Jenis-Jenis Kacamata Berdasarkan Fungsi yang Perlu Diketahui

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kacamata telah menjadi aksesori penting dalam kehidupan sehari-hari, baik sebagai alat bantu penglihatan maupun sebagai pelengkap gaya. Meski begitu, setiap kacamata diracang dengan fungsi yang berbeda-beda. Untuk memahami lebih jauh, berikut ulasan lengkap mengenai jenis-jenis kacamata berdasarkan fungsinya sebagaimana dirangkum dari laman Optica Africa.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
1. Jenis Kacamata Resep (Korektif)
Kacamata ini memiliki fungsi utama untuk mengoreksi gangguan refrasi. Biasanya diresepkan oleh dokter mata setelah menjalani pemeriksaan. Jenis-jenisnya meliputi:
Kacamata Single Vision: Memiliki lensa untuk mengoreksi satu titik fokus seperti rabun jauh, rabun dekat, atau astigmatisme.
Kacamata Bifokal: Menyediakan dua titik fokus dalam satu lensa, biasanya untuk penglihatan jauh dan dekat. Umumnya digunakan oleh penderita presbiopia.
Kacamata Trifokal: Memiliki tiga titik fokus yang berbeda, atas untuk penglihatan jauh, tengah untuk jarak menengah, dan bawah untuk penglihatan dekat.
Kacamata Progresif: Menawarkan transisi mulus antara penglihatan jauh hingga dekat tanpa garis pembatas seperti pada bifokal atau trifokal.
2. Jenis Kacamata Non-Resep
Kacamata ini tidak memerlukan pemeriksaan mata atau resep khuus. Digunakan untuk fungsi pelengkap atau kenyamanan. Jenis kacamata non-resep meliputi:
Kacamata Baca: Dirancang untuk memperbesar objek jarak dekat.
Kacamata Komputer: Dibuat khusus untuk mengurangi ketegangan mata akibat paparan layar komputer, ponsel, atau tablet dalam waktu lama.
Kacamata Pengaman (Safety Glasses): Melindungi mata dari bahaya fisik seperti serpihan logam, bahan kimia, atau debu. Biasa digunakan di lingkungan kerja seperti pabrik atau konstruksi.
Kacamata Hitam: Melindungi mata dari sinar ultraviolet (UV) dan silau matahari.
3. Jenis Lapisan Lensa pada Kacamata
Lapisan atau coating pada lensa dapat meningkatkan kinerja dan daya tahan kacamata. Berikut beberapa jenis lapisan lensa yang umum digunakan:
Lapisan Anti-Reflektif (AR): Mengurangi pantulan cahaya pada sehingga meningkatkan ketajaman, utamanya dalam kondisi cahaya redup dan saat menggunakan layar.
Lapisan Anti-Gores: Membantu melindungi lensa dari goresan, sehingga memperpanjang masa pakainya.
Lapisan Pelindung UV: Berfungsi menghalangi sinar ultraviolet berbahaya yang dapat merusak mata dalam jangka panjang.
Lapisan Penyaring Cahaya Biru (Blue Light Filter): Lapisan ini menyaring cahaya biru dari layar digital dan membantu kelelahan mata.
Lapisan Anti-Kabut: Mencegah embun atau kabut pada permukaan lensa.
3. Jenis Bahan Lensa pada Kacamata
Selain fungsi dan lapisan, material lensa juga memengaruhi kenyamanan, ketahanan, dan performa kacamata. Bahan lensa yang umum meliputi:
Lensa Kaca: Menawarkan kejernihan optik tinggi, tetapi lebih berat dan lebih mudah pecah.
Lensa Plastik: Lebih ringan dari kaca dan lebih aman untuk pemakaian sehari-hari.
Lensa Polikarbonat: Tipis, ringan, tahan benturan, dan ideal untuk kacamata pengaman dan kacamata olahraga.
Lensa Trivex: Menawarkan kombinasi antara kejernihan optik yang baik, ringan, dan tahan benturan.
Baca Juga: Ciri Frame Kacamata yang Bagus dan Nyaman Dipakai
(SA)
