian.go.id/)

Kementerian PPN/Bappenas bekerjasama dengan Pemerintah Australia membentuk kemitraan dalam wujud PRISMA (Promoting Rural Incomes through Support for Markets in Agriculture) yang bertujuan untuk mengatasi ketahanan pangan dan kemiskinan dengan membuat pasar pedesaan lebih inklusif/terbuka. Salah satu aksi yang dilakukan adalah dengan terlibat dalam alur produksi dan distribusi kacang hijau dari hulu hingga hilir dari mulai penerapan benih berkualitas dan bersertifikat, penerapan GAP, serta akses kepada off taker dan industri pengolahan pangan.

Kerja sama PRISMA dengan Economist Impact (https://aip-prisma.or.id/)

Tidak kalah penting, kolaborasi pemerintah dengan produsen benih berkualitas dalam hal komersialisasi benih unggul serta penyebaran informasi GAP dan keberlanjutan terhadap akses benih setelah program perbenihan kacang hijau dari pemerintah berakhir. Balitkabi salah satu dari unit kerja Kementerian Pertanian Republik Indonesia pun ikut terlibat di dalamnya.

Seluruh narasi di atas diterapkan oleh PRISMA pada petani di Kabupaten Grobogan Jawa Tengah dengan menggandeng produsen benih CV. Semi dan Balitkabi untuk mempromosikan dan menggiatkan penggunaan benih unggul berkualitas yaitu varietas VIMA dan penerapan GAP sejak tahun 2017. Hasilnya?

Kunjungan monitoring dari Bappenas, PRISMA dan BPTP Jateng ke lokasi petani kacang hijau

Secara perlahan, produktivitas petani kacang hijau naik hingga 57% dari sebelumnya 0,8 ton/ha menjadi 1,5-1,7 ton/ha, lebih dari 70 ribu petani kacang hijau meningkat pendapatannya karena menggunakan benih bersertifikat dan menerapkan GAP, akses petani kepada benih bersertifikat lebih mudah, mendapatkan harga jual yang lebih kompetitif dengan akses pasar yang lebih luas (ke off taker dan industri pengolahan pangan yang telah dimulai oleh PT. Terasindo dan PT Nestle)

Kunjungan monitoring dari Bappenas, PRISMA dan BPTP Jateng ke lokasi petani kacang hijau 6/9/2022

Keberhasilan ini kemudian ditindaklanjuti dengan kunjungan monitoring bersama pada tanggal 6-7 September 2022 antara Bappenas, PRISMA. dan Kementan yang diwakili oleh BPTP Balitbangtan Jawa Tengah ke Desa Kuripan, Kecamatan Purwodadi Kabupaten Grobogan Propinsi Jawa Tengah, Indonesia sebagai lokasi CV. Semi. Kunjungan ini akan semakin memperkuat kolaborasi bersama masing-masing pihak dalam menghadapi berbagai tantangan ke depan mengingat Jawa Tengah merupakan salah satu provinsi selain Jawa Timur yang keduanya secara konsisten memimpin produksi kacang hijau dan berkontribusi 76% dari produksi nasional pada tahun 2020.