Konten dari Pengguna

Apakah Susu Formula Menyebabkan Sembelit pada Bayi? Ini Penjelasan Medisnya

Hendro Ari Gunawan

Hendro Ari Gunawan

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi bayi minum susu formula. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bayi minum susu formula. Foto: Shutter Stock

Ketika bayi mengonsumsi susu formula, beberapa orang tua mungkin menyadari perubahan pada pola buang air besar si kecil. Salah satu keluhan yang umum adalah sembelit. Namun, apakah susu formula menyebabkan sembelit?

Kekhawatiran terhadap sistem pencernaan bayi itu hal wajar, terutama bagi orang tua baru yang ingin memastikan buah hatinya tumbuh dengan baik. Untuk memahami pengaruh susu formula terhadap sistem pencernaan anak, simak penjelasan selengkapnya di bawah ini.

Apa itu Sembelit pada Bayi?

Sembelit pada bayi tidak hanya ditentukan dari seberapa sering mereka BAB, tapi juga pada konsistensi feses dan tingkat kesulitan saat mengeluarkannya. Mengutip laman Pregnancy Birth Baby, bayi bisa dikatakan sembelit jika tinjanya keras, kering, dan sulit dikeluarkan. Kadang, bayi juga tampak rewel, kembung, dan enggan menyusu.

Benarkah Susu Formula Menyebabkan Sembelit?

Menurut Healthline, susu formula memang cenderung lebih sulit dicerna dibandingkan ASI. ASI mengandung enzim dan komponen yang secara alami membantu memperlancar pencernaan bayi.

Sebaliknya, susu formula mengandung protein yang besar sehingga sulit dicerna dan akhirnya menyebabkan sembelit. Si kecil akan semakin berisiko sembelit jika jenis susu formula yang dikonsumsi tidak cocok dengan sistem pencernaannya.

Kandungan dalam Susu Formula yang Berpotensi Menyebabkan Sembelit

Beberapa kandungan dalam susu formula bisa memicu sembelit, tapi semua sebenarnya tergantung pada toleransi tubuh si kecil. Mengutip laman Parents, susu formula yang tinggi protein atau zat besi bisa memperberat kerja usus.

Meski zat besi penting untuk perkembangan bayi, tapi dalam beberapa kasus, tubuh bayi belum siap untuk mencernanya dalam jumlah besar. Susu formula dengan lemak yang lebih kompleks juga bisa memperlambat pencernaan.

Namun, bukan berarti semua bayi akan mengalami sembelit saat diberi susu formula. Respons tubuh setiap bayi akan berbeda-beda, sehingga penyebab sembelit pada mereka tidak bisa digeneralisir.

Cara Mengatasi Sembelit Bayi Akibat Susu Formula

Jika Anda mencurigai susu formula sebagai penyebab sembelit si kecil, berikut beberapa langkah yang direkomendasikan oleh para ahli:

  • Ubah Jenis Susu Formula: Ganti susu formula si kecil ke produk yang diformulasikan khusus untuk pencernaan sensitif atau rendah laktosa.

  • Tambahkan Cairan: Konsultasikan dengan dokter apakah bayi bisa diberi sedikit air putih (tips ini untuk bayi di atas 6 bulan).

  • Pijat dan Latihan Kaki: Mengutip laman Pregnancy Birth Baby, pijatan di perut dan gerakan kaki seperti mengayuh sepeda bisa merangsang pencernaan si kecil.

  • Konsultasi Dokter: Jika sembelit berlangsung lebih dari 5 hari, segera konsultasikan ke dokter untuk mengetahui penyebabnya.

Kapan Orang Tua Harus Waspada?

Sembelit yang sesekali pada bayi sebenarnya tergolong normal, tetapi Anda perlu segera menghubungi tenaga medis jika bayi menunjukkan gejala seperti berikut:

  • Tidak BAB lebih dari 5 hari,

  • Tinja berdarah atau sangat keras,

  • Bayi terus-menerus menangis karena perut kembung atau nyeri,

  • Bayi berusia kurang dari 3 bulan dan demam di atas 38°C,

Perlu diingat, masalah pencernaan yang berkepanjangan bisa memicu komplikasi lain jika tidak ditangani sejak dini.

Kesimpulan

Susu formula memang bisa menyebabkan sembelit pada sebagian bayi, karena komposisinya berbeda dengan ASI. Namun, ini bukanlah kondisi yang tak bisa diatasi.

Pemilihan formula yang tepat, perawatan sederhana di rumah, serta konsultasi rutin dengan dokter anak dapat membantu menjaga kenyamanan pencernaan si kecil.

Selalu perhatikan sinyal yang diberikan tubuh bayi dan jangan ragu untuk mencari bantuan medis saat diperlukan. Ingat, setiap bayi unik, dan butuh pendekatan yang disesuaikan dengan kebutuhannya.

Baca Juga: 5 Rekomendasi Merk Susu Formula untuk Bayi Alergi Susu Sapi