Konten dari Pengguna

Cara Memisahkan Anak Kucing dari Induknya untuk Diadopsi

Hendro Ari Gunawan

Hendro Ari Gunawan

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi cara memisahkan anak kucing dari induknya. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi cara memisahkan anak kucing dari induknya. Foto: Unsplash

Cara memisahkan anak kucing dari induknya harus dilakukan pada waktu yang tepat. Idealnya, anak kucing berada bersama induknya hingga usia 12 hingga 13 minggu.

Namun, jika Anda ingin memisahkan anak kucing dari ibunya sebelum usia tersebut, berikut langkah-langkah yang bisa dilakukan menurut Oderkeen.

  • Usia 4 minggu: Perkenalkan makanan padat lembut. Campurkan susu formula kucing atau kitten milk formula (KMR) dan makanan kalengan yang lembut.

  • Usia 5–6 minggu: Lakukan “brief separation”. Pisahkan induk dan anak selama 1–2 jam, beberapa kali sehari, siapkan ruang nyaman berisi makanan, air, dan litter box.

  • Usia 6–8 minggu: Kurangi sesi menyusu dan ajarkan untuk makan dari mangkuk. Anak kucing juga harus sudah mengenal makan dan buang air kecil atau besar sendiri.

  • Usia 8–12 minggu: Pisahkan anak dan induk kucing secara permanen. Anak kucing siap tinggal sendiri jika sudah mandiri seperti makan, bermain, hingga grooming.

Daftar isi

Waktu Ideal untuk Memisahkan Anak Kucing dari Induknya

Ilustrasi cara memisahkan anak kucing dari induknya. Foto: Unsplash

Dikutip dari Treehugger, para ahli menyarankan pemisahan anak kucing dengan sang induk idealnya 8–12 minggu, atau bahkan 12–13 minggu. Tujuannya agar perkembangan fisik dan emosional anak kucing optimal.

Umumnya, shelter sering mengadopsi anak kucing pada usia 8 minggu. Kendati demikian, akan lebih baik jika anak kucing tinggal lebih lama bersama induknya.

Apa Dampak Jika anak Kucing Dipisahkan dengan Induknya Terlalu Cepat?

Treehugger menjelaskan bahwa pemisahan anak kucing dengan sang induk yang kurang dari 8 minggu bisa menyebabkan:

  • Masalah kesehatan: Kurang antibodi, penurunan berat badan, risiko infeksi meningkat.

  • Gangguan perilaku: Cemas, agresi, menggaruk, hingga buang air sembarangan.

  • Kesulitan adaptasi: Stres tinggi, takut manusia atau kucing lain, sulit berinteraksi.

Apa Saja yang Harus Disiapkan Saat Memisahkan Anak Kucing dari Induknya?

Merujuk PetMD, beberapa hal yang perlu dipersiapkan sebelum memisahkan anak kucing dari induknya, antara lain:

  • Tempat yang nyaman: Lingkungan tenang, hangat, dengan tempat tidur yang lembut.

  • Peralatan untuk anak kucing: Makanan anak kucing berkualitas (AAFCO-approved), air segar, mangkuk dangkal, hingga litter box kecil.

  • Stimulasi sosial dan emosional: Mainan, interaksi manusia, teman sebaya atau kucing dewasa sebagai panutan.

  • Pantau perkembangan: Timbang rutin, amati kebiasaan makan, bermain, latihan toilet, dan grooming, agar tumbuh optimal.

Kesimpulan

  • Cara memisahkan anak kucing dari induknya dianjurkan untuk dilakukan saat usia 4 minggu, dengan pemisahan penuh ideal pada 8–12 minggu.

  • Pemisahan bertahap dengan sesi singkat membantu transisi dan mengurangi stres.

  • Pisahkan sebelum 8 minggu dapat menyebabkan masalah kesehatan, perilaku, dan kesulitan adaptasi.

  • Siapkan area yang nyaman, penuh nutrisi, stimulasi, dan pemantauan rutin berat dan perilaku.

(NDA)