Konten dari Pengguna

Mengenal Perbedaan Kacamata Minus dan Silinder serta Cara Memilihnya

Hendro Ari Gunawan

Hendro Ari Gunawan

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi kacamata minus dan silinder. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kacamata minus dan silinder. Foto: Unsplash

Kacamata minus dan silinder adalah dua jenis lensa koreksi yang umum digunakan untuk mengatasi masalah penglihatan. Adapun perbedaan kacamata minus dan silinder terletak pada jenis gangguan penglihatan yang mereka tangani serta bentuk lensa yang digunakan.

Kacamata minus dirancang untuk mengoreksi rabun jauh (miopia), sedangkan kacamata silinder khusus untuk mengatasi astigmatisme, yaitu kelainan bentuk kornea atau lensa mata. Simak penjelasan lebih lanjut mengenai perbedaan kacamata minus dan silinder di bawah ini.

Daftar isi

Apa Itu Kacamata Minus?

Kacamata minus atau lensa minus (concave lens) digunakan untuk memperbaiki penglihatan pada orang yang mengalami rabun jauh. Rabun jauh membuat benda yang jauh tampak kabur karena cahaya yang masuk ke mata terfokus di depan retina, bukan tepat di atasnya.

Dengan menggunakan lensa minus, cahaya dipantulkan sedemikian rupa sehingga bayangan jatuh langsung pada retina, menghasilkan penglihatan yang jelas.

Menurut American Optometric Association, penggunaan kacamata minus efektif dalam mengoreksi miopia sehingga penglihatan jauh menjadi lebih tajam dan nyaman.

Apa Itu Kacamata Silinder?

Dijelaskan National Eye Institute, kacamata silinder digunakan untuk mengatasi astigmatisme. Astigmatisme terjadi ketika kornea atau lensa mata tidak berbentuk bulat sempurna, melainkan agak oval.

Hal tersebut dapat menyebabkan cahaya masuk ke mata terfokus pada dua titik berbeda di retina, yang mengakibatkan penglihatan menjadi kabur atau terdistorsi baik untuk objek dekat maupun jauh.

Lensa silinder memiliki bentuk khusus yang dapat mengoreksi ketidaksempurnaan bentuk kornea tersebut dengan cara memfokuskan cahaya ke satu titik yang tepat pada retina.

Kacamata dengan jenis lensa silinder ditujukan untuk membantu memperjelas penglihatan dan mengurangi gejala seperti mata cepat lelah atau sakit kepala.

Bagaimana Cara Mengetahui Harus Menggunakan Kacamata Minus atau Silinder?

Untuk mengetahui hal ini, Anda perlu melakukan pemeriksaan mata terlebih dahulu di optik. Nantinya, pihak optik akan memberikan resep berisi keterangan sebagai berikut:

  • Minus (-) menandakan koreksi rabun jauh. Misalnya: -2.00 di kedua mata.

  • Silinder (cylinder/CYL) menunjukkan koreksi astigmatisme, dengan nilai dan arah tertentu. Misalnya: CYL -1.00, AXIS 90 derajat.

Nilai silinder menunjukkan tingkat keparahan astigmatisme, sedangkan axis menunjukkan posisi koreksi pada lensa. Biasanya, resep kacamata minus juga bisa disertai silinder jika pasien memiliki kombinasi miopia dan astigmatisme.

Kesimpulan

Kacamata minus dan silinder memiliki fungsi berbeda sesuai gangguan penglihatan yang diatasi. Kacamata minus dipakai untuk mengoreksi rabun jauh (miopia), dengan lensa cekung yang memfokuskan cahaya tepat pada retina agar penglihatan jauh jadi jelas.

Sedangkan kacamata silinder digunakan untuk mengatasi astigmatisme, yaitu ketidaksempurnaan bentuk kornea yang menyebabkan penglihatan kabur atau terdistorsi. Lensa silinder memiliki bentuk khusus untuk memperbaiki fokus cahaya pada retina.

Pemeriksaan mata di optik diperlukan untuk mengetahui jenis koreksi yang dibutuhkan, yang akan tercantum pada resep dengan nilai minus dan/atau silinder.

Baca juga: Jenis Lensa Kacamata Beserta Fungsi dan Harganya

(NDA)