10 Makanan untuk Anak Anjing yang Bernutrisi dan Aman Dikonsumsi

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Nutrisi yang tepat di awal kehidupan anak anjing harus dipenuhi untuk meningkatkan imun, organ vital, serta pertumbuhan tulang dan otot secara optimal. Karena itu, sebelum menentukan pola makan harian bagi anabul, penting untuk memahami beragam jenis makanan untuk anak anjing menurut WebMD dan ASPCA berikut ini.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Makanan untuk Anak Anjing
Makanan kering khusus anak anjing (puppy kibble) sudah mengandung gizi lengkap untuk mendukung tumbuh kembangnya.
Makanan basah khusus puppy (wet food) memiliki tekstur lebih lembut. Cocok diberikan saat anak anjing baru belajar makan.
Daging ayam matang tanpa bumbu tinggi protein dan mudah dicerna. Pastikan tidak ada bagian yang mentah atau bertulang.
Daging domba matang bisa dijadikan sebagai variasi makanan. Sajikan dalam porsi kecil dan potong halus agar mudah dikunyah.
Ikan salmon dan sarden yang direbus tanpa garam baik untuk kulit dan bulunya. Selengkapnya, cara memberi makan ikan kepada anak anjing bisa disimak di sini.
Wortel matang yang dihaluskan mengandung serat dan vitamin A. Selain sehat, camilan ini juga membantu membersihkan gigi secara alami.
Labu kukus atau rebus bermanfaat untuk pencernaan, terutama saat puppy mengalami sembelit ringan. Berikan dalam jumlah kecil saja.
Nasi putih matang bisa dicampur dengan daging ayam rebus bisa untuk anak anjing yang mengalami gangguan pencernaan.
Telur rebus kaya akan protein dan biotin. Hindari memberikan telur mentah karena berisiko mengandung bakteri.
Yogurt tawar tanpa pemanis atau xylitol bisa jadi camilan sehat yang mengandung probiotik. Berikan sedikit saja dan pantau apakah cocok dengan pencernaannya.
Makanan yang Tidak Boleh Dikonsumsi Anak Anjing
Bawang merah, bawang putih, dan daun bawang sangat beracun karena dapat merusak sel darah merah dan menyebabkan anemia.
Cokelat mengandung theobromine yang toksik dan bisa menyebabkan gagal ginjal hingga kematian.
Alpukat mengandung persin yang bisa menyebabkan muntah dan diare.
Tulang matang berisiko mudah pecah dan bisa melukai saluran cerna.
Anggur dan kismis berpotensi mengakibatkan gagal ginjal akut.
Permen atau produk yang mengandung xylitol bisa menyebabkan hipoglikemia dan kerusakan hati.
Alkohol walau sedikit bisa membuat anak anjing muntah, diare, kerusakan sistem saraf, bahkan koma.
Nutmeg (pala) sangat berbahaya karena mengandung zat neurotoksik yang bisa memicu tremor, kejang, dan kerusakan sistem saraf.
Berapa Kali Memberi Makan Anjing?
Anak anjing sebaiknya makan tiga hingga empat kali sehari hingga usianya sekitar enam bulan, misalnya pada pagi, siang, dan sore hari. Jadwal teratur ini mendukung pertumbuhan serta menjaga energinya tetap stabil.
Memasuki usia enam bulan, frekuensi makan bisa dikurangi menjadi dua kali sehari dengan porsi yang disesuaikan. Setelah anjing beranjak dewasa, biasanya sekitar usia 12 bulan, makan satu hingga dua kali sehari sudah cukup, tapi tergantung kebutuhan dan tingkat aktivitas hariannya.
Kesimpulan
Pemberian makanan yang tepat pada anak anjing sangat penting untuk mendukung pertumbuhan fisik dan memperkuat daya tahan tubuhnya. Idealnya, anak anjing diberi makan tiga kali sehari hingga usia enam bulan agar kebutuhan nutrisinya tetap seimbang.
Di sisi lain, mengenali jenis makanan yang berbahaya juga tak kalah penting untuk mencegah masalah kesehatan sejak dini. Dengan pemahaman yang baik, adopter bisa membentuk pola makan yang aman, teratur, dan bermanfaat bagi masa depan peliharaannya.
Baca Juga: 2 Jenis Susu untuk Anak Anjing Agar Tumbuh Sehat
