Konten dari Pengguna

Ciri-ciri Anak Kucing Cacingan hingga Cara Mengatasinya

Hendro Ari Gunawan

Hendro Ari Gunawan

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi anak kucing. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi anak kucing. Foto: Unsplash

Penyakit cacingan dapat menjadi ancaman serius bagi kesehatan anak kucing jika tak segera ditangani. Gejalanya bisa berbeda-beda dan tergantung pada jenis cacing yang menginfeksi. Mengutip laman PetMD, berikut ciri-ciri anak kucing cacingan:

  • Adanya cacing di kotoran atau muntahan: Cacing kadang keluar bersama tinja atau muntahan. Bentuknya bisa menyerupai benang putih atau butiran beras kecil.

  • Muntah: Anak kucing menjadi mudah muntah dan tampak lemah akibat kekurangan nutrisi.

  • Diare: Infeksi cacing menyebabkan iritasi pada saluran pencernaan sehingga anak kucing sering mengalami diare.

  • Perubahan bulu: Bulu terlihat kusam, kusut, menggumpal, atau kering karena tubuh kekurangan nutrisi dan cairan.

  • Perubahan warna gusi: Gusi tampak pucat atau putih yang merupakan tanda anemia, terutama pada infeksi cacing tambang.

  • Perut buncit: Perut tampak besar dan menonjol tak wajar, meski tubuhnya kurus.

  • Berat badan turun: Meski makan banyak, anak kucing tetap kurus karena nutrisi diserap oleh cacing.

  • Batuk atau sesak napas: Bisa terjadi jika cacing sudah bermigrasi ke paru-paru dan mengganggu sistem pernapasan.

Daftar isi

Penyebab Anak Kucing Cacingan

Kebanyakan anak kucing tertular cacing dari induknya melalui air susu. Selain itu, infeksi juga bisa terjadi saat telur cacing tertelan. Misalnya, ketika anak kucing menjilati bulunya setelah dari lingkungan kotor, atau dari makanan, air, tanah, kotoran, dan hewan yang terkontaminasi.

Jenis-jenis Cacing yang Umum Menyerang Anak Kucing

Ilustrasi Jenis-jenis Cacing yang Umum Menyerang Anak Kucing.

Menurut laman Small Door Veterinary, terdapat beberapa jenis cacing yang sering menyerang anak kucing, di antaranya:

  • Cacing gelang (Roundworm): Cacing ini mencuri nutrisi dari makanan yang dikonsumsi anak kucing.

  • Cacing pita (Tapeworm): Umumnya berasal dari kutu yang tertelan saat kucing menjilati bulunya atau memakan hewan lain yang terinfeksi.

  • Cacing tambang (Hookworm): Salah satu yang paling berbahaya karena menyerang usus dan dapat menyebabkan anemia.

  • Cacing cambuk (Whipworm): Meski jarang terjadi, cacing ini dapat mengiritasi saluran pencernaan dan menyebabkan berat badan turun hingga diare berdarah.

Bagaimana Cara Mengobati Anak Kucing yang Cacingan di Rumah?

Dalam laman Cats Protection, cara efektif mengobati cacingan pada anak kucing adalah menggunakan obat yang direkomendasikan oleh dokter hewan. Obat tersedia dalam bentuk tablet, suntikan, atau tetes. Ikuti petunjuk dokter hewan mengenai jumlah dosis dan waktu pemberiannya.

Bagaimana Cara Mencegah Anak Kucing agar Tidak Terkena Cacing Lagi?

Tindakan pencegahan untuk cacingan pada kucing meliputi:

  • Berikan obat cacing secara berkala.

  • Jaga kebersihan tempat tidur dan litter box.

  • Hindari kontak dengan kucing liar dan jangan biarkan anak kucing berburu atau memakan hewan kecil.

  • Mandikan secara berkala dan periksa kutu.

  • Pemeriksaan kesehatan rutin ke dokter hewan.

Kesimpulan

  • Cacingan pada anak kucing bisa menyebabkan muntah, diare, hingga berat badan turun.

  • Penularan terjadi lewat air susu induk, lingkungan kotor, atau makanan terkontaminasi.

  • Jenis cacing yang umum, yakni cacing gelang, pita, tambang, dan cambuk.

  • Pengobatan dilakukan dengan obat cacing khusus sesuai arahan dokter hewan.

  • Pencegahan mencakup kebersihan rutin, pemberian obat berkala, dan cek ke dokter.

Baca Juga: Penyebab Anak Kucing Lemas dan Cara Mengatasinya

(SA)