Penyebab Anak Kucing Tidak Mau Makan beserta Solusinya

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Menurunnya nafsu makan secara tiba-tiba pada anak kucing bisa menjadi indikasi adanya masalah kesehatan atau ketidaknyamanan tertentu. Tanpa mengetahui penyebab pastinya, akan sulit bagi adopter untuk memberikan penanganan yang sesuai.
Jika Anda penasaran apa saja faktor yang melatarbelakangi perubahan perilaku ini, berikut beberapa penyebab anak kucing tidak mau makan yang telah dirangkum dari laman WebMD dan Purina.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Penyebab Anak Kucing Tidak Mau Makan
Mangkuk yang sempit atau terlalu dalam bisa membuat kumis kucing tertekan, sehingga ia malas makan.
Lokasi makan yang bising atau terlalu dekat dengan litter box dapat membuat kucing tidak nyaman saat makan.
Mangkuk plastik sering menyimpan bau dan bakteri. Gunakan bahan keramik, kaca, atau stainless steel yang lebih bersih.
Lingkungan baru atau perjalanan bisa menimbulkan stres, membuat anak kucing kehilangan selera makan.
Setelah divaksinasi, beberapa kucing mengalami penurunan nafsu makan yang bersifat sementara.
Tumbuh gigi bisa menyebabkan rasa nyeri, sehingga kucing lebih memilih makanan yang lunak atau dibasahi.
Infeksi saluran pernapasan, parasit, atau efek antibiotik dapat mengurangi nafsu makan kucing.
Kucing bisa saja merasa bosan atau tidak menyukai tekstur, rasa, maupun bentuk makanannya. Jika ingin mencoba variasi lainnya, berbagai jenis makanan anak kucing telah dirangkum dalam artikel ini.
Kehadiran hewan baru di rumah bisa membuat kucing tertekan dan enggan mendekati makanannya.
Kucing yang terbiasa diberi makanan tambahan manusia bisa menjadi terlalu pemilih dan menolak makanan utamanya.
Cara Membujuk Anak Kucing agar Kembali Makan
Gunakan mangkuk makanan keramik yang lebar dan dangkal, karena desain ini biasanya lebih nyaman dan disukai anak kucing.
Hindari menawarkan terlalu banyak jenis makanan sekaligus, karena bisa membuat anak kucing bingung atau kewalahan.
Tawarkan camilan atau makanan beraroma kuat, seperti ikan atau ayam.
Hangatkan makanan sedikit untuk memunculkan aromanya, namun hindari jika anak kucing sedang sakit karena bau yang terlalu tajam bisa memperburuk kondisinya.
Hindari memberikan makanan manusia, seperti makanan bayi atau kuah, karena bisa mengandung bahan berbahaya seperti bawang.
Pilih lokasi makan yang tenang dan bebas gangguan, jauh dari keramaian atau kucing lain yang bisa membuat anak kucing merasa tidak nyaman.
Letakkan mangkuk makanan jauh dari tempat buang air dan mangkuk air agar kucing merasa lebih nyaman saat makan.
Jangan memaksa anak kucing makan secara langsung, seperti menyuapi dengan jarum suntik karena bisa menimbulkan stres.
Kapan Harus Membawa Anak Kucing ke Dokter?
Jika anak kucing tampak lemas dan tetap menolak makan selama lebih dari 24 jam, sebaiknya segera hubungi dokter hewan. Pasalnya, kondisi ini bisa menjadi tanda awal adanya gangguan serius.
Segera cari bantuan medis apabila anak kucing mengalami muntah, diare, dehidrasi, atau menunjukkan gejala seperti gemetar, lemas, dan kejang. Tanda-tanda tersebut bisa menunjukkan masalah kesehatan yang berbahaya, seperti kadar gula darah rendah atau kekurangan cairan.
Baca Juga: Cara Buat Wet Food untuk Anak Kucing, Simpel dan Bernutrisi
