Konten dari Pengguna

Cara Merawat Anak Anjing Sakit agar Cepat Pulih

Hendro Ari Gunawan

Hendro Ari Gunawan

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi anak anjing sakit. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi anak anjing sakit. Foto: Unsplash

Anak anjing yang sakit biasanya akan mengalami gejala berupa lesu, tak aktif (tidak mau main atau berjalan), nafsu makan turun, muntah, diare, batuk, hingga demam. Sebagai pertolongan pertama, berikut cara merawat anak anjing sakit yang bisa Anda lakukan menurut American Kennel Club (AKC):

  1. Sediakan tempat istirahat hangat dan nyaman, jauh dari kebisingan dan hewan lain.

  2. Pantau suhu tubuh dengan termometer.

  3. Kompres hangat di telinga/kaki jika suhu mencapai >103 °F.

  4. Jaga hidrasi. Tawarkan air sedikit demi sedikit. Bila disertai gejala muntah/diare, berikan air dingin agar tidak dehidrasi.

  5. Segera bawa ke dokter hewan jika anak anjing tak kunjung sehat selama >24 jam atau disertai gejala lain.

Dengan penanganan yang tepat, anak anjing bisa sembuh dengan sendirinya. Namun, apabila Anda tidak tahu pasti apa yang menjadi penyebab anak anjing sakit, sebaiknya langsung bawa peliharaan ke dokter hewan.

Daftar isi

Cara Memberi Makan Anak Anjing yang Sakit

Dalam merawat anak anjing yang sakit perhatikan juga asupan makannya. Berikut panduannya menurut informasi dari AKC.

  • Saat muntah/diare, puasa ringan (12–24 jam) lalu beri makanan hambar seperti nasi putih matang dan ayam rebus tanpa tulang

  • Setelah muntah/diare bisa ditahan, berikan porsi kecil dan sering (setiap 3–4 jam)

  • Gunakan makanan sesuai resep dokter seperti high‑digestibility diet jika tersedia.

Tips Tambahan Merawat Anak Anjing yang Sakit

Ilustrasi anak anjing sakit. Foto: Unsplash

Berikut beberapa tips tambahan dalam merawat anak anjing yang sakit agar cepat pulih, dikutip dari Purina.

  1. Kurangi aktivitas. Buat anak anjing istirahat total cocok untuk sebagian besar penyakit ringan seperti batuk kennel atau diare ringan.

  2. Berikan area yang bersih dan suhu normal. Disinfektan area di sekitarnya agar tidak jadi sarang bakteri.

  3. Jauhkan dari hewan lain agar infeksi tidak menyebar, khususnya pada penyakit menular seperti parvo atau kennel cough.

Kapan Anak Anjing yang Sakit Harus ke Dokter Hewan?

Merujuk PetCareRX, segera bawa anak anjing yang sakit ke dokter hewan jika disertai gejala berikut:

  • Parvovirus seperti muntah/diare berdarah.

  • Kennel cough atau batuk terus-menerus

  • Kesulitan bernapas.

  • Demam >103 °F.

  • Muntah/diare lebih dari 24 jam

  • Gejala lain seperti kejang atau kesulitan bernapas.

Apa yang Dilakukan Setelah Kondisi Anak Anjing Membaik?

Jika anak anjing telah sehat kembali, sebaiknya lakukan beberapa hal berikut:

  1. Jadwalkan vaksinasi dan deworming (jika belum pernah) untuk mencegah infeksi di masa depan.

  2. Pantau nafsu makan, emosional, dan energinya. Pastikan telah kembali ke tingkat normal secara bertahap.

  3. Jaga kebersihan.

  4. Berikan nutrisi seimbang.

  5. Kontrol parasit secara berkala.

Kesimpulan

  • Anak anjing yang sakit bisa ditandai dengan lesu, demam, nafsu makan turun, hingga muntah atau diare.

  • Cara merawat anak anjing yang sakit bisa dengan menyediakan tempat hangat, bersih, dan tenang untuk istirahat.

  • Pastikan jaga hidrasi anak anjing yang sakit dengan memberinya air sedikit-sedikit.

  • Terapkan puasa ringan, baru beri makanan hambar perlahan saat anak anjing sakit.

  • Jika anak anjing demam, redakan demam dengan kompres, jangan berikan obat manusia.

  • Segera ke dokter hewan jika anak anjing yang sakit mengalami gejala parah atau tidak membaik.

  • Setelah anak anjing sembuh, lengkapi vaksin/deworming, jaga kebersihan, dan kontrol perilakunya.

Baca Juga: Cara Menyelamatkan Anak Anjing Sekarat yang Tepat