5 Kesalahan Umum yang Sering Dilakukan Saat Diet yang Jarang Disadari

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Menurunkan berat badan bukanlah upaya yang mudah. Dibutuhkan perubahan pola makan dan gaya hidup yang konsisten untuk mendapatkan hasil sesuai keinginan.
Selain itu, hindari kesalahan umum yang sering dilakukan saat diet agar usaha Anda tidak berujung sia-sia. Apa saja kesalahan yang sering tidak disadari? Simak selengkapnya berikut ini.
1. Tidak Mengonsumsi Protein yang Cukup
Menurut Healthline, konsumsi protein yang cukup itu penting untuk menurunkan berat badan. Protein dapat memberikan manfaat berikut:
Mengurangi nafsu makan
Meningkatkan rasa kenyang
Menurunkan jumlah berat badan yang kembali naik
Mempertahankan atau meningkatkan laju metabolisme
Melindungi massa otot selama proses penurunan berat badan
Jadi, usahakan untuk selalu menyajikan protein dalam setiap menu makanan Anda. Perlu diingat bahwa pilihan protein tidak terbatas pada daging atau susu saja. Kacang-kacangan dan polong-polongan juga bisa jadi sumber protein yang baik dan lebih terjangkau.
2. Mengandalkan Diet Ketat
Ketika seseorang bertekad menurunkan berat badan dengan cepat, biasanya mereka akan menerapkan pola diet ketat. Diet ketat sering kali memaksa seseorang untuk mengonsumsi jus buah atau sayuran saja setiap harinya.
Menurut WebMD, pola diet seperti itu memang efektif mengurangi asupan kalori harian, sehingga berat badan turun dalam waktu singkat.
Namun, konsumsi kalori yang terlalu sedikit dapat membuat metabolisme tubuh melambat. Akibatnya, setelah diet selesai, tubuh akan membakar kalori lebih lambat, dan membuat berat badan lebih cepat naik.
3. Melewatkan Sarapan
Melewatkan sarapan mungkin terdengar seperti cara yang efektif dan simpel untuk mengurangi kalori. Tapi strategi ini justru dapat membuat tubuh mudah lapar sepanjang hari. Alhasil, Anda jadi sering mengemil tanpa sadar dan membuat jumlah kalori meningkat.
4. Kurang Serat
Pola makan yang kurang serat dapat mengganggu upaya penurunan berat badan. Jadi, disarankan untuk mengonsumsi makanan berserat tinggi, terutama yang mengandung serat larut. Berikut ini manfaatnya untuk diet:
Sebuah studi yang dikutip Healthline menunjukkan bahwa jenis serat larut dapat membantu mengurangi nafsu makan. Caranya dengan membentuk gel yang bergerak perlahan melalui saluran pencernaan, sehingga membuat Anda merasa kenyang lebih lama.
Penelitian lain menunjukkan bahwa serat dapat berinteraksi dengan mikroba usus. Kemudian menghasilkan hormon yang membantu Anda merasa kenyang. Namun, penelitian ini masih membutuhkan tinjauan lebih lanjut.
5. Konsumsi Makanan Rendah Lemak Terlalu Banyak
Perlu diketahui bahwa lemak tidak sama dengan kalori. Jadi, produk makanan maupun minuman yang diklaim rendah lemak belum tentu rendah kalori juga.
Biasanya orang-orang terkecoh dan akhirnya mengonsumsi produk rendah lemak secara berlebihan karena mengira kalorinya sedikit. Cara terbaik untuk mengetahui berapa banyak lemak dan kalori yang Anda konsumsi adalah dengan memeriksa label nutrisi pada sebuah produk.
Baca Juga: Cara Membaca Label Nutrisi agar Memilih Kemasan dengan Bijak
(DEL)
