Jenis-Jenis Teknologi Kecerdasan Buatan dan Contohnya

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Jenis-jenis teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence atau AI) terbagi ke dalam beberapa kategori berdasarkan kemampuan, fungsi, dan aplikasinya. Dari chatbot yang menjawab pertanyaanmu secara otomatis, hingga mobil otonom yang bisa menyetir sendiri, semua ini merupakan implementasi dari AI.
Jenis-Jenis Teknologi Kecerdasan Buatan Berdasarkan Tingkat Kemampuan
Berdasarkan tingkat kecerdasannya, teknologi AI dibagi menjadi tiga level, yakni:
Artificial Narrow Intelligence (ANI): Menurut IBM Research, lebih dari 95% aplikasi AI yang digunakan saat ini termasuk dalam kategori ANI. Bentuk AI ini dirancang untuk melakukan satu tugas spesifik, tapi tidak memiliki kesadaran atau kemampuan berpikir seperti manusia. Contohnya seperti Siri, Alexa, dan Google Assistant.
Artificial General Intelligence (AGI): Jenis AI yang mampu memahami, belajar, dan menerapkan pengetahuan layaknya manusia. Sistem ini bisa mengerjakan berbagai tugas yang berbeda tanpa perlu diprogram ulang. Saat ini, AGI masih dalam tahap penelitian. Banyak perusahaan teknologi besar seperti Google DeepMind dan OpenAI sedang berlomba mengembangkan sistem AGI yang stabil.
Artificial Super Intelligence (ASI): Kecerdasan buatan yang paling maju, bahkan melebihi manusia. ASI bukan hanya bisa memahami dan menyelesaikan tugas, tapi juga memiliki emosi, intuisi, dan kreativitas yang sulit dibayangkan. Saat ini, ASI masih sebatas konsep teoritis. Namun, banyak pakar teknologi seperti Elon Musk memperingatkan potensi bahayanya jika tidak dikontrol dengan baik.
Jenis-Jenis Teknologi Kecerdasan Buatan Berdasarkan Teknologi yang Digunakan
Selain berdasarkan kecerdasannya, AI juga diklasifikasikan berdasarkan teknologi yang digunakan, seperti:
Machine Learning (ML): Cabang AI yang memungkinkan sistem belajar dari data tanpa perlu diprogram secara eksplisit. Dikutip dari Harvard Business Review, contoh penggunaannya bisa berupa pendeteksi penipuan kartu kredit, sistem rekomendasi e-commerce, atau analisis tren media sosial.
Deep Learning: Bagian dari Machine Learning yang menggunakan jaringan saraf tiruan (neural networks) untuk mengolah data dalam jumlah besar. Teknologi ini sangat efektif dalam pengenalan gambar, suara, dan teks. Contohnya seperti pengenalan wajah di media sosial, sistem auto-tagging foto, atau deteksi kanker dari hasil CT Scan.
Natural Language Processing (NLP): Teknologi yang memungkinkan komputer memahami, menginterpretasi, dan merespons bahasa manusia. Contoh penggunaannya berupa chatbot layanan pelanggan, koreksi otomatis (autocorrect), atua voice assistant seperti Siri.
Computer Vision: Teknologi ini memungkinkan mesin "melihat" dan menginterpretasi visual dunia nyata seperti gambar dan video. Misalnya, mobil tanpa pengemudi, kamera keamanan pintar, atua analisis citra medis.
Robotics dan AI Fisik: Ketika AI diimplementasikan dalam bentuk fisik, seperti robot industri atau robot rumah tangga, ini termasuk dalam kategori AI fisik. Robot ini mampu belajar dan beradaptasi dengan lingkungan sekitar.
Contoh Penggunaan AI dalam Kehidupan Sehari-Hari
Meski terdengar futuristik, teknologi kecerdasan buatan sebenarnya sudah menjadi bagian dari hidup kita sehari-hari. Berikut contoh penggunaan AI yang paling umum diterapkan dalam kehidupan sehari-hari:
Algoritma konten media sosial.
Rekomendasi produk dan chat otomatis di aplikasi e-commerce.
Navigasi cerdas seperti Google Maps.
Menurut laporan McKinsey & Company, AI telah membantu efisiensi bisnis hingga 40% di berbagai sektor termasuk kesehatan, pendidikan, dan logistik.
Kesimpulan
Kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) kini hadir dalam berbagai bentuk di kehidupan sehari-hari, mulai dari chatbot, rekomendasi produk, hingga mobil tanpa pengemudi.
Berdasarkan tingkat kemampuannya, AI terbagi menjadi tiga, yaitu ANI yang hanya fokus pada satu tugas seperti Siri atau Alexa, AGI yang bisa belajar layaknya manusia dan masih dikembangkan, serta ASI yang digambarkan melebihi kecerdasan manusia dan masih bersifat teoritis.
Dari sisi teknologi, AI mencakup Machine Learning, Deep Learning, Natural Language Processing (NLP), Computer Vision, hingga Robotics. Contohnya bisa dilihat pada fitur auto-tagging foto, chatbot, deteksi penipuan, hingga robot rumah tangga.
Baca juga: Implementasi AI dalam Dunia Kesehatan: Inovasi yang Mengubah Layanan Medis
(NDA)
