Konten dari Pengguna

Cara Merawat Anak Kucing yang Hidup dengan Induknya, Adopter Harus Tahu!

Hendro Ari Gunawan

Hendro Ari Gunawan

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.

·waktu baca 3 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Merawat Anak Kucing. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Merawat Anak Kucing. Foto: Shutter Stock

Jika kucing peliharaan Anda melahirkan, siapkan diri untuk merawat anak kucing yang memiliki segudang kebutuhan. Sebenarnya, jika masih ada induk di sampingnya, proses perawatan anak kucing bisa lebih mudah, karena sang induk akan memenuhi seluruh kebutuhan anaknya.

Meski begitu, bukan berarti adopter bisa lepas tangan sepenuhnya. Simak cara merawat anak kucing yang mesti dipahami adopter lewat artikel berikut ini.

Daftar isi

Cara Merawat Anak Kucing dengan Induknya

Ilustrasi anak kucing sedang tidur. Foto: Shutterstock

Merujuk laman Animal Humane Society, berikut cara merawat anak kucing yang hidup bersama induknya:

  • Pastikan induk kucing merawat dan menjaga anaknya. Jika Anda melihat tanda-tanda pengabaian dari induk, segera hubungi dokter hewan untuk mendapatkan pertolongan.

  • Buat kandang yang bersih, hangat, dan kering. Ukurannya sekitar 60 x 50 x 25 cm. Lapisi dengan koran serta selimut. Lalu usahakan suhu kandangnya tidak lebih dari 29°C.

  • Pantau perkembangan anak kucing setiap minggunya. Sesuaikan dengan urutan perkembangan kucing yang rinciannya dijelaskan dalam artikel ini.

  • Berikan mainan untuk menstimulasi mental anak kucing. Anak kucing menyukai benda seperti gumpalan kertas kusut dan bola pingpong. Hindari mainan dari tali atau yang ukurannya kecil, karena rawan tertelan oleh anak kucing.

  • Memberi makan dan menyapih anak kucing. Umumnya, waktu terbaik untuk mulai menyapih anak kucing adalah usia 5-6 minggu.

  • Rawat induk setelah proses penyapihan. Terkadang induk mengalami pembengkakan kelenjar susu setelah anak-anaknya disapih, jadi kurangi asupan makanannya agar produksi ASI-nya berkurang.

Jika anak kucing diabaikan oleh induknya, maka adopter harus memberikan perawatan sepenuhnya. Sebagai panduan, Anda bisa membaca artikel cara merawat anak kucing tanpa induk ini.

Kenapa Induk Kucing Mengabaikan Anaknya?

Ilustrasi kucing. Foto: Shutterstock

Berikut beberapa alasan induk kucing mengabaikan anaknya menurut laman Cat Time:

  • Anak kucing memiliki penyakit atau cacat fisik. Induk kucing cenderung mengabaikan anaknya yang sakit atau cacat untuk menghindari penularan penyakit ke anaknya yang sehat.

  • Infeksi kelenjar susu (mastitis). Ketika induk kucing mengalami penyakit ini, mereka cenderung mengabaikan anaknya karena merasa kesakitan saat si anak menyusu.

  • Jumlah anak terlalu banyak. Stok susu induk kucing terbatas, sehingga membuatnya mengabaikan sebagian anaknya agar anak lain tetap bisa menyusu.

  • Stres atau trauma. Induk kucing yang mengalami stres atau trauma selama proses melahirkan biasanya tidak akan peduli pada anaknya.

Kapan Mulai Memberi Makanan Padat pada Anak Kucing?

ilustrasi makanan untuk kucing. Foto: Shutter Stock

Waktu terbaik untuk mengenalkan makanan padat pada anak kucing adalah usia 5-6 minggu, atau saat mereka masih menyusu pada induknya. Dikutip dari PetMD, preferensi makanan anak kucing cenderung mengikuti induknya.

Jadi, sediakan makanan kucing yang basah dan kering di kandang, lalu biarkan anak kucing mengeksplorasi makanan itu ditemani induknya. Biasanya, induk kucing juga secara naluriah akan menjauhi anaknya ketika si anak sudah siap mengonsumsi makanan padat.

Nah, ketika Anda melihat induk kucing sudah jarang menyusui anaknya, Anda dapat menambah porsi makanan padat untuk anak kucing.

Baca Juga: Cara agar Anak Kucing Mau Makan Tanpa Dipaksa