Jenis Oli Mesin dan Fungsinya untuk Kesehatan Kendaraan

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pemahaman tentang berbagai jenis oli dan fungsinya akan membantu pemilik kendaraan memilih produk yang paling sesuai dengan kebutuhan mesin dan lingkungan operasional.
Secara garis besar, oli mesin terbagi menjadi tiga kategori, yaitu berdasarkan bahan dasar, fungsi, dan tingkatannya. Ketiga oli ini sejatinya berperan penting dalam menjaga kesehatan mesin kendaraan, terutama mobil dan motor.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Mengapa Kendaraan Butuh Oli Mesin?
Total Energies Marketing USA menerangkan bahwa oli mesin adalah cairan pelumas yang dirancang khusus untuk melumasi komponen internal mesin, mencegah gesekan berlebihan, serta membantu mengatur suhu.
Saat mesin hidup, berbagai bagian logam bergesekan secara intens. Tanpa pelumas yang tepat, gesekan tersebut bisa mempercepat keausan bahkan merusak mesin. Menurut Mobilâ„¢ Oil, fungsi utama oli mesin adalah untuk:
Melumasi komponen internal.
Membersihkan endapan.
Mendinginkan mesin.
Melindungi dari korosi.
Menutup celah halus antara piston dan silinder.
Jenis Oli Mesin Berdasarkan Bahan Dasarnya
Berdasarkan bahan dasarnya, oli mesin terbagi menjadi mineral, semi-sintetik, dan full synthetic. Berikut penjelasannya masing-masing dikutip dari Valvoline Motor Oil Guide.
Oli Mineral: Pelumas dasar yang berasal langsung dari hasil olahan minyak bumi dengan proses penyulingan minimal. Jenis oli ini cocok digunakan untuk mobil-mobil lawas atau kendaraan dengan beban kerja ringan.
Oli Semi-Sintetik: Campuran antara oli mineral dan oli sintetis. Oli semi-sintetik banyak digunakan pada kendaraan harian dengan kebutuhan performa menengah, karena memberikan keseimbangan antara kinerja dan biaya.
Oli Sintetik Penuh (Full Synthetic): Dibuat melalui proses kimia canggih, sehingga memiliki molekul yang lebih seragam dan stabil. Jenis oli ini unggul dalam menghadapi suhu ekstrem, serta lebih efektif dalam menjaga kebersihan dan umur mesin. Sangat direkomendasikan untuk kendaraan modern dan performa tinggi.
Jenis Oli Mesin Berdasarkan Fungsinya
Mengutip Precision Lubricant, berikut jenis oli mesin berdasarkan fungsinya:
Oli mesin: Melumasi komponen mesin untuk mengurangi gesekan dan panas.
Oli transmisi: Melumasi komponen transmisi (manual atau otomatis).
Oli gardan: Melumasi komponen gardan pada kendaraan.
Minyak rem: Berfungsi sebagai fluida hidrolik pada sistem pengereman.
Oli power steering: Berfungsi sebagai fluida hidrolik untuk meringankan putaran setir.
Jenis Oli Mesin Berdasarkan Tingkat Kekentalannya
Tingkat kekentalan atau viskositas oli dinyatakan dalam kode SAE (Society of Automotive Engineers). Oli mesin berdasarkan tingkatannya terbagi menjadi dua jenis utama, yakni:
Oli monograde (single grade): Memiliki satu tingkat kekentalan yang tetap, ditandai dengan satu angka saja. Contohnya SAE 30, SAE 40. Oli ini dirancang untuk bekerja optimal pada rentang suhu tertentu, cocok untuk lingkungan stabil atau mesin tertentu.
Oli multigrade (Multiple Grade): Memiliki dua tingkat kekentalan yang memungkinkan oli beradaptasi pada suhu dingin dan panas. Contohnya 5W-30, 10W-40, 20W-50. Kode "W" (Winter) menunjukkan kemampuan oli mengalir pada suhu dingin (semakin rendah semakin baik), sementara angka setelah "-" menunjukkan kekentalan oli pada suhu tinggi (semakin tinggi semakin kental).
Kesimpulan
Memahami jenis oli mesin sangat penting untuk menjaga performa dan umur kendaraan. Berdasarkan bahan dasarnya, oli dibagi menjadi tiga, yakni oli mineral yang cocok untuk kendaraan lama, semi-sintetik untuk kebutuhan harian dengan performa menengah, dan sintetik penuh yang paling tahan terhadap suhu ekstrem.
Dari segi fungsi, oli mesin tidak hanya melumasi, tetapi juga membantu pendinginan, membersihkan endapan, dan mencegah karat. Selain itu, ada juga oli untuk transmisi, gardan, rem, dan power steering, masing-masing memiliki peran vital.
Sedangkan dari tingkat kekentalan, oli dibedakan menjadi monograde yang cocok untuk suhu stabil, dan multigrade seperti 10W-40 yang fleksibel digunakan di berbagai suhu. Dengan memilih oli yang tepat, mesin akan bekerja lebih optimal dan tahan lama.
Baca juga: Cara Mengatasi Oli Mesin Bercampur Air pada Kendaraan Bermotor
(NDA)
