Konten dari Pengguna

Jenis Makanan Anak Kucing agar Tumbuh Sehat dan Aktif

Hendro Ari Gunawan

Hendro Ari Gunawan

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.

·waktu baca 3 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Anak memberi makan kucing. Foto: ANURAK PONGPATIMET/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Anak memberi makan kucing. Foto: ANURAK PONGPATIMET/Shutterstock

Anak kucing memiliki sistem pencernaan yang masih sensitif, sehingga perlu diberi makanan yang sesuai dengan kebutuhannya. Asupan yang seimbang akan menunjang pertumbuhan serta memperkuat daya tahan tubuhnya.

Selain itu, jenis makanan yang diberikan juga ikut memengaruhi energi dan perilaku anak kucing. Yuk, cari tahu pilihan makanan anak kucing yang tepat agar mereka tumbuh sehat, lincah, dan penuh semangat.

Daftar isi

Jenis Makanan Anak Kucing

Kucing peliharaan anak di rumah. Foto: Evgeny Hmur/Shutterstock

Mengutip laman WebMD, anak kucing membutuhkan makanan khusus sesuai usia dan tahap pertumbuhannya. Pada usia di bawah 4 minggu, mereka hanya boleh mengonsumsi susu induk atau susu pengganti khusus kitten.

Memasuki usia 3-6 minggu, anak kucing bisa mulai dikenalkan pada makanan basah khusus kitten, karena lebih mudah dicerna. Setelah lewat 6 minggu, makanan kering boleh diberikan secara bertahap, namun makanan basah tetap jadi pilihan utama karena kandungan nutrisinya lebih tinggi.

Nutrisi Penting pada Makanan Anak Kucing

Dalam laman The Vets disebutkan berbagai nutrisi penting yang sebaiknya ada dalam makanan anak kucing. Berikut daftarnya:

  1. Protein hewani (ayam, ikan, daging sapi): Sumber utama asam amino esensial yang dibutuhkan untuk membentuk otot dan jaringan tubuh. Cek rekomendasi makanan anak kucing tinggi protein di sini.

  2. Taurin: Asam amino esensial yang penting untuk kesehatan jantung, penglihatan, dan fungsi reproduksi.

  3. Lemak sehat (minyak ikan, kuning telur, minyak nabati): Menunjang energi, kesehatan kulit, bulu, dan fungsi otak.

  4. Serat (chicory root, beet pulp, FOS/MOS): Mendukung pencernaan, mengurangi hairball, dan menjaga keseimbangan mikrobioma usus.

  5. Vitamin A: Penting untuk penglihatan, kekebalan tubuh, dan regenerasi sel.

  6. Vitamin D: Membantu penyerapan kalsium dan fosfor untuk kesehatan tulang dan gigi.

  7. Vitamin E (dari minyak nabati atau biji-bijian): Berfungsi sebagai antioksidan untuk melindungi sel dari kerusakan.

  8. Vitamin B kompleks (B1, B2, B6, B12, niasin, folat): Mendukung metabolisme energi dan sistem saraf.

  9. Mineral makro (kalsium, fosfor, magnesium): Menjaga kekuatan tulang dan fungsi otot.

  10. Mineral mikro (zat besi, seng, tembaga, yodium): Penting untuk pembentukan darah, sistem imun, dan pertumbuhan jaringan.

Makanan yang Harus Dihindari Kucing

  1. Ayam mentah bisa mengandung bakteri seperti salmonella yang membahayakan kucing.

  2. Daging atau ikan kalengan mengandung natrium tinggi, sehingga hanya boleh diberikan sesekali dalam jumlah kecil.

  3. Cokelat bersifat toksik bagi kucing karena mengandung theobromine yang bisa menyebabkan kejang hingga kematian.

  4. Ceri, anggur, dan kismis dapat memicu gagal ginjal dan terlalu tinggi kadar gulanya bagi kucing.

  5. Bawang merah, bawang putih, dan daun bawang dapat menyebabkan anemia dan keracunan jika dikonsumsi.

  6. Lemak dan tulang yang dimasak bisa menyebabkan muntah, diare, dan melukai saluran cerna kucing.

  7. Telur mentah berisiko membawa bakteri serta mengandung zat yang menghambat penyerapan nutrisi.

  8. Hati ayam atau sapi dalam jumlah besar bisa menyebabkan overdosis vitamin A pada kucing.

  9. Makanan anjing tidak mengandung nutrisi penting seperti taurin yang dibutuhkan kucing.

  10. Daging olahan seperti ham dan salami mengandung garam serta pengawet yang berbahaya bagi kucing.

  11. Ikan mentah yang tidak segar bisa mengandung bakteri yang membahayakan sistem pencernaan kucing.

Baca Juga: Cara agar Anak Kucing Mau Makan Tanpa Dipaksa