Konten dari Pengguna

Cara Kerja Teknologi Augmented Reality (AR), Gabungkan Dunia Nyata dan Digital

Hendro Ari Gunawan

Hendro Ari Gunawan

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Seorang mahasiswa menggunakan layanan digital berbasis media interaktif', Augmented Reality.  Foto: Alfaddillah/Kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Seorang mahasiswa menggunakan layanan digital berbasis media interaktif', Augmented Reality. Foto: Alfaddillah/Kumparan

Augmented Reality (AR) menjadi salah satu inovasi teknologi paling menarik dalam beberapa dekade terakhir. Teknologi ini menggabungkan elemen dunia nyata dengan digital untuk menciptakan pengalaman interaktif yang unik.

Seiring berkembangnya teknologi, AR tidak lagi terbatas pada dunia hiburan saja. Kini, penggunaannya meluas ke industri medis, manufaktur, bahkan militer. Namun, bagaimana sebenarnya cara kerja teknologi Augmented Reality (AR)?

Apa itu Augmented Reality?

1. Definisi dan Konsep Dasar

Menurut Investopedia, AR adalah teknologi yang menggabungkan informasi digital dengan lingkungan nyata secara real time. Penggabungan dua dunia itu menggunakan aplikasi, konsol, layar, ataupun proyeksi.

2. Perbedaan AR dengan VR

Teknologi AR kerap disamakan dengan Virtual Reality (VR), padahal faktanya berbeda. VR menciptakan dunia virtual secara utuh dan mengisolasi pengguna dari dunia nyata. Berbeda dengan AR yang menampilkan konten digital tanpa menghilangkan elemen dunia nyata, sehingga pengguna masih bisa melihat dan berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya.

Cara Kerja Teknologi Augmented Reality

1. Perangkat Keras Pendukung

Mengutip laman Reydar, perangkat keras yang digunakan untuk menjalankan AR biasanya terdiri dari:

  • Kamera dan sensor: Untuk menangkap lingkungan fisik dan mendeteksi permukaan di dunia nyata.

  • Proyektor: Digunakan dalam AR wearable seperti kacamata pintar untuk menampilkan gambar ke permukaan dunia nyata.

  • Prosesor: Bertanggung jawab memproses input dari sensor, GPS, atau akselerometer.

  • Layar tampilan: Bisa berupa smartphone, tablet, kacamata pintar, atau head-up display.

2. Teknologi Pemrosesan Data

Setelah sensor menangkap data dari lingkungan nyata, prosesor akan bekerja untuk mengolah informasi tersebut. Mengutip NS Flow, sistem AR menggunakan algoritma computer vision, simultan localization and mapping (SLAM), dan depth tracking untuk mengenali bentuk objek serta menentukan posisi pengguna dalam ruang tiga dimensi.

3. Integrasi dan Tampilan Digital

Selanjutnya, elemen digital seperti teks, animasi, atau objek 3D diproyeksikan ke layar perangkat pengguna dan disesuaikan secara real-time berdasarkan posisi dan gerakan pengguna. Dengan demikian, objek virtual terlihat "menyatu" dengan lingkungan sekitar.

Salah satu contohnya bisa dilihat pada aplikasi seperti IKEA Place, di mana pengguna dapat melihat furnitur virtual di ruang tamu mereka dengan skala dan perspektif yang realistis.

Jenis-Jenis Augmented Reality

Mengutip laman Reydar, AR terbagi ke dalam beberapa jenis berdasarkan cara kerjanya, yakni:

  • Marker-Based AR: Menggunakan gambar penanda (marker) seperti QR code untuk memunculkan objek virtual. Jenis ini sebenarnya sudah agak ketinggalan zaman, tetapi masih digunakan di beberapa kasus tertentu.

  • Markerless AR: Tidak butuh penanda khusus. Aplikasi ini memanfaatkan GPS, akselerometer, dan kompas untuk mendeteksi serta melacak lingkungan fisik, lalu menempatkan objek atau informasi digital secara akurat.

  • Projection-Based AR: Menggunakan proyektor untuk memantulkan objek digital ke dunia nyata, seperti keyboard yang diproyeksikan di atas meja yang memungkinkan Anda untuk mengetik.

  • Superimposition-Based AR: Mengganti sebagian atau seluruh tampilan objek nyata dengan versi digitalnya, biasanya digunakan di museum.

Contoh Penggunaan AR dalam Kehidupan Nyata

Berikut adalah beberapa bidang yang sudah memanfaatkan teknologi AR:

  • Pendidikan: Aplikasi AR dapat menampilkan model 3D organ tubuh manusia atau planet dalam tata surya.

  • Kesehatan: Dokter dapat menggunakan AR untuk pelatihan operasi atau memvisualisasikan organ pasien.

  • Ritel: Brand kecantikan memungkinkan pengguna mencoba makeup secara virtual.

  • Gaming: Contohnya Pokemon GO yang memadukan dunia nyata dan digital secara interaktif.

Kesimpulan

Teknologi AR bekerja melalui integrasi antara dunia digital dengan dunia nyata secara real-time. AR tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga menciptakan solusi nyata di berbagai industri. Perkembangan AI, koneksi 5G, dan perangkat wearable diprediksi turut membuat masa depan AR semakin cerah.

Bisa dibilang, dunia sedang menuju era di mana batas antara dunia nyata dan digital menjadi semakin kabur, dan AR adalah salah satu jembatannya.

Baca Juga: Cara Kerja Teknologi 5G, Revolusi Baru di Dunia Telekomunikasi