Konten dari Pengguna

Apakah Kacamata Anti Radiasi Aman untuk Mata Normal? Ini Faktanya

Hendro Ari Gunawan

Hendro Ari Gunawan

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi kacamata. Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kacamata. Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Penggunaan perangkat layar seperti smartphone, tablet, dan komputer menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan modern. Namun, paparan radiasinya jadi perhatian banyak orang karena dikhawatirkan bisa merusak mata.

Akhirnya, banyak orang yang mencari alternatif untuk melindungi mata, salah satunya dengan menggunakan kacamata anti radiasi yang diklaim dapat menyaring blue light dari layar. Namun pertanyaannya, apakah kacamata anti radiasi aman untuk mata normal?

Apa itu Kacamata Anti Radiasi?

Menurut laman Specsavers, kacamata anti radiasi adalah lensa yang dirancang untuk mengurangi jumlah blue light yang masuk ke mata saat menggunakan gadget. Umumnya, lensa semacam ini diberi lapisan kuning atau filter khusus, seperti “UltraClear SuperClean Blue”.

Apakah Blue Light dari Layar Berbahaya Bagi Mata Normal?

1. Risiko retinopati dan kerusakan retina

Dalam laman Specsavers dijelaskan bahwa ada potensi blue light yang merusak retina mata hewan. Namun, jumlah paparannya pada manusia cukup rendah.

Selain itu, sudah banyak peraturan untuk membatasi jumlah blue light yang dipancarkan benda sehari-hari. Berkat batasan keamanan itu, tingkat blue light dari layar tidak cukup tinggi untuk menyebabkan kerusakan retina.

2. Ketegangan mata

Menurut laman American Academy of Ophthalmology, gejala ketegangan mata yang muncul saat menggunakan gadget bukan disebabkan oleh blue light. Penyebabnya adalah paparan layar yang terlalu lama, sehingga mata kurang berkedip dan berujung kering serta lelah.

3. Tidur dan ritme sirkadian

Dikutip dari laman Mayo Clinic Health System, paparan blue light menjelang tidur dapat memengaruhi produksi melatonin. Alhasil, kualitas tidur terganggu dan ritme sikardian atau jam internal tubuh berubah. Meski begitu, belum ditemukan penelitian yang membuktikan bahwa kualitas tidur meningkat signifikan karena menggunakan kacamata anti radiasi.

Apa Kata Berbagai Lembaga Otoritatif tentang Kacamata Anti Radiasi?

1. Specsavers

Menurut Specsavers, kacamata blue light efektif mengurangi paparan blue light, namun belum terbukti secara ilmiah dapat melindungi mata dari gangguan kesehatan atau meningkatkan kualitas penglihatan.

2. American Academy of Ophthalmology (AAO)

American Academy of Ophthalmology tidak terlalu merekomendasikan penggunaan kacamata anti radiasi, karena kurangnya bukti ilmiah yang mengatakan blue light bisa merusak mata.

3. Mayo Clinic Health System

Menurut Mayo Clinic, studi menunjukkan bahwa tidak ada peningkatan signifikan pada kesehatan mata atau kualitas tidur dari penggunaan lensa anti radiasi, sehingga penggunaannya bisa disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing individu.

Apa Saja Risiko dan Efek Samping Kacamata Anti Radiasi?

Secara umum, kacamata anti radiasi tidak berbahaya bagi mata normal. Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:

  • Bias warna: Filter biru pada kacamata anti radiasi dapat memberikan nuansa kekuningan pada penglihatan. Efek ini bisa mengganggu penglihatan orang yang bekerja di bidang desain.

  • Gangguan persepsi: Terkadang filter yang terlalu tebal pada kacamata dapat memengaruhi persepsi Anda terhadap warna sinyal lampu, sehingga berpotensi membahayakan Anda dalam situasi tertentu, misalnya saat berkendara di malam hari.

Alternatif Efektif Menjaga Kesehatan Mata

Berdasarkan rekomendasi dari AAO dan Mayo Clinic Health System, berikut cara yang terbukti efektif untuk menjaga kesehatan mata:

  • Gunakan aturan 20-20-20 - Setiap 20 menit, lihat objek sejauh 20 kaki (6 meter) selama 20 detik.

  • Atur posisi & pencahayaan - Jaga jarak dan sudut layar gadget di depan mata, besarkan font tulisan, serta matikan glare perangkat.

  • Beri kelembapan pada mata - Gunakan obat tetes mata jika mata terasa kering akibat jarang berkedip.

  • Mode malam - Aktifkan fitur “night mode” di sistem operasi perangkat untuk mengurangi emisi blue light.

  • Batasi gadget pada malam hari - Hindari penggunaan perangkat 1–2 jam sebelum tidur untuk menjaga ritme sirkadian.

Kesimpulan: Kacamata Anti Radiasi Aman Tapi Manfaatnya Terbatas

  • Kacamata anti radiasi aman untuk mata normal dan tidak menyebabkan gangguan jika digunakan dengan tepat.

  • Belum banyak bukti ilmiah yang menyatakan bahwa kacamata anti radiasi dapat mencegah kerusakan mata, meningkatkan kualitas penglihatan, atau mengurangi kelelahan mata secara signifikan.

  • Mengadopsi kebiasaan sehat seperti istirahat teratur, pengaturan pencahayaan di kamar, menggunakan fitur “night mode” pada perangkat, dan memperhatikan hidrasi mata adalah pilihan yang efektif untuk menjaga mata.

Baca Juga: 5 Rekomendasi Kacamata Anti Radiasi Terbaik yang Nyaman