Cara Menenangkan Anak Anjing yang Menangis agar Merasa Lebih Nyaman

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Anak anjing berusia 6 hingga 12 minggu cenderung lebih sering menangis karena masih dalam fase penyesuaian terhadap lingkungan dan rutinitas barunya. Agar tidak keliru dalam merespons perilaku tersebut, berikut cara menenangkan anak anjing yang menangis menurut panduan dari laman Four Paws dan PetMD.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Cara Menenangkan Anak Anjing yang Menangis
Tempat tidur atau kandang anak anjing sebaiknya didekatkan dengan area yang sering ditempati oleh pemiliknya agar ia merasa lebih tenang.
Gunakan selimut atau pakaian yang beraroma adopter untuk memberikan rasa nyaman.
Boneka hangat atau alat penghasil aroma penenang khusus anjing juga dapat membantu meredakan tangisannya.
Berikan mainan interaktif agar perhatiannya teralihkan. Beragam jenis mainan anak anjing bisa dilihat di artikel ini.
Saat menangis, cobalah untuk membuatnya tenang tanpa harus mengeluarkannya dari kandang agar tidak membentuk kebiasaan buruk.
Jika tangisan disertai gejala seperti muntah, lemas, atau diare, segera konsultasikan ke dokter hewan.
Penyebab Anak Anjing Menangis
Anak anjing menangis akibat merasa kehilangan induk dan saudara kandungnya setelah dipisahkan dari lingkungan asalnya.
Merasa kesepian dan butuh perhatian atau sentuhan dari pemilik.
Merasakan kebosanan atau kelebihan energi, sehingga mengekspresikannya dengan tangisan.
Belum sepenuhnya nyaman dengan crate atau kandang, sehingga menangis saat ada di dalam.
Merasa lapar, terutama jika tangisan muncul mendekati waktu makan.
Mengalami ketidaknyamanan fisik atau sakit, sehingga menggunakan tangisan sebagai cara berkomunikasi.
Cara Melatih Anak Anjing agar Tidak Menangis
Pastikan semua kebutuhan dasar anak anjing sudah terpenuhi sebelum memulai pelatihan, mulai dari makan, minum, dan tempat buang air.
Jangan memberikan respons apa pun saat anak anjing menangis hanya untuk mencari perhatian.
Berikan perhatian atau camilan hanya ketika anak anjing sudah tenang. Dengan begitu, ia akan belajar bahwa bersikap tenang adalah hal yang baik.
Latih anak anjing untuk terbiasa sendiri dalam waktu singkat, lalu tingkatkan durasinya secara bertahap.
Jangan kembali ke dekat anak anjing saat ia masih menangis agar ia tidak berpikir bahwa tangisannya adalah cara memanggil pemilik.
Setelah ia mulai memahami, tambahkan perintah seperti “diam” atau “tenang”. Setiap kali ia berhenti menangis, berikan hadiah sebagai apresiasi.
Selalu bersikap konsisten dalam melatih dan memberikan respons agar anak anjing tidak bingung.
Gunakan kandang atau ruang khusus yang nyaman.
Sediakan mainan atau aktivitas agar anak anjing tidak merasa bosan dan tetap terstimulasi secara mental.
Kesimpulan
Menangis adalah hal yang wajar dialami anak anjing, terutama pada usia 6 hingga 12 minggu ketika masih beradaptasi dengan lingkungan baru. Penyebabnya bisa bermacam-macam, mulai dari rasa kehilangan, kesepian, bosan, lapar, hingga ketidaknyamanan fisik yang belum bisa mereka ungkapkan dengan cara lain.
Dengan pendekatan yang lembut, kenyamanan yang cukup, serta latihan yang konsisten, anak anjing dapat belajar untuk merasa tenang di lingkungan barunya. Rasa percaya diri pun akan tumbuh seiring waktu, sehingga proses tumbuh kembangnya berjalan lebih stabil.
Baca Juga: 9 Penyebab Mata Anak Anjing Berair dan Cara Mengatasinya
