Konten dari Pengguna

Apakah Mobil Listrik Lebih Hemat dari Mobil Bensin? Ini Perbandingannya

Hendro Ari Gunawan

Hendro Ari Gunawan

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi mobil listrik BMW. Foto: dok. BMW
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi mobil listrik BMW. Foto: dok. BMW

Mobil listrik semakin populer karena dinilai lebih ramah lingkungan dan hemat biaya dibandingkan mobil biasa. Namun, ada sejumlah faktor penting yang perlu dipertimbangkan. Untuk memahami perbedaannya, berikut beberapa aspek penting yang memengaruhi biaya kepemilikan, mulai dari harga beli, biaya harian, hingga perawatan jangka panjang.

Harga Beli Mobil Listrik dan Mobil Bensin

Mobil listrik umumnya memiliki harga beli yang lebih tinggi dibandingkan mobil bensin. Menurut Wallbox, biaya pembuatan baterai menjadi faktor utama yang membuat harga EV lebih mahal. Sementara itu, mobil bensin biasanya lebih murah, sehingga banyak orang memilihnya untuk menghemat biaya awal.

Biaya Energi untuk Mobil Listrik dan Bensin

Biaya bahan bakar menjadi faktor penting dalam menentukan efisiensi. Mengutip NRDC, biaya listrik untuk mengisi daya EV umumnya jauh lebih murah dibandingkan biaya mengisi bensin.

Sebab, mobil bensin masih bergantung pada harga bahan bakar yang fluktuatif. Jika sering digunakan untuk jarak jauh, biaya pengisian bensin bisa jauh lebih tinggi dibandingkan listrik untuk EV.

Perawatan Mobil Listrik dan Mobil Bensin

Selain biaya energi, perbedaan lain yang cukup mencolok ada pada perawatannya. Dikutip dari laman Honor GMC, mobil listrik membutuhkan servis lebih sedikit karena tidak memiliki mesin pembakaran, oli, maupun sistem pembuangan. Hal ini membuat biaya perawatan jauh lebih rendah. Sebaliknya, mobil bensin memerlukan perawatan rutin, termasuk penggantian oli, filter, dan pemeriksaan emisi.

Ketahanan dan Biaya Penggantian Baterai

Baterai menjadi komponen termahal pada mobil listrik. Menurut Kia, umur baterai biasanya bertahan 8-10 tahun, dan ketika harus diganti, biayanya bisa sangat besar. Inilah salah satu hal penting yang perlu dipertimbangkan sebelum membeli EV.

Sementara itu, mobil bensin memang tidak memiliki biaya penggantian baterai, tetapi seiring waktu, komponen mesin juga bisa rusak dan memerlukan biaya perbaikan yang tidak sedikit.

Efisiensi Energi pada Kedua Jenis Mobil

Mobil listrik unggul dari segi efisiensi energi. Berdasarkan informasi dari Sunward, EV dapat mengubah lebih dari 60% energi listrik menjadi tenaga untuk roda, sedangkan mobil bensin hanya sekitar 20% dari energi bahan bakar.

Keunggulan ini membuat mobil listrik tidak hanya lebih hemat energi, tetapi juga lebih ramah lingkungan. Tak heran jika banyak orang yang menganggapnya sebagai kendaraan masa depan.

Kesimpulan

Secara keseluruhan, mobil listrik menawarkan efisiensi energi yang lebih baik, biaya operasional lebih rendah, dan perawatan yang lebih sederhana dibandingkan mobil bensin.

Meski begitu, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan, seperti harga beli yang lebih tinggi dan biaya penggantian baterai yang tidak murah. Jika faktor ini sesuai dengan kebutuhan dan gaya hidup Anda, mobil listrik bisa menjadi pilihan yang lebih hemat dan ramah lingkungan.

Baca Juga: Mobil Listrik di Bawah 500 Juta, Ini 8 Rekomendasinya