Konten dari Pengguna

Penyebab Anak Kucing Tidak Bersuara dan Tips Merawatnya

Hendro Ari Gunawan

Hendro Ari Gunawan

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Anak Kucing yang Tidak Mengeong. Foto: Kote Puerto/Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Anak Kucing yang Tidak Mengeong. Foto: Kote Puerto/Unsplash

Kondisi anak kucing yang tidak mengeong bisa menjadi tanda adanya gangguan pada fungsi tubuh, maupun respons terhadap lingkungan sekitar yang kurang nyaman. Simak beragam kemungkinan penyebab anak kucing tidak bersuara menurut The Spruce Pets dan Purina berikut ini.

  1. Beberapa anak kucing memang secara alami tidak vokal karena sifat atau kepribadian masing-masing. Ini bisa jadi bawaan sejak lahir dan tidak menandakan adanya masalah kesehatan.

  2. Anak kucing bisa menjadi lebih pendiam karena tidak lagi membutuhkan suara untuk menarik perhatian induknya.

  3. Infeksi saluran pernapasan atas dapat menyebabkan iritasi pada tenggorokan dan pita suara. Ini membuat anak kucing kehilangan suara meongnya.

  4. Peradangan pada laring (laringitis) bisa mengganggu kemampuan anak kucing untuk bersuara.

  5. Kerusakan pada saraf yang mengendalikan pita suara dapat menyebabkan suara kucing hilang atau tidak keluar sama sekali.

  6. Pertumbuhan seperti polip, kista, atau tumor di sekitar pita suara dapat menghambat anak kucing mengeluarkan suara.

  7. Stres atau lingkungan baru juga dapat membuat anak kucing enggan bersuara. Mereka bisa menjadi pendiam karena belum merasa aman atau nyaman.

Daftar isi

Hal yang Harus Dilakukan saat Anak Kucing Tidak Bersuara

  1. Perhatikan apakah anak kucing memang tidak bersuara sejak awal atau baru-baru ini kehilangan suaranya. Jika sejak kecil tidak pernah mengeong, kemungkinan hal tersebut masih tergolong normal.

  2. Jika suara tiba-tiba hilang, periksa apakah ada gejala lain seperti bersin, batuk, mata berair, lesu, atau tidak nafsu makan.

  3. Segera bawa ke dokter hewan jika kehilangan suara disertai gejala lain atau terjadi secara mendadak.

  4. Amati selama beberapa hari. Jika anak kucing tetap aktif, makan dan minum seperti biasa, kemungkinan hanya masalah ringan.

  5. Jika suara tidak kembali setelah lebih dari dua minggu, atau anak kucing tampak sakit, sebaiknya lakukan pemeriksaan lebih lanjut.

  6. Jaga kelembapan udara di ruangan, misalnya dengan humidifier, agar saluran napasnya tetap nyaman.

  7. Berikan makanan lembut dan sediakan air minum agar tenggorokan tidak iritasi. Pilihan makanan bernutrisi anak kucing bisa Anda simak di sini.

  8. Hindari hal-hal yang membuat anak kucing stres.

Ras Kucing yang Jarang Bersuara

Ilustrasi Ras Kucing yang Jarang Mengeong
  • Abyssinian

  • American Curl

  • American Shorthair

  • Bengal

  • Birman

  • British Shorthair

  • Chartreux

  • Cornish Rex

  • Exotic Shorthair

  • Havana Brown

  • LaPerm

  • Munchkin

Kesimpulan

Anak kucing yang tidak bersuara bisa jadi merupakan hal yang normal, terutama jika kucing merupakan turunan ras pendiam atau sifat bawaan sejak lahir. Namun, jika kehilangan suara terjadi secara mendadak dan disertai gejala lain, kondisi ini patut diwaspadai.

Langkah terbaik adalah mengamati kondisinya dengan saksama serta menjaga lingkungan tetap tenang dan nyaman. Jika gejala tidak membaik, segera konsultasikan ke dokter hewan untuk mendapatkan penanganan yang sesuai.

Baca Juga: Makanan Anak Kucing Baru Lahir, Ini Tips dan Cara Memberikannya