Konten dari Pengguna

6 Oli Motor Matic untuk Memperpanjang Umur Motor

Hendro Ari Gunawan

Hendro Ari Gunawan

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi motor matic. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi motor matic. Foto: Shutterstock

Motor matic kini menjadi salah satu tulang punggung mobilitas masyarakat Indonesia. Itu karena penggunaannya yang praktis, hemat, dan mudah dirawat.

Meski demikian, banyak pemilik yang abai pada penggantian oli motor, padahal oli merupakan “darah” yang menjaga kehalusan, ketahanan, serta performa mesin. Di bawah ini, akan diulas lebih dalam tentang oli motor matic agar kendaraan tetap awet dan responsif.

Mengapa Oli Motor Penting?

Oli memiliki peran krusial sebagai pelumas agar komponen mesin tidak langsung bergesekan. Selain itu, oli juga berfungsi sebagai pendingin, karena mampu menyerap panas mesin.

Oli juga mengandung zat pembersih yang akan menangkap deposit kotoran dan abu pembakaran agar tidak menempel pada bagian vital mesin. Dengan begitu, mesin lebih awet dan sepeda motor akan berumur panjang.

Itulah mengapa dalam laman Classic Mechanics pun ditegaskan bahwa tidak ada yang lebih krusial dibandingkan rutin mengganti oli motor. Tujuannya untuk menjaga performa dan keawetan kendaraan.

Kapan Oli Motor Matic Harus Diganti?

Berdasarkan informasi di laman Fubex, ciri oli yang perlu diganti meliputi perubahan warna menjadi gelap, serta teksturnya terasa kasar atau berpasir. Semua itu menandakan kontaminasinya sudah tinggi. Sebaiknya, ganti oli motor setiap mencapai 3000 km dan kelipatannya, atau sekitar 2-3 bulan sekali.

Tips Memilih Oli Motor

Dikutip dari laman Motocard, berikut ini beberapa tips memilih oli yang tepat untuk motor:

  • Lihat buku panduan: Setiap motor membutuhkan jenis oli tertentu, dan biasanya sudah tertera di buku panduan. Jadi, cek buku panduan untuk mendapatkan rekomendasi pabrikan yang tepat.

  • Pilih oli berkualitas bagus: Oli berkualitas buruk dapat merusak mesin sepeda motor Anda dan menyebabkan masalah jangka panjang.

  • Pertimbangkan viskositas atau kekentalan oli: Viskositas yang tepat bergantung pada jenis mesin dan kondisi iklim tempat motor digunakan. Lihat buku panduan untuk mengetahui viskositas yang tepat bagi sepeda motor Anda.

  • Pertimbangkan suhu: Oli harus mampu menahan suhu mesin yang tinggi. Jika Anda tinggal di daerah beriklim panas, pilihlah oli dengan kapasitas ketahanan panas yang lebih tinggi.

Rekomendasi Oli Motor Matic Terbaik

Berikut beberapa rekomendasi oli motor matic terbaik yang bisa Anda pertimbangkan:

  1. Castrol ACTIV Matic 20W‑40 – Sintetis, API SL, JASO MB. Tangguh di suhu tinggi, ideal untuk lalu lintas padat.

  2. Shell Advance AX7 10W‑40 – Semisintetis, API SM, JASO MB. Memberikan perlindungan terhadap suhu panas 29% lebih baik.

  3. Deltalube Daily 757 Premium 10W‑30 – Mineral, API SL, JASO MB. Cocok untuk motor matic harian, generasi terbaru.

  4. Motul Scooter LE 4T 10W‑30 – Sintetis, API SL, JASO MB. Efisien untuk motor matic yang sering menghadapi jalan macet.

  5. Top 1 Action Matic 10W‑30 – Sintetis, API SJ, JASO MB. Ideal untuk motor matic untuk membuat mesin lebih gesit.

  6. TotalEnergies Hi-Perf 4T 700 Scooter 10W‑40 – Sintetis, API SN, JASO MB. Diformulasikan dengan teknologi Durability Improver untuk menghasilkan performa bagus di semua kondisi.

Kesimpulan

Pemilihan oli motor matic yang tepat dapat berdampak langsung terhadap performa, efisiensi, dan daya tahan mesin. Karena itu, jangan ragu untuk mempertimbangkan rekomendasi oli yang telah dipaparkan di atas.

Selain itu, jangan lupa melakukan penggantian oli secara rutin. Perhatikan pula tanda-tanda oli yang perlu diganti, seperti warna gelap atau tekstur kasar. Selain menjaga mesin tetap halus, hal ini akan mencegah kerusakan jangka panjang.

Baca Juga: Biaya Perbaikan Oli Motor Rembes yang Biasa Diperkirakan oleh Bengkel

(DEL)