Konten dari Pengguna

Asal Usul Jalur Kereta Api Pertama di Indonesia dan Alasan Pembangunannya

Hendro Ari Gunawan

Hendro Ari Gunawan

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi kereta jaman dulu. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kereta jaman dulu. Foto: Shutterstock

Kereta api termasuk salah satu alat transportasi andalan di Indonesia, khususnya di Pulau Jawa. Kereta sudah ada sejak lama untuk menghubungkan kota yang terpisah ratusan kilometer dalam waktu yang terbilang singkat.

Penasaran bagaimana asal usul jalur kereta api pertama di Indonesia? Simak informasi lengkapnya berikut ini.

1. Kebutuhan Alat Angkut Massal Meningkat

Dikutip dari buku Pengantar Kajian Sejarah Ekonomi Perkotaan Indonesia susunan Purnawan Basundoro, jalur kereta hadir untuk menjawab kebutuhan alat angkut massal di zaman dahulu. Sebab, komoditas ekspor semakin meningkat, terutama sejak Undang-Undang Agraria Tahun 1870 disahkan. Dampak dari UU tersebut adalah:

  • Jalan pemodal asing untuk berinvestasi di Indonesia semakin mulus.

  • Pemodal mendapatkan keuntungan besar dari hasil investasi, sementara pribumi semakin merana karena diupah rendah dengan jam kerja panjang.

  • Area perkebunan meluas sampai ke kawasan pedalaman, karena semakin banyak modal yang ditanam di sektor ini.

  • Kebutuhan alat angkut yang bisa membawa komoditas dalam jumlah banyak semakin meningkat.

Saat mengetahui tentang alat angkut berupa kereta api, pengusaha perkebunan menghendaki pembangunan jalur segera. Sebab, mereka butuh kereta api untuk mengangkut komoditas perkebunan menuju pelabuhan.

2. Belanda Ingin Membangun Jalur Kereta Api di Indonesia

Sejak awal abad ke-19, kereta api telah ditemukan di Eropa. Inggris menjadi pelopor dalam penemuan dan pengembangan lokomotif yang merupakan mesin utama penarik gerbong kereta api.

Kemudian pada tahun 1830, kereta api akhirnya mulai dijadikan alat angkut komersial. Keberhasilan Inggris membangun jaringan kereta api menginspirasi Belanda untuk mencoba hal serupa.

Akhirnya, Belanda mulai membangun jaringan kereta api pertama pada tahun 1839. Rutenya menghubungkan Amsterdam dan Haarlem. Keberhasilan ini menarik minat swasta untuk membangun jaringan kereta api di Indonesia pada waktu itu.

Namun, sempat terjadi perdebatan panjang mengenai siapa yang akan diberi hak untuk menyelenggarakan transportasi kereta api di Indonesia, apakah pihak swasta atau pemerintah kolonial Belanda.

Pada akhirnya, pemerintah Belanda memberi konsesi (izin) kepada perusahaan swasta dan perusahaan pemerintah. Namun, saat itu masih terbatas pada dua perusahaan saja, yakni:

  • Staatsspoorwegen yang merupakan perusahaan pemerintah.

  • Nederlandsch Indische Spoorweg Maatschappij (NISM) yang merupakan perusahaan swasta.

3. Pembangunan Jalur Kereta Api Pertama di Indonesia

Merujuk buku Ensiklopedia Sejarah Penemuan: Jam - Kereta Api - Telepon - Televisi - Komputer susunan Suliswinarni, jalur kereta api pertama di Indonesia dibangun pada 1864 oleh Belanda. Berikut rincian informasi tentang pembangunan jalur ini:

  • Pemimpin pembangunan: Ir. J.P. de Bordes

  • Perusahaan yang membangun: Nederlandsch Indische Spoorweg Maatschappij (NISM)

  • Lokasi: Pencangkulan pertama dilakukan di Desa Kemijen oleh Gubernur Jenderal Hindia Belanda, Mr. L.A.J. Baron Sloet van de Beele.

  • Rute pembangunan: Semarang-Temanggung

  • Panjang jalur: 25 km

  • Lebar jalur: 1.435 mm

  • Beroperasi: 10 Agustus 1867

Keberhasilan perusahaan swasta NISM dalam membangun jalur kereta api pertama mendorong investor lain untuk melakukan hal serupa di daerah lainnya. Terbukti dari panjang rel kereta di Indonesia yang terus bertambah:

  • Tahun 1870: 110 km

  • Tahun 1880: 405 km

  • Tahun 1890: 1.427 km

  • Tahun 1900: 3.338 km

  • Tahun 1939: 6.811 km

Baca Juga: Daftar 13 Kereta Api Bersubsidi yang Bisa Dicoba, Jadi Solusi Traveling Hemat