Apakah Screen Time Boleh untuk Anak di Bawah 2 Tahun? Ini Penjelasannya

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Di era digital ini, ponsel, tablet, dan televisi sudah menjadi bagian dari keseharian, bahkan bagi anak-anak. Banyak bayi dan balita kini tampak tertarik pada layar karena visual yang berwarna-warni dan menghibur.
Padahal, dua tahun pertama adalah masa emas bagi perkembangan otak dan keterampilan si kecil. Lantas, bolehkah bayi atau balita di bawah 2 tahun terpapar screen time? Simak penjelasannya berikut ini.
Kenapa Orang Tua Sering Memberi Screen Time?
Tidak bisa dimungkiri, banyak orang tua yang memberikan akses screen time pada anak untuk alasan yang cukup sederhana. Misalnya, untuk menenangkan bayi yang sedang rewel atau agar orang tua bisa mengerjakan pekerjaan rumah tanpa gangguan.
Mengutip laman National Childbirth Trust, hal ini sering terjadi karena orang tua merasa gadget adalah solusi cepat di tengah kesibukan. Meski begitu, kemudahan ini tidak selalu baik untuk perkembangan bayi. Sebab, terlalu sering menatap layar sejak dini bisa mengurangi waktu anak berinteraksi langsung dengan orang tua dan lingkungannya.
Dampak Screen Time Terhadap Perkembangan Anak
Children's Hospital of Orange County membagikan dampak negatif dari screen time terhadap tumbuh kembang anak. Berikut di antaranya:
Gangguan tidur: Cahaya dari layar menghambat hormon melatonin, membuat anak sulit tidur dan tidur lebih larut.
Perkembangan otak terhambat: Screen time berlebihan dapat menunda perkembangan bahasa dan kemampuan kognitif.
Masalah kesehatan mental: Anak yang sering menatap layar lebih berisiko mengalami kecemasan, stres, dan tantrum.
Obesitas dan kurang gerak: Duduk terlalu lama di depan layar membuat anak jarang bergerak, sehingga meningkatkan risiko obesitas.
Gangguan penglihatan: Layar dapat menyebabkan mata lelah, pandangan kabur, dan sakit kepala.
Kurang keterampilan sosial: Terlalu sering bermain gadget membuat anak jarang berinteraksi dengan orang lain.
Berapa Batas Aman Screen Time untuk Bayi?
Menurut Raising Children Network, bayi di bawah usia dua tahun sebaiknya tidak diberi screen time sama sekali, kecuali untuk video call dengan keluarga. Video call dinilai aman karena tetap melibatkan interaksi sosial, yang penting untuk perkembangan bahasa dan keterampilan komunikasi anak.
Health Hub juga menegaskan bahwa menonton layar tanpa pendampingan sama sekali tidak direkomendasikan pada usia ini. Bahkan, jika orang tua ingin mengenalkan anak pada teknologi, lakukan dalam durasi sangat singkat, pastikan kontennya berkualitas, dan selalu dampingi agar anak memahami apa yang ditonton.
Apakah Screen Time Punya Manfaat Jika Dilakukan dengan Benar?
Meski banyak peringatan tentang dampak buruknya, screen time sebenarnya tidak selalu membawa efek negatif jika dilakukan dengan bijak. Menurut Health Hub, menonton konten edukasi bersama orang tua atau melakukan panggilan video dengan anggota keluarga bisa memberikan pengalaman positif bagi anak.
Namun, penting untuk diingat bahwa pendampingan orang tua adalah kunci agar anak memahami apa yang dilihat. Jangan biarkan bayi menonton layar sendirian karena hal ini dapat menimbulkan kebiasaan buruk, seperti ketergantungan atau tantrum jika gadget diambil.
Alternatif Kegiatan yang Lebih Bermanfaat
Daripada memberikan screen time, ada banyak kegiatan yang lebih mendukung perkembangan bayi. Di antaranya adalah bermain dengan mainan sederhana, membaca buku cerita, mengajak bayi ngobrol, atau melakukan aktivitas sensorik. Aktivitas ini tidak hanya melatih keterampilan motorik dan kognitif, tetapi juga mempererat ikatan emosional antara orang tua dan anak.
Kesimpulan
Screen time untuk anak di bawah 2 tahun sebaiknya sangat dibatasi, bahkan tidak dianjurkan kecuali untuk hal interaktif seperti video call. Pasalnya, terlalu sering terpapar layar bisa memengaruhi kualitas tidur, perkembangan otak, kesehatan mental, hingga keterampilan sosial anak.
Jika ingin mengenalkan teknologi, lakukan dengan pendampingan orang tua dan durasi yang singkat. Sebagai gantinya, pilih aktivitas yang lebih bermanfaat seperti membaca buku, bermain, dan mengajak anak berinteraksi langsung agar tumbuh kembangnya optimal.
Baca Juga: Bahaya Terlalu Sering Memarahi Anak, Ini Dampak dan Solusinya
