Cara Menyapih Anak Tanpa Drama yang Bisa Dilakukan di Rumah

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Momen menyapih sering kali menjadi tantangan tersendiri bagi banyak ibu. Supaya dapat melalui fase ini dengan tenang, setiap ibu perlu tahu perihal cara menyapih anak tanpa drama. Berikut ini panduan menyapih anak yang nyaman berdasarkan laman Australian Breastfeeding Association dan My Family Birth Center.
1. Persiapkan Anak untuk Menyapih
Mulailah dengan memberi tahu anak bahwa perubahan akan datang. Selain itu, perhatikan tanda-tanda kesiapan anak untuk disapih:
Bisa duduk tanpa ditopang dan kepala tetap tegak.
Memiliki koordinasi tangan-mata yang baik, mampu mengambil makanan dan membawanya ke mulut.
ASI mulai berkurang secara alami.
Nutrisi utamanya sudah berasal dari makanan padat.
Refleks menghisap atau menjulurkan lidah mulai hilang.
Mulai menunjukkan penolakan atau ketidaktertarikan untuk menyusu.
2. Kurangi Waktu Menyusui secara Bertahap
Kurangi durasi menyusui sedikit demi sedikit. Misalnya, minggu pertama batasi sesi menyusui hanya 5 menit, minggu kedua menjadi 3 menit, dan terus kurangi hingga hanya 30 detik atau anak melewatkan sesi dengan sendirinya.
3. Ubah Rutinitas Harian
Berikut beberapa cara yang bisa dicoba agar upaya menyapih anak berhasil.
Buat rutinitas tidur baru tanpa menyusu, seperti membacakan buku, menyanyikan lagu, atau berikan kasih sayang dan kenyamanan sebanyak mungkin.
Jika anak terbangun di malam hari, tenangkan dengan pelukan atau air putih, bukan ASI.
Mintalah bantuan pasangan, teman, atau kerabat untuk mengalihkan perhatian anak di siang hari.
Saat pergi keluar dengan anak, hindari mengenakan pakaian yang memudahkan mereka menyusu.
Usahakan untuk tidak membuka pakaian di depan anak agar tidak memicu keinginan menyusu.
Tetapkan jadwal makan dan camilan yang teratur.
Sediakan banyak camilan dan minuman sehat favorit untuk mengalihkan perhatian mereka.
4. Gunakan Pendekatan “Jangan Tawarkan, Jangan Tolak”
Pendekatan ini memungkinkan anak hanya menyusu ketika mereka memintanya. Namun jika anak memintanya, jangan langsung menolak. Cobalah alihkan perhatian terlebih dahulu. Jika anak tetap ingin menyusu, berikan dengan tenang.
5. Tetap Sabar dan Konsisten
Pada fase ini ibu akan mengalami penolakan dari si kecil. Mereka mungkin akan lebih sering tantrum dan lebih manja dari biasanya. Hal ini sangatlah normal. Namun, tetap sabar dan konsisten. Beri kalimat yang menenangkan pada anak selama proses penyapihan.
6. Lakukan Perawatan Diri
Menyapih tidak hanya berdampak pada anak, tapi juga ibu. Penurunan hormon oksitosin dan prolaktin bisa memicu perasaan cemas, bersalah, gelisah, dan sedih. Lakukan perawatan diri berikut:
Kompres dingin untuk mengurangi nyeri payudara.
Konsultasikan dengan dokter jika payudara terasa nyeri parah atau terjadi pembengkakan.
Meditasi dan pernapasan dalam untuk mengelola stres.
Berbagi cerita dengan pasangan atau sesama ibu agar tidak merasa sendiri.
Luangkan waktu untuk aktivitas yang disukai, berjalan kaki, olahraga ringan atau aktivitas lainnya.
Konsumsi makanan sehat dan bergizi agar tubuh tetap bertenaga.
Baca Juga: MPASI Pertama untuk Bayi 6 Bulan, Ini Panduan Pemberiannya
(SA)
